Dapatkan Pinjaman Hingga Miliaran Rupiah dengan Kredit Multiguna

Mendapatkan pinjaman multiguna dalam jumlah besar (500 juta ke atas) sudah bukan sebuah hal yang sulit lagi untuk anda lakukan saat ini. Ada banyak multifinance yang menawarkan pinjaman ini, dengan begitu anda juga akan memiliki banyak pilihan yang bisa dipertimbangkan sebelum mengajukannya. Hal tersebut telah diatur dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikeluarkan pada akhir tahun 2014 melalui Peraturan No.29/POJK.05/2014.

Dalam memberikan pinjaman tersebut, tentu saja multifinance akan menerapkan sejumlah persyaratan dalam pengajuan yang anda lakukan, seperti: penyertaan agunan atau jaminan dalam bentuk BPKB kendaraan, deposito ataupun sertifikat bangunan. Hal ini tentu sangat masuk akal, mengingat jumlah pinjaman yang sangat besar tersebut sudah pasti disertai dengan sejumlah risiko yang sangat besar juga.

Proses Pengajuan Pinjaman Multiguna

Aplikasi Kredit

Mengajukan Pinjaman via findcarinformation.com

 

Pinjaman dalam nilai yang besar tentu saja harus dibarengi dengan sejumlah rencana penggunaan yang tepat, hal ini untuk menghindarkan anda dari berbagai kesulitan dalam melakukan pelunasan di kemudian hari, hal ini akan beresiko bagi aset yang anda jaminkan pada saat pengajuan pinjaman. Anda tentu tidak ingin aset yang anda agunkan berakhir dengan proses penyitaan, bukan?

Apapun alasan yang anda miliki saat akan mengajukan pinjaman, maka hal terpenting yang harus anda pikirkan adalah bagaimana kelak anda akan mengembalikan pinjaman tersebut dengan tepat waktu, sehingga aset yang anda agunkan bisa kembali ke tangan anda. Sebagian besar orang seringkali melupakan hal ini, di mana pada akhirnya pinjaman tersebut justru menjadi bumerang dan mengakibatkan mereka terlilit sejumlah utang yang cukup besar.

Selain cara pengelolaan dana pinjaman dan pengembalian utang tersebut, hal yang tak boleh anda lupakan adalah nilai suku bunga yang akan anda bayarkan nantinya. Meski hal ini pada umumnya bersifat tetap (flat), namun bisa dipastikan jika suku bunga pinjaman multiguna cukup tinggi dan akan membebani cicilan pinjaman anda setiap bulannya. Untuk itu, pastikan anda memilih sumber pinjaman yang memberi kemudahan dan suku bunga yang paling rendah, agar jumlah cicilan anda bisa lebih ringan setiap bulannya.

Terkait dengan masalah agunan yang akan anda ajukan, sudah pasti nilainya harus lebih besar daripada nilai kredit yang akan anda ajukan tersebut. Berikut ini adalah beberapa agunan yang bisa anda ajukan dalam proses peminjaman multiguna:

  • Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).
  • Sertifikat Hak Milik (SHM), dengan wajib melampirkan izin mendirikan bangunan (IMB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
  • Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).
  • Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS).

Baca Juga: Kredit Multiguna atau Kredit Renovasi Rumah, Mana yang Anda Pilih?

Fitur dan Syarat Pengajuan Pinjaman Multiguna

Syarat Kredit

Ada Syarat yang Mesti Dipenuhi via squarespace.com

 

Sebagaimana jenis pinjaman lainnya, maka pinjaman multiguna juga memiliki berbagai ketentuan dan fitur yang diterapkan di dalamnya. Beberapa di bawah ini merupakan fitur yang ditawarkan kredit multiguna:

  • Bunga tetap (flat), dengan begitu anda tidak perlu khawatir mengenai besaran bunga yang fluktuatif dan anda juga menjadi mudah dalam melakukan simulasi awal terhadap pinjaman yang akan anda ajukan.
  • Jangka waktu pinjaman hingga 60 bulan. Masa pinjaman yang cukup panjang ini bisa anda manfaatkan untuk mengelola dana pinjaman anda dengan sangat baik, sehingga peminjaman yang anda lakukan bisa bermanfaat maksimal dan anda memiliki waktu yang cukup panjang untuk melakukan pelunasan.
  • Biaya administrasi sebesar 0,1% dari pokok utang.
  • Biaya provisi, mulai dari 3% dari pokok utang.
  • Penyertaan asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.
  • Biaya appraisal mulai dari Rp1 juta hingga Rp5 juta.

Sebagaimana pinjaman lainnya, kredit multiguna juga memiliki sejumlah biaya yang akan dibebankan kepada anda selaku peminjam, karena itu hitung dan pertimbangkan berbagai komponen biaya tersebut sejak awal. Selain hal tersebut di atas, anda juga wajib menyertakan berbagai macam persyaratan yang telah ditetapkan oleh lembaga multifinance, di antaranya:

  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami istri (untuk pengajuan perorangan).
  • Fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan Akta Nikah.
  • Fotocopy Nomor Pajak Wajib Pajak (NPWP).
  • Fotocopy Akta Pendirian Badan Usaha sampai dengan Akta Perubahan Terakhir (untuk pengajuan badan usaha).
  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pengurus dan pemegang saham (pengajuan badan usaha).
  • Fotocopy SIUP, TDP atau SKU.
  • Fotocopy rekening tabungan / rekening koran selama 3 bulan terkakhir.
  • fotocopy sertifikat jaminan tanah / bangunan, PBB dan IMB terbaru.

Proses Appraisal

Appraisal Rumah

Contoh Pertimbangan Appraisal via quizzle.com

 

Di dalam praktiknya, lembaga multifinance tidak akan memberikan pinjaman dengan serta merta, meskipun anda mengajukan aset anda sebagai agunan. Mereka akan melakukan proses appraisal untuk melihat secara langsung aset yang anda ajukan serta menentukan nilai ekonomi aset tersebut. Hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan jasa pihak ketiga yang ditunjuk langsung oleh lembaga multifinance, namun seluruh biaya yang dikeluarkan untuk melakukan proses tersebut akan menjadi tanggung jawab anda selaku pemohon kredit.

Beberapa hal di bawah ini akan menjadi pertimbangan bagi multifinance untuk memberikan pinjaman kepada anda:

1. Harga Pasaran

Dalam proses appraisal yang dilakukan, maka akan didapatkan harga pasaran dari aset yang anda ajukan sebagai agunan. Hal ini biasanya ditentukan dengan cara melakukan perbandingan dengan beberapa bangunan di sekitar bangunan yang anda jadikan agunan, tentu saja dengan membandingkan bangunan serupa atau setidaknya yang memenuhi beberapa ketentuan dalam penilaian nilai bangunan yang telah mereka tetapkan.

2. Spesifikasi Bangunan

Terkait dengan nilai bangunan yang anda agunkan, maka akan dilihat berdasarkan spesifikasi dari bangunan itu sendiri, hal ini meliputi:

  • Luas tanah dan bangunan.
  • Jenis lantai (apakah keramik, marmer, atau bahan lainnya).
  • Material bangunan.
  • Lokasi rumah pembanding (harus satu area / kompleks).

3. Kelengkapan Dokumen yang Diajukan

Kelengkapan dokumen ini akan sangat dipertimbangkan oleh multifinance, terutama mengenai PBB dan IMB. Untuk itu, anda wajib melengkapi kedua dokumen tersebut pada saat mengajukan kredit multiguna, usahakan mengajukan IMB yang terbaru, terutama jika anda telah melakukan renovasi dan sejumlah perbaikan lainnya pada bangunan yang anda jadikan agunan tersebut.

Baca Juga: Memahami Risiko Gadai Sertifikat Rumah Sebelum Ajukan Kredit Multiguna

Lakukan Simulasi Kredit

Kalkulator Kredit

Lakukan Simulasi Terlebih Dahulu via jamiekinney.com

 

Sebelum mengajukan kredit multiguna, maka sebaiknya anda melakukan simulasi kredit. Hal ini akan membuat anda memiliki sebuah gambaran yang jelas terkait dengan dana pinjaman yang akan anda dapatkan serta berbagai komponen biaya yang wajib anda bayarkan.

Contoh:

Ana memiliki sebuah butik yang cukup berkembang dan terletak di wilayah pertokoan di pusat kota, namun dia berniat untuk membuka sebuah butik baru di kawasan lain yang dianggapnya memiliki prospek yang cukup menjanjikan.

Untuk membuka cabang yang baru tersebut, Ana membutuhkan dana sebesar Rp3 miliar dan saat ini dia tidak memiliki simpanan atau dana untuk keperluan tersebut. Ana memilih untuk mengajukan kredit ke multifinance dengan cara mengagunkan SHM butik yang telah dimilikinya, dia mencoba untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp5 miliar.

Setelah mengajukan kredit tersebut, maka pihak multifinance mulai melakukan proses terhadap pinjaman Ana. Dari proses appraisal yang dilakukan, diketahui bahwa nilai butik Ana yang diagunkan tersebut sebesar Rp4,4 miliar. Pada umumnya pihak multifinance hanya akan memberikan pinjaman sebesar 80% dari nilai agunan,maka Ana bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp3.520.000.000

Perhitungan Biaya dan Provisi:

Nilai pinjaman yang dicairkan : Rp3.520.000.000

Biaya provisi (3%) : Rp105.600.000

Biaya asuransi : Rp5.000.000

Biaya notaris : Rp4.000.000

Biaya appraisal : Rp2.000.000

Total biaya yang dikeluarkan = Rp116.600.000

Total dana yang diterima Ana:

Rp3.520.000.000 - Rp116.600.000 = Rp3.403.400.000  

Perhitungan Bunga (asumsi bunga flat 1% per bulan dengan masa pinjaman 36 bulan)

Rumus yang digunakan : bunga perbulan = (P x I x t) / jb

P = pokok pinjaman

I = suku bunga per tahun

t = jumlah tahun jangka waktu kredit

jb = jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

Maka perhitungan bunga per  bulan :

(Rp3.403.400.000 x 12% x 3) / 36 = Rp34.034.000,

Bunga selama 3 tahun : R 34.034.000 x 36 = Rp1.225.224.000

Total utang : Rp3.403.400.000 + Rp1.225.224.000 = Rp4.628.624.000

Cicilan per bulan : Rp4.628.624.000 / 36 = Rp128.572.890

Anda Bingung Cari Produk Kredit Multi Guna Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KMG Terbaik! 

Tertarik Mengajukan?

Nah, sekarang sudah tahu kan bagaimana Anda mengajukan kredit multiguna untuk mendapatkan dana hingga miliaran rupiah? Sekarang tinggal kembali lagi kepada Anda, apakah ingin mengajukannya atau tidak. Sebab, pinjaman yang besar tentu akan memberikan risiko kredit macet yang besar pula. Jadi, pikirkan baik-baik sebelum mengajukan, jangan sampai aset Anda hilang akibat tidak bisa mengembalikan dana yang dipinjam tersebut.

Baca Juga: Berbagai Jenis Pinjaman di Pegadaian dan Syarat Pengajuannya