Dolar Naik, Bahan Baku Naik! Tak Perlu Panik, Ini Cara Siasati Bisnis Busana Anda

Tantangan baru tengah dihadapi pebisnis garmen atau bisnis pakaian atau biasa disebut juga dengan bisnis busana, yaitu naiknya harga dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Bayangkan, 1 dolar AS saat ini sudah mencapai Rp15.082 (3/10/2018). Kondisi yang seperti bukan hanya konsumen saja yang mulai panik karena harga bahan-bahan kebutuhan ikut naik, tapi sebagian besar pengusaha atau pebisnis khusunya dibidang produksi busana pun juga panik.

Faktanya, kenaikan dolar sangat berpengaruh terhadap produksi busana karena secara otomatis bahan baku impor yang digunakan untuk produksi baju, celana dan sebagainya juga akan mengalami kenaikan harga.

Keadaan yang seperti ini tentu membuat para pebisnis busana harus bekerja keras untuk cepat beradaptasi. Hal ini sangat penting dilakukan agar customer atau pelanggan tetap belanja di toko Anda dan tidak lari ke toko sebelah, sehingga bisnis Anda tetap berjalan lancar seperti biasanya tanpa mengalami penurunan omzet penjualan yang sudah pasti bisa merugikan.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Tetaplah Tenang, Jangan Panik Berlebihan

Panik yang dirasakan pebisnis busana ketika sedang menghadapi harga bahan baku naik memang sangatlah wajar. Akan tetapi, rasa panik yang terus dipendam tanpa adanya solusi bukanlah hal yang baik untuk diri sendiri dan bisnis yang sedang dijalankan, justru akan mengalami stres dan kerugian. Daripada panik, lebih baik melakukan sesuatu nyata untuk melihat hasilnya.

Strategi bisnis harus dilakukan setiap pebisnis busana. Salah satunya, solusi yang tepat untuk menyiasati produksi busananya disaat harga bahan baku naik agar tetap untung.

Berikut ini ada strategi dari pebisnis UKM (Usaha Kecil Menengah), Septa yang merupakan pemilik toko busana Tanamojaya di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Septa bercerita kepada Cermati.com pada minggu lalu dan membagikan strategi yang dilakukan pada bisnisnya dalam menyiasati harga bahan baku naik.

1. Lakukan Kombinasi Bahan Impor dan Lokal

Tidak bisa dipungkiri, hampir semua pebisnis busana yang membeli bahan baku utamanya dari luar negeri, seperti dari negara India, Cina, Eropa dan sebagainya. Mereka lebih percaya kalau bahan dari negera-negara tersebut memiliki kualitas yang sangat bagus, sedangkan bahan lokal memiliki standar kualitas dibawah itu.

Namun, disaat kondisi dolar naik seperti sekarang ini, mengkombinasi bahan baku impor dan lokal pada busana yang diproduksi perlu dilakukan. Sebelumnya, perhatikan model busana terlebih dahulu menjadi fokus utama karena tak semua model busana bisa dilakukan kombinasi bahan, hanya model-model tertentu saja. Walau begitu, dengan cara ini setidaknya bisa menyiasati keuangan produksi disaat dolar naik.

2. Cari Konveksi yang Lebih Murah

jahit
Cari konveksi yang lebih murah

Pastinya tak semua orang yang baru saja terjun sebagai pebisnis busana langsung memiliki konveksi sendiri. Artinya, pebisnis tersebut masih mengandalkan jasa konveksi lain yang ingin diajak kerja sama dalam memproduksi berbagai busana yang diinginkan.

Nah, untuk menyiasati agar biaya produksi tidak mengeluarkan uang banyak, carilah konveksi lain yang menawarkan harga jauh lebih murah daripada konveksi sebelumnya. Lakukan survei di berbagai tempat agar bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menemukan harga yang sesuai. Dengan begitu, biaya produksi tetap dalam kondisi yang aman.

Baca Juga: Cara Mulai Usaha Hijab dari Nol

3. Menurunkan Sedikit Keuntungan

Keuntungan pada bisnis menjadi tolak ukur omzet penjualan yang nantinya akan didapat. Namun, bila terjadi kenaikan harga bahan baku, mau tidak mau sebagai pemilik bisnis harus menurunkan keuntungan. Misalnya saja, saat awal keuntungan yang diambil Rp30 ribu per baju, maka diturunkan menjadi Rp20 ribu per baju.

Jadi harga jual yang ditetapkan sejak awal tidah mengalami perubahan, sehingga tidak ada customer yang lari ke tempat lain. Sedikit penurunan keuntungan ini tidak menjadi masalah yang besar, yang terpenting pelanngan tetap berbelanja dan barang habis terjual.

4. Menaikan Harga dengan Efektif

harga
Menaikan harga dengan efektif

Tak semua keuntungan busana bisa diturunan begitu saja, bahkan ada beberapa busana harus dinaikkan harganya karena bahan baku yang digunakan hampir semua menggunakan bahan impor. Seperti pada beberapa model busana tertentu dinaikkan sekitar Rp5 ribu.

Agar pelanggan tetap setia, tak ada salahnya lakukan sosialisasi dengan terbuka kepada konsumen menyoal bahan baku naik karena harga dolar naik mencapai sekian. Bila alasan kenaikan harga produk disampaikan secara baik-baik, maka konsumen akan mengerti.

Baca Juga: Raup Untung dari Bisnis Jasa Titip Beli? Ini Caranya

5. Menekan Biaya Usaha

Biaya usaha ini terkait dengan biaya saat produksi, distribusi, pemasaran dan sebagainya. Bila dilihat, para pebisnis busana tidak perlu secara spontan langsung menaikan harga jual. Cobalah lihat terlebih dahulu dari sisi biaya usaha, bagian mana saja yang bisa diminimalkan pengeluaran biayanya.

Mungkin saja bisa lebih menghemat listrik, mengurangi jalur distribusi yang kurang efektif atau sedang mengalami kendala, mengubah sistem promosi yang tadinya memanfaatkan promosi berbayar menjadi promosi manual yang dilakukan sendiri dan sebagainya.

6. Pilih Tenaga Kerja yang Pandai Mengelola Bahan

kelola bahan
Pilih tenaga kerja yang pandai mengelola bahan

Pengelolaan bahan dalam bisnis busana menjadi hal yang paling penting diperhatikan. Sebab, bahan mentah itu akan dibuat pola busana yang nantinya dipotong dan dijahit. Bila tenaga kerja tersebut tidak pandai dalam menggambar pola, maka bisa saja akan banyak bahan sisa yang tidak terpakai setelah proses pemotongan bahan. Nah, seperti ini justru akan membuat harga jual busana menjadi mahal.

Sebaiknya, pilihlah tenang kerja yang benar-benar lihai dan pandai dalam menggambar pola, sehingga saat dilakukannya pemotongan pola tidak ada lagi bahan sisa yang terbuang banyak. Dengan begitu, harga jual sesuai dengan pasaran dan pelanggan.

Jadilah Pebisnis yang Cerdas

Bagi seseorang yang memiliki bisnis apapun itu jenisnya, maka haruslah menjadi pelaku bisnis yang cerdas dalam mengelola bisnis yang dijalankannya. Hal ini sangat perlu dipertimbangkan, sebab bila bisnisnya ingin tetap berjaya, sebagai pebisnis harus melakukan yang terbaik. Salah satunya dengan menyusun sejak awal menyoal berbagai strategi yang tepat untuk kemajuan dan perkembangan bisnis. Dengan begitu, bila suatu saat mengalami kendala tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada solusi untuk menanganinya.

Baca Juga: Tips Sukses Bisnis Jual Beli Baju