Donasi Online Rawan Disalahgunakan? Lakukan Ini untuk Menghindarinya

Di zaman yang serba online ini, semua transaksi dapat dilakukan melalui jaringan internet, begitu pula untuk berdonasi. Dulu, untuk melakukan donasi, Anda harus mendatangi langsung badan-badan penyalur dana donasi, sekarang donasi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja melalui donasi online.

Namun, belakangan ini donasi via online dianggap kurang aman dengan adanya kasus Cak Budi yang dianggap menyalahgunakan uang donasi untuk kebutuhan pribadinya, walaupun dia belum 100% terbukti bersalah dan kasusnya belum dibawa ke ranah hukum. Namun, masyarakat menjadi khawatir akan keamanan donasi online.

Padahal, tidak semua penyedia donasi online demikian, banyak lembaga penghimpun dana donasi online yang kredibilitasnya sudah tidak perlu diragukan. Untuk itu, simak tips aman berikut agar lebih berhati-hati dalam donasi online.

Kenali Lembaga Donasi

kenali lembaga donasi

kenali lembaga donasi online via shutterstock.com

 

Sebelum melakukan donasi secara online, ada baiknya Anda memeriksa terlebih dahulu kredibilitas dari lembaga donasi online yang dipilih. Hal ini dilakukan karena lembaga donasi online menjamur di Indonesia, membuat donatur awam bingung untuk memilihnya. Pilih lembaga donasi yang sudah memiliki reputasi baik di masyarakat. Cari tahu juga tentang rekam jejaknya.

Selain itu, Anda bisa melakukan riset di internet tentang lembaga donasi tersebut dengan membaca testimoni atau review orang yang sudah lebih dahulu melakukan donasi di lembaga tersebut. Semakin banyak review baiknya maka semakin terpercaya lembaga donasi tersebut.

Lihat juga dokumentasi dari kegiatan yang dilakukan. Lembaga donasi terpercaya umumnya mengekspos kegiatan mereka agar para donatur tahu bahwa uang mereka digunakan dengan benar.

Baca Juga: 9 Cara Menghindari Penipuan Toko Online

Perhatikan Rekening Penghimpun Donasi

Cek terlebih dahulu nama pemilik rekening penghimpun donasi, apakah atas nama pribadi atau lembaga. Dalam kasus Cak Budi, rekening penghimpun donasi atas nama istrinya sendiri. Inilah yang membuat polemik penerimaan dananya berkesan tidak transparan karena dana yang terkumpul dan disalurkan tidak pernah dilaporkan, hanya berupa jumlah donasi untuk satu orang, namun tidak ada laporan total penyaluran dananya.

Tidak hanya pada kasus Cak Budi, dalam beberapa kasus rekening penghimpun dana merupakan rekening mahasiswa. Selain itu, tidak disarankan juga untuk mengirimkan uang donasi ke lembaga yang belum dikenal via transfer bank atau perusahaan jasa pengiriman uang. Hal ini dilakukan karena metode ini tidak memberi jaminan yang semestinya (liability protection) kepada Anda saat terjadi penipuan.

Waspadai Email Ajakan Donasi Online

waspada penipuan

email scams via shutterstock.com

 

Biasanya ada saja email yang mengatasnamakan organisasi yang sedang menggalang dana untuk korban bencana alam atau pihak yang membutuhkan bantuan nyasar ke kotak masuk email Anda. Hal tersebut patut dicurigai kebenarannya, cek keaslian organisasi tersebut melalui internet.

Email yang dikirim biasanya mengandung hyperlink pada isinya, sebisa mungkin jangan mengklik hyperlink tersebut. Hal ini dilakukan karena Anda akan diarahkan ke sebuah website donasi online untuk memberikan donasi. Namun, perlu diketahui bahwa website tersebut palsu, biasanya mereka mereplika sebuah situs (scam) terkenal dan dibuat semirip mungkin agar korbannya terkecoh.

Pastikan Situs Donasi Online Aman

Anda wajib memeriksa keamanan dari situs yang menyediakan fasilitas donasi online sebelum berdonasi. Hal ini dilakukan karena bisa saja situs tersebut mengandung spyware atau semacamnya. Jadi saat Anda mengisikan data-data yang sifatnya pribadi seperti nomer rekening, nomer kartu kredit atau yang lainnya, mereka dapat dengan mudah mencurinya.

Salah satu hal yang bisa Anda lakukan adalah melihat adanya ikon gembok hijau (green padlock) pada kontak url browser. Pada dasarnya ikon tersebut akan muncul pada situs-situs yang memang aman untuk dikunjungi.

Baca Juga: 26 Bisnis Online Menjanjikan

Cek Autentikasi dari Pembayaran di Situs Donasi Online

autentikasi pembayaran

autentikasi pembayaran via shutterstock.com

 

Langkah ini sangat penting untuk diingat karena hal ini menyangkut dengan uang yang akan dibayarkan untuk donasi nantinya. Tentu saja Anda tidak ingin uang yang sudah diperuntukan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan diselewengkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk keperluan pribadi mereka.

Untuk itu cek sertifikat verifikasinya pada halaman website donasi online. Caranya adalah dengan mencari sertifikasi MasterCard SecureCode, Verified by Visa, dan American Express SafeKey pada halaman tersebut. Jika ada, maka transaksi Anda sudah terjamin, tidak perlu khawatir untuk menyetorkan dana untuk donasi.

Laporkan Jika Terjadi Hal yang Mencurigakan

Jika merasa ada yang ganjil dalam prosedur donasi online, namun sudah terlanjur mentransfer sejumlah dana, maka segera laporkan hal tersebut ke bank Anda. Jangan menunggu lama, hal ini dilakukan untuk langkah antisipasi akan kejadian yang tidak diinginkan. Jika ada transaksi yang mencurigakan, maka pihak bank bisa langsung memblokir rekening Anda.

Baca Juga: Kartu ATM Terblokir? Inilah Cara Mudah Membukanya

Jangan Takut Untuk Berdonasi Via Online

Donasi online memang menjadi pilihan tepat bagi Anda yang sibuk dalam kegiatan sehari-hari untuk membantu sesama. Pahami terlebih dahulu tentang latar belakang lembaga atau organisasi yang akan menggalang dana sebelum melakukan donasi. Dengan begitu Anda akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan donasi pun sampai kepada orang-orang yang membutuhkan.