DPLK atau Reksa Dana? Manakah yang Menguntungkan sebagai Dana Pensiun

Mempersiapkan dana pensiun tentu menjadi hal yang tidak mudah bagi semua orang. Barangkali Anda termasuk salah satunya juga. Mempersiapkan dana pensiun membutuhkan sejumlah perhitungan dan pertimbangan yang cukup rumit. Tak jarang sampai menggunakan jasa ahli keuangan agar kelak dana yang dikumpulkan sesuai dan bisa mencukupi kebutuhan setelah masa pensiun nanti.

Dalam banyak kasus yang dialami karyawan, sejumlah dana pensiun yang telah dipersiapkan sejak awal ternyata tidak mencukupi untuk semua kebutuhan pada masa pensiun nanti. Hal ini tentu sangat disayangkan. Mengingat setelah pensiun maka yang bersangkutan tidak akan memiliki pendapatan tetap lagi (gaji). Jadi, bisa dibayangkan bagaimana sulitnya kehidupan yang mereka jalani selama masa pensiun.

Kejadian seperti ini patut menjadi pelajaran, terutama bagi Anda yang masih dalam masa produktif dan sedang mempersiapkan dana pensiun dari sekarang. Setidaknya, ada dua pilihan yang bisa Anda pertimbangkan untuk hal ini, yakni Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) atau reksa dana.

Baca Juga: Dana Pensiun: Persiapkan Mulai dari Sekarang!

Sekilas tentang Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Dana Pensiun

Persiapkan Dana Pensiun yang Sesuai dengan Kebutuhan via goodmoneying.com

 

Adalah program dana pensiun yang dibentuk bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi perorangan, baik itu karyawan maupun pekerja mandiri. Di dalam DPLK, sejumlah iurannya telah ditetapkan di dalam peraturan dana pensiun tersebut. Berikut dengan hasil pengembangannya juga yang dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun yang akan mereka dapatkan. Hal tersebut dilakukan dengan menjalankan mekanisme sebagai berikut:

  • Perusahaan akan memotong sejumlah gaji karyawan setiap bulannya sesuai dengan persentase tertentu yang telah ditetapkan. Dana ini kemudian disetorkan sebagai dana DPLK.
  • DPLK bertindak sebagai pengelola dana tersebut dan menginvestasikannya ke dalam berbagai instrumen yang dipilih perusahaan.
  • Ketika masa pensiun tiba, karyawan akan menerima pembayaran DPLK dengan dua pilihan, yakni menerima sekaligus (lump sum) atau menerima secara bertahap (annuitas).

Di dalam DPLK, sumber dana iuran pensiun ini akan berasal dari potongan gaji karyawan setiap bulannya dan kontribusi dari perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan akan menanggung jumlah yang lebih besar dari karyawan. Ini merupakan manfaat tambahan di luar gaji yang diberikan perusahaan. DPLK ini murni milik karyawan sehingga jika suatu saat karyawan yang bersangkutan mengundurkan diri dari perusahaan, dana pensiun tersebut dapat dipindahkan ke DPKL lain.

Sekilas tentang Reksa Dana

Dalam reksa dana, sejumlah dana yang disetorkan sebagai dana pensiun oleh karyawan tersebut akan dikelola dan diinvestasikan manajer investasi pada berbagai instrumen yang dianggap dapat memberikan return terbaik. Reksa dana akan menjadi pilihan yang cukup menjanjikan karena investasi ini dapat memberikan return yang tinggi dengan sejumlah risiko yang terukur karena ditangani manajer yang ahli dan profesional. Sebagian besar ahli keuangan bahkan menyarankan untuk memilih reksa dana sebagai investasi dana pensiun. Sebab return yang diberikan dianggap lebih besar daripada instrumen investasi lainnya.

DPLK atau Reksa Dana?

Reksa Dana Pensiun

Pilih yang Menguntungkan pada Masa Pensiun Nanti via grahamcapitaladvisors.com

 

Baik DPLK maupun reksa dana, keduanya tentu memiliki sejumlah keuntungan dan risiko. Hal ini bisa Anda jadikan sebagai pertimbangan awal sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih mana yang tepat bagi dana pensiun Anda. Simak beberapa perbandingan antara keduanya berikut ini.

1. Mana yang Dananya Cukup untuk Pensiun?

Hal ini tentu akan menjadi pertanyaan utama yang paling sering terlintas di benak kebanyakan orang. Pada dasarnya, persiapan dana pensiun tentu akan dimaksudkan untuk menjamin kecukupan dana pada masa pensiun nantinya. Jika mengacu pada hal tersebut, reksa dana lebih baik daripada DPLK.

Untuk mengetahui angka kecukupan dana tersebut, Anda akan membutuhkan akumulasi serta perhitungan yang akurat terkait dengan kebutuhan rata-rata bulanan pada masa pensiun nanti. Hal ini bisa dilakukan di dalam reksa dana. Anda dapat menyesuaikan jumlah iuran bulanan dengan angka kebutuhan bulanan pada masa pensiun nanti.

Namun, dalam DPLK, tidak berlaku hal yang sama. Besaran iuran bulanan Anda akan dihitung berdasarkan persentase gaji Anda di perusahaan dan ini berlaku bagi semua karyawan. Anda tidak bisa menyesuaikan besaran iuran ini dengan kebutuhan dana pensiun Anda nantinya sehingga besar kemungkinan dana ini tidak akan sesuai atau bahkan tidak akan mencukupi untuk kebutuhan pensiun.

2. Mana yang Bebas dalam Memilih Instrumen Investasi?

Jenis investasi yang Anda pilih tentu akan sangat memengaruhi keberhasilan atas persiapan dana pensiun Anda. Dalam reksa dana, Anda akan memiliki kebebasan untuk memilih instrumen yang paling sesuai sehingga Anda bisa mendapatkan return yang maksimal atas investasi tersebut.

Contohnya:

  • Saham untuk usia pensiun > 15 tahun
  • Campuran untuk usia pensiun > 10 tahun
  • Pendapatan Tetap untuk usia pensiun > 5 tahun
  • Pasar Uang untuk usia pensiun ≤ 5 tahun

Namun, hal seperti ini tidak bisa dilakukan di dalam DPLK. Semua jenis instrumen investasi yang digunakan perusahaan pada umumnya akan sama saja bagi semua karyawan. Tidak ada penyesuaian antara masa persiapan pensiun yang tersisa dan instrumen yang paling sesuai sehingga return yang didapatkan atas investasi tersebut tidak akan maksimal bagi semua karyawan. Sisa masa kerja mereka tentu akan berbeda-beda.

3. Mana yang Menguntungkan dalam Penarikan Dana Pensiun?

Dalam DPLK, Pemerintah memiliki aturan khusus terkait dengan penarikan dana pensiun tersebut, yakni:

  • Untuk jumlah akumulasi dana (terdiri dari iuran, pengalihan dana, serta hasil pengembangan) ≤ Rp100 juta (setelah dipotong pajak), peserta berhak menerima pembayaran manfaat sekaligus.
  • Untuk jumlah akumulasi dana > Rp100 juta (setelah dipotong pajak), peserta hanya bisa mengambil maksimal 20% dananya. Sisanya sebesar 80% wajib dibelikan anuitas dari perusahaan asuransi jiwa. Dengan anuitas tersebut, peserta mendapatkan pembayaran setiap bulan (layaknya gaji) sampai seumur hidup.

Hal ini tidak berlaku di dalam reksa dana karena pemilik dapat mengambil dananya kapan saja dan dalam jumlah berapa saja selama dana tersebut mencukupi.

4. Mana yang Proses Pelaksanaannya Mudah?

Jika membandingkan hal ini, DPLK akan lebih mudah dibandingkan dengan reksa dana. Iuran untuk dana pensiun tersebut akan dipotong secara otomatis dari gaji bulanan. Peserta tidak perlu mendaftar, bahkan biasanya perusahaan akan menawarkan hal ini sejak awal bekerja. Sementara dalam reksa dana, peserta harus mendatangi agen penjual atau bank untuk melakukan investasi ini secara langsung.

Baca Juga: Mau Pensiun Dini? Ini Cara Menyiapkannya

Pertimbangkan untuk Memiliki Keduanya

Pada pelaksanaannya, baik DPLK ataupun reksa dana memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Bila Anda memiliki sejumlah dana yang mencukupi, gunakan kedua pilihan ini adalah langkah yang tepat. Mengingat DPLK dapat memberi jaminan kepastian uang kembali. Sementara reksa dana menjanjikan return yang lebih tinggi. Pertimbangkan dengan cermat agar dana pensiun sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pada masa pensiun nanti.

Baca Juga: Tips Menyiapkan Pensiun Dini dengan Deposito