Eddy Kusnadi Sariaatmadja, Raja Media di Indonesia yang Hartanya Triliunan

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan dunia bisnis di Indonesia sejak awal, pastinya sudah tidak asing dengan pebisnis yang satu ini yakni Eddy Kusnadi Sariaatmadja pemilik stasiun televisi  SCTV dan Indosiar.

Kedua saluran televisi tersebut memiliki kesamaan yang tidak jauh berbeda, yakni SCTV dan Indosiar saling memberikan tayangan yang menghibur dengan kreativitasnya masing-masing dan juga dilengkapi dengan adanya siaran berita terkini untuk menambah informasi penonton.

Selain itu, semua tayangan yang ada di SCTV dan Indosiar membidik berbagai segmentasi usia secara menyeluruh, misalnya ada tayangan kartun animasi untuk anak-anak, siaran sinetron untuk remaja hingga dewasa dan masih banyak lagi. Maka tak heran, bila kedua televisi tersebut dicintai masyarakat Indonesia.

Pencapaian sukses hingga sekarang ini, tentu juga berkat campur tangan dari pria yang disebut sebagai raja media sekaligus orang terkaya di Indonesia dengan harta mencapai triliunan, Yuk, simak ulasannya berikut ini. 

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Mengenyam Pendidikan di Luar Negeri

kuliah
Mengenyam pendidikan di luar negeri

Pria yang sering disapa Eddy ini menyelesaikan pendidikan strata satunya (sarjana) di University of South Wales, Australia, dengan jurusan Civil Engineering (Teknik Sipil) pada 1978.

Tidak menunggu waktu lama, pria kelahiran Jakarta, 11 Desember 1963 juga memperoleh gelar Master Engineering Science pada 1980 di universitas yang sama. Dengan kedua latar belakang pendidikan tersebutlah menjadi akar kesuksesan dari Eddy.

2. Mendirikan Emtek dan Menjadi Distributor Komputer

Setelah selesai mengenyam pendidikan, Eddy berusaha memulai bisnisnya sendiri. Saat usianya masih tergolong muda di tahun 1983, Eddy mendirikan sebuah perusahaan yang bernama PT. Elang Mahkota Teknologi Komputer.

Perusahaan tersebut, bergerak pada bidang teknologi dan berhasil mendapatkan hak eksklusif pendistribusian komputer dari brand Compaq, Melalui usahanya tersebut, perusahaan Eddy semakin sukses dan menjadi salah satu perusahaan raksasa yang ada di Indonesia.

Pada 1997, PT. Elang Mahkota Teknologi Komputer berubah nama menjadi PT. Elang Mahkota Teknologi Indonesia yang kita kenal hingga sekarang.

Saat ini, Eddy memegang jabatan sebagai Presiden Komisioner dari perusahaan tersebut, sedangkan yang menjadi presiden direktur adalah laki – laki berusia 51 tahun Sutanto Hartono. Sementara yang menjadi direkturnya adalah anak dari Eddy, Alvin Widarta Sariaatmadja.

3. Merambah ke Bisnis Media

logo tv
Dua media milik Eddy

Setelah sukses mengembangkan Emtek menjadi sebuah grup perusahaan raksasa dalam bidang teknologi di Indonesia, ternyata Eddy tidak puas sampai disitu saja. Januari 1999, Eddy mendirikan PT. Cipta Aneka Selaras yang kemudian berganti nama di tahun 2001 menjadi PT. Surya Cipta Media yang juga masih dibawah payung dari Emtek.

Sesuai dengan namanya, tujuan Eddy menciptakan perusahaan ini untuk merambah ke dunia industri media yakni berupa pertelevisian di Indonesia. Untuk melangkahkan kakinya dalam wilayah industri media ini, Eddy mengakuisisi saham dari PT. Surya Citra Televisi (SCTV), sehingga pada 2004, kepemilikan saham dari SCTV sudah sepenuhnya dimiliki oleh Eddy.

Tidak hanya berhenti disitu, Eddy terus mengepakkan sayapnya dalam industri media pertelevisian Indonesia. di tahun yang sama, PT. Surya Cipta Media (SCM) bekerja sama dengan grup media MRA dengan meluncurkan saluran televisi baru bernama O’Channel. Pada akhirnya, kepemilikan dari O’Channel dikuasai oleh Eddy pada tahun 2004.

Memiliki dua stasiun televisi di Indonesia ternyata masih belum membuat Eddy puas, Pada 2011, Eddy melakukan tiga hal sekaligus yang terbilang cukup besar dalam perjalanan bisnisnya ini. Pertama, Eddy mengakuisisi kepemilikan saham dari saluran televisi Indosiar. Kedua, Eddy meluncurkan sebuah saluran televisi berbayar bernama NexMedia. Ketiga, laki – laki yang penuh ambisi ini menciptakan sebuah production house (rumah produksi media) bernama Screenplay Productions.

Bahkan, pada tahun 2017, Eddy juga bekerja sama dengan Alibaba grup yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di China untuk menciptakan suatu sistem pembayaran online (fintech) di Indonesia.

Berkat ambisinya yang tinggi dan keinginan untuk terus mengembangkan bisnisnyanya dan hanya bermodalkan kemampuan manajemen dan latar belakang pendidikan, akhirnya Eddy sangat sukses dan mendapat julukan sebagai Raja dalam industri media di Indonesia.

Baca Juga: Filosofi Hidup BJ Habibie Menjadi Inspirasi Sukses buat Millenial

4. Melebarkan Sayap Ke Berbagai Sektor Bisnis Lainnya

  • Media Online

Kesuksesannya yang gemilang dalam industri media pertelevisian Indonesia masih saja belum membuat sang Raja Media ini berhenti. Eddy mencoba untuk berusaha memasuki dunia bisnis online dengan menciptakan PT. Kreatif Media Karya atau yang lebih dikenal dengan KMK Online.

Melalui perusahaannya tersebut, Eddy menceburkan dirinya dalam ranah bisnis ini dengan mengoperasikan beberapa situs online seperti Vidio.com, Liputan6.com, dan Bintang.com.

Karena ingin benar – benar terjun kedalam sektor ini, Eddy akhirnya mengakuisisi separuh dari saham KapanLagi Network (KLN) yang memayungi sejumlah portal online seperti Dream, Brilio, Bola, Merdeka, Fimela, dan tentu saja KapanLagi. Bahkan, ia juga menanamkan modalnya kedalam platform – platform online mulai dari BukaLapak.com hingga Karir.com.

  • Sektor Kesehatan

Sang Raja Media ini juga ikut terjun ke dalam bisnis sektor kesehatan dengan mendirikan Elang Medica Corpora (EMC) dan mengambil alih rumah sakit Usada Insani yang kemudian di rubah namanya menjadi EMC Hospital. Rumah sakit yang berlokasi di wilayah Tangerang itu diperbaharui kembali menjadi rumah sakit yang lebih canggih.

Tidak hanya itu saja, Eddy juga memiliki rumah sakit lain yang berada di wilayah Sentul, Bogor. Rumah sakit ini bernama Rumah Sakit Pertamedika Sentul City atau yang lebih dikenal dengan RS EMC Sentul. Rumah sakit yang satu ini menspesialisasikan diri untuk penyakit jantung dan hati.

Secara keseluruhan, bisnis Eddy Kusnadi Sariaatmadja yang dipayungi oleh Emtek sudah mencapai jumlah lebih dari 40 buah.

Baca Juga: Inspirasi Bisnis dari 5 CEO Brand Terkenal yang Tak Populer

5. Memiliki Dua Yayasan

ypp
Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih

Menjadi seorang pebisnis sukses tidak membuat Eddy melupakan keberadaan dirinya sebagai organisme sosial. Eddy tetap berusaha membantu sesama yang membutuhkan dengan mendirikan sebuah yayasan bernama Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih yang berada dibawah naungan SCTV dan Indosiar.

Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih atau yang biasa disebut YPP didirikan pada 11 November tahun 2015. Kegiatan YPP berfokus kepada empat bidang yaitu kemanusiaan, sosial, pendidikan, dan lingkungan/komunitas.

Selain mendirikan yayasannya sendiri, pada 2008 Eddy juga mengambil alih Yayasan Puteri Indonesia yang menaungi salah satu kontes kecantikan paling terkenal di Indonesia. Yayasan Puteri Indonesia berusaha meningkatkan peran dari perempuan dalam segala bidang yang terkadang dipandang sebelah mata, sehingga perlunya ada peningkatan potensi dari remaja putri di Indonesia untuk dapat menjadi panutan serta teladan bagi yang lainnya. Selain itu, ptri Indonesia yang terpilih juga akan dijadikan sebagai duta Indonesia dalam berbagai bidang untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia di ajang-ajang International.

6. Menjadi Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia

Berawal dari bisnisnya pada bidang teknologi, kemudian membuatnya menjadi distributor resmi Compaq hingga merambah ke dalam puluhan bisnis lainnya dalam berbagai sektor, Eddy berhasil mencatatkan namanya sebagai orang terkaya nomor 26 di Indonesia pada tahun 2017 menurut Forbes.

Dilansir dari Forbes, total kekayaan Eddy Kusnadi Sariaatmadja mencapai 1,3 miliar dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp.19 triliun.

Selain bisnis – bisnis yang sudah disebutkan sebelumnya, Eddy juga pernah menyelenggarakan sebuah acara internasional dengan mengundang Barack Obama sebagai salah satu pembicara pada pertengahan tahun 2017. Eddy juga pernah menanamkan modal sebesar 200 juta dollar Amerika Serikat untuk lisensi pengembangan fitur baru dalam aplikasi blackberry messenger di tahun 2016.

Jangan Takut untuk Mencoba

Semua kesuksesan bisnis dan kekayaan yang diperoleh Eddy Kusnadi Sariaatmadja tentu berkat ambisi dan kemauannya yang kuat sehingga timbul keberanian untuk terus berkembang dan melebarkan sayap bisnisnya. Anda juga bisa seperti dirinya, asalkan sudah menanamkan tekad yang bulat untuk sukses di dunia bisnis sejak dini. Beranikan diri untuk terus mencoba hingga pada akhirnya kesuksesan yang gemilang Anda dapatkan.

Baca Juga: 10 Rahasia para Orang Sukses