Empat Jenis Pembagian Biaya Kuliah di Tahun 2016? Ini Rinciannya

Dunia pendidikan yang menjadi idaman setiap individu masyarakat untuk dijalani memang akan selalu diperhatikan oleh setiap pihak dan golongan. Maka wajar bila kemudian dalam sistem pendidikan ini mengalami beberapa perubahan di sana-sini. Hal ini dilakukan oleh pemerintah demi mewujudkan pendidikan yang baik dan bermutu serta berkualitas ke depannya. Bila Anda adalah orang yang akan menjalani pendidikan atau orang yang bertanggung jawab pada pendidikan anak-anak Anda, maka mau tak mau Anda harus mengetahui berbagai informasi mengenai perubahan pada sistem pendidikan yang ada di Indonesia ini. Salah satu bentuk perubahan yang kini telah dimulai dalam sistem pendidikan terkhusus pada pendidikan tinggi adalah adanya pembagian biaya kuliah menjadi empat jenis.

Biaya kuliah memang sesuatu yang amat penting dan serius bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Maka, saat ada revisi atau perubahan pada biaya kuliah yang dimulai pada tahun 2016 ini, Anda mau tak mau harus mampu mengetahui dan memahaminya. Lalu seperti apakah bentuk perubahan konsep dan sistem pembagian biaya kuliah pada tahun 2016 ini? Berikut ulasannya.

Baca Juga: Kuliah Di Luar Negeri, Ini Cara Bertahan Hidup Di Sana

Empat Jenis Uang Kuliah Tunggal

Uang Kuliah Tunggal (UKT)

Uang Kuliah Tunggal (UKT) via expertbeacon.com

 

Pada tahun 2016 ini, telah resmi dikeluarkan kebijakan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir bahwa ada empat jenis uang kuliah tunggal (UKT) yang akan diterapkan di Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Aturannya sendiri sudah ada dan telah dikeluarkan pada bulan September 2015 silam. Adapun empat jenis UKT untuk tahun 2016 ini yaitu pertama, UKT untuk mahasiswa yang tidak mampu membayar biaya kuliah. Pada UKT yang pertama ini, mahasiswa akan dibebaskan 100 persen dari biaya perkuliahan. Biaya kuliahnya sendiri ditanggung oleh pemerintah melalui pengikutsertaan program BIDIK MISI.

Jenis UKT kedua adalah UKT untuk kelompok mahasiswa kurang mampu. UKT ketiga adalah UKT untuk mahasiswa yang kemampuan pembiayaan kuliahnya sedang. Dan yang keempat yaitu UKT untuk mahasiswa yang mampu membayar biaya perkuliahan. Lebih lanjut, Nasir menyatakan bahwa kemampuan finansial setiap peserta didik di bangku perguruan tinggi memang berbeda-beda. Maka dari itu, penerapan UKT pun memang harus disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing mahasiswa tersebut. Dari sini, biaya kuliah tidak boleh dipukul rata dan pembebasan biaya UKT tetap harus diterapkan hanya bagi yang mampu. Kalau diterapkan pada semua mahasiswa maka biaya operasional kampus bisa tidak tertutupi.

Baca Juga: 5 Cara Mencari Kerja Setelah Lulus Kuliah

Biaya Kuliah di Berbagai PTN

Biaya Kuliah

Biaya Kuliah via primaradio.co.id

 

Penerapan sistem dan konsep UKT ini memang telah diterapkan sejak tahun 2013 di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Tanah Air. Pada sistem yang meniadakan uang pangkal dan membagi rata beban biaya kuliah setiap semester ini juga telah diatur dan dikukuhkan penetapannya dalam Permendikbud Nomor 55 Tahun 2013. Ciri khas UKT sendiri adalah adanya pengelompokan pembayaran yang harus dipenuhi mahasiswa. Dari sini ketika melakukan registrasi dan pendaftaran maka setiap calon mahasiswa akan diminta untuk melaporkan data kondisi ekonomi keluarga. Dengan cara ini maka pihak kampus dapat melakukan pengaturan dan kemudian membebankan UKT sesuai kemampuan finansial orangtua/wali mahasiswa. Ingin tahu lebih jelas biaya kuliah di berbagai PTN? Berikut beberapa penjelasan data UKT dari berbagai PTN tersebut.

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Kampus ITB memiliki beberapa fakultas yang telah menjalankan UKT pada awal peraturan ini dimulai. Namun saat ini, hampir setiap fakultas telah menjalankan sistem UKT. Jadi setiap mahasiswa yang kuliah di sini bisa bebas biaya kuliah asal memenuhi kualifikasi UKT kategori yang pertama. Secara umum, mahasiswa di non-SBM harus membayar UKT Rp10 juta per semester. Sedangkan mahasiswa SBM dari jalur non-reguler dibebankan Rp20 juta per semester. UKT di kampus teknik ITB sendiri dibagi menjadi dua kelompok studi utama, yaitu di fakultas/sekolah non-Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) dan di SBM.

Institut Pertanian Bogor (IPB)

Jika Anda atau anak Anda berniat kuliah di IPB, maka ketahui bahwa UKT di kampus ini dibagi menjadi tiga kelompok bidang studi utama yaitu Sosial Ekonomi, Sains, dan Teknologi serta Kedokteran Hewan dan Bisnis. Pada kelompok bidang studi sosial-ekonomi misalnya, ada pembagian lima kelompok kemampuan ekonomi yaitu:

  • Kelompok pertama akan dibebaskan biaya kuliahnya.
  • Mahasiswa golongan II diharuskan membayar Rp2,4 juta setiap semester.
  • Golongan III membayar Rp5 juta per semester.
  • Sedangkan golongan IV wajib membayar biaya UKT Rp7 juta/semester
  • Golongan V sendiri wajib membayar UKT sebesar Rp9 juta/semester

Pada kelompok studi sains dan teknologi sendiri ada perbedaan pembagian UKT yaitu pada golongan II yang harus membayar Rp6 juta/semester, Rp8 juta/semester untuk mahasiswa golongan IV dan Rp10 juta/semester untuk mahasiswa golongan V. Sedangkan pada bidang studi Kedokteran Hewan dan Bisnis, perbedaan muncul pada mahasiswa golongan III yang diharuskan membayar Rp7 juta per semester. Mahasiswa golongan IV dibebankan Rp9 juta/semseter dan juga mahasiswa golongan V yang diwajibkan membayar Rp11 juta setiap semesternya.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

ITS yang berada di kota Surabaya memiliki beban UKT yang dibagi berdasarkan pendapatan orangtua/wali dengan rincian sebagai berikut:

  • Golongan I: pendapatan Rp0 – Rp1,59 juta; UKT Rp500 ribu;
  • Golongan II: pendapatan Rp1,60 juta – Rp2 juta; UKT Rp1 juta;
  • Golongan III: pendapatan Rp2,01 juta – Rp3 juta; UKT Rp2,5 juta;
  • Golongan IV: pendapatan Rp3,01 juta – Rp4 juta; UKT Rp4 juta;
  • Golongan V: pendapatan Rp4,01 juta – Rp5 juta; UKT Rp5 juta;
  • Golongan VI: pendapatan Rp5,01 juta – Rp6 juta; UKT Rp6 juta;
  • Golongan VII: pendapatan Rp6,01 juta – Rp7 juta; UKT Rp7,5 juta.

Sementara itu, mahasiswa program Double Degree Marine Engineering dibebankan Rp19,7 juta pada semester pertama dan Rp17,5 juta pada semester berikutnya.

Universitas Airlangga (Unair)

Perguruan tinggi negeri di Surabaya lainnya yaitu Universitas Airlangga mempunyai aturan pembagian golongan UKT menjadi 6 kelompok untuk semua program studi yaitu:

  • Golongan I yang harus membayar Rp500 ribu/semester
  • Golongan II harus membayar Rp1 juta/semester
  • Golongan III harus membayar Rp2 juta sampai 7,5 juta/semester
  • Golongan IV sendiri harus membayar antara Rp4 juta hingga Rp15 juta/semseter
  • Golongan V harus membayar UKT antara Rp6 juta hingga Rp20 juta/semester
  • Golongan IV sendiri adalah mahasiswa penerima Bidikmisi yang bebas biaya kuliah. Mereka ini sebenarnya dibebankan biayaUKT sebesar Rp2,4 juta/semseter, namun biaya ini semuanya ditanggung oleh pemerintah.

UKT paling tinggi di Unair dibebankan pada mahasiswa Pendidikan Kedokteran. Sedangkan UKT paling rendah tersebar di berbagai prodi seperti Sosiologi, Ilmu Politik, Antropologi, Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Sastra Indonesia dan Ilmu Sejarah.

Universitas Diponegoro (Undip)

Terakhir, data pada kampus Undip ini bisa Anda jadikan rujukan untuk anak-anak Anda yang akan kuliah. Pada kampus yang berlokasi di Semarang ini ada tujuh kelompok UKT yang berlaku pada semua prodi yaitu:

  • Golongan I yang hanya dibebankan UKT Rp500 ribu per semester
  • Golongan II yang harus membayar Rp1 juta/semseter
  • Golongan III, diharuskan membayar biaya UKT antara Rp2 juta/semester hingga 6 juta/semester
  • Golongan IV, mahasiswa diharuskan membayar biaya UKT antara Rp2,75 juta/semester hingga Rp10 juta/semseter
  • Golongan V, diharuskan membayar biaya UKT antara Rp3,5 juta/semester hingga 12,5 juta/semester
  • Golongan VI, diharuskan membayar biaya UKT antara Rp4,25 juta/semester hingga 15 juta/semester
  • Golongan VII, diharuskan membayar biaya UKT antara Rp4,75 juta/semester hingga 19 juta/semester

Prodi dengan UKT tertinggi di kampus Undip sendiri adalah Pendidikan Kedokteran. Sedangkan UKT paling rendah ada pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Pendidikan Bekal Masa Depan

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai empat jenis pembagian biaya kuliah di tahun 2016 dan penjelasan data UKT dari berbagai PTN (Perguruan Tinggi Negeri) tersebut. Dari sini maka Anda sebagai orang yang akan menjalankan pendidikan di perguruan tinggi negeri atau orang yang bertanggungjawab atas pendidikan anak-anak maka mau tak mau Anda harus mengetahui informasi ini.

Baca Juga: 10 Cara Berhemat Saat Kuliah