Fakta atau Mitos Seputar Keamanan Cyber untuk Pengguna Internet

Berselancar di internet sudah menjadi kegiatan yang rutin dilakukan oleh sebagian besar orang saat ini. Internet menjadi tempat untuk mengakses segala jenis informasi. Urusan pekerjaan, kini juga lebih mudah dengan adanya internet. Walaupun bermain internet sangat menyenangkan, tapi kita tetap harus waspada. Terdapat beberapa fakta atau mitos yang perlu kita ketahui, agar kita lebih waspada lagi saat bermain internet.

Jika kita membuka internet, sebaiknya berhati-hati terhadap beberapa situs atau link website yang kemungkinan berbahaya. Jangan tergoda untuk membuka situs yang tidak jelas dan kurang dapat dipercaya. Sebuah riset di Amerika Pew Research telah mengungkapkan bahwa sejumlah orang terkadang berfikir, mungkin berita tentang situs berbahaya itu hanya hoax. Dibandingkan menduga-duga seperti itu, sebaiknya kita mengetahui tentang fakta atau mitos seputar dunia cyber.

Berikut ini fakta atau mitos yang beredar di kalangan pengguna cyber:

Baca Juga: Gunakan Cara Ini agar Terhindar dari Penipuan Pinjaman Online

1. E-mail Kita Aman (Fakta)

E-mail
E-mail

Salah satu kegiatan yang sering dilakukan lewat internet adalah berkirim e-mail. Seiring berkembangnya teknologi saat ini, pesan yang terdapat dalam e-mail sudah dienkripsi oleh pihak layanan e-mail terkait. Sehingga, antara pengirim dan penerima e-mail akan lebih aman untuk saling berkirim pesan pribadi misalnya.  

Saat ini, penyedia layanan e-mail yang terbaik dan sudah menerapkan enskripsi seperti itu, adalah Google dan Yahoo. Jika kamu masih memiliki e-mail yang bukan dari kedua layanan tersebut, sebaiknya segera beralih untuk keamanan lebih maksimal.

2. Private Browsing Selalu untuk Pribadi (Fakta)

Private Browsing
Private Browsing

Saat kita berselancar di internet dengan mode pribadi, hal tersebut bisa mencegah agar browser sejenis Chrome, Firefox, atau Safari yang terdapat dalam internet akan menjadi pengumpul data untuk para penggunanya.  Namun penyedia layanan internet seperti  Comcast, masih bisa melihat aktifitas pribadi sejenis, sehingga cukup berbahaya.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

3. Matikan GPS Untuk Meniadakan Pelacakan Lokasi (Mitos)

GPS
GPS

GPS yang terdapat pada smartphone kita adalah sebuah fitur yang dapat memberitahukan mengenai keberadaan kita dimana saja. sebagian orang yang ingin merasa lebih aman, cukup sering mematikan  fitur GPS di handphonenya, agar tidak mudah terlacak orang lain. Tapi, dengan mematikan GPS, sepertinya keberadaan kita masih bisa terlacak. Terlebih, jika smartphone kita terhubung dengan koneksi wifi dan BTS.

4. Password dapat Melindungi Data Kita

password
Password

Segala jenis aktifitas online kita, seperti membuat e-mail, membuka sosial media atau belanja online, dasarnya memerlukan sebuah data pribadi dari penggunanya. Biasanya aktifitas kita akan lebih aman, jika kita menuliskan alamat e-mail dan password yang bersifat rahasia. Sebaiknya, gunakan kombinasi kata sandi yang rumit, agar tidak mudah diretas oleh para hacker yang kurang bertanggung jawab.

Baca Juga: Kenali Modus Penipuan ATM dan Kartu Kredit

Hindari Wifi Gratisan yang Akan Mengancam Keamanan Data Pribadi

Hal yang paling berbahaya yang sering terjadi di dunia cyber adalah peretasan data. Hal tersebut bisa terjadi karena smartphone kita terhubung dengan jaringan Wifi yang gratisan. Jika bukan wifi resmi seperti di rumah, kantor atau kampus, sebaiknya tidak digunakan. Jaringan wifi gratisan, dimanfaatkan para hacker yang tidak bertanggung jawab, untuk meretas data pribadi Anda.

Baca Juga: Ini Modus Kejahatan yang Mengincar Uang Elektronik dan Cara Antisipasinya