Fakta-fakta Menarik Lebaran di Indonesia yang Harus Kamu Tahu

Tak terasa, bulan puasa hampir berakhir. Para umat Muslim bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam pun merayakannya dengan penuh suka cita. Idul Fitri dilihat sebagai hari kemenangan, setelah sebulan penuh menahan lapar dan hawa nafsu. 

Di setiap negara, masyarakat Muslim tentu merayakan Lebaran dengan cara dan tradisi yang berbeda-beda. Nah begitupula di Indonesia, memiliki ciri khas dalam merayakan hari kemenangan ini. Apa saja sih fakta dan tradisi Hari Raya Lebaran di Tanah Air? Simak ulasannya berikut.

Baca Juga: Doyan Belanja Online saat Ramadan, Survei: Netizen RI Bisa Habiskan THR Rp 1,2 Juta

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Ketupat

Ketupat via colourfoodoftaste.files.wordpress.com

Setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, hiasan ketupat sudah terpajang di mana-mana, termasuk di mal atau pusat perbelanjaan. Ketupat sudah menjadi tradisi Lebaran yang begitu melekat di Tanah Air. Sampai-sampai simbol di kartu ucapan, parsel, dan lokasi publik menggunakan gambar ketupat.

Saat Lebaran, ketupat bukan cuma gambar atau hiasan. Tapi menjadi menu yang enak disantap. Selalu terhidang di meja makan untuk menemani keluarga merayakan hari nan fitri. Kulit ketupat terbuat dari anyaman daun kelapa atau janur, yang diisi beras, kemudian dimasak hingga menjadi nasi yang padat dan berbentuk seperti ketupat.

Biasanya sih dimakan bersama opor ayam, rendang, sambal goreng ati, sate ayam, maupun sayur labu siam. Rasanya sungguh nikmat, lezat, apalagi sambil ngumpul dengan orangtua dan sanak saudara. 

Konon, Sunan Kalijaga adalah orang yang memperkenalkan ketupat sebagai hidangan Lebaran ke masyarakat Jawa. Ketupat juga memiliki filosofi dengan 3 makna di hari Lebaran. Pertama, anyaman yang rumit mencerminkan banyaknya kesalahan manusia di berbagai aspek kehidupan.

Kedua, kesempurnaan. Dengan rumitnya anyaman, tapi akhirnya menjadi satu kesatuan, sama seperti kesatuan umat Muslim di seluruh dunia pada Hari Raya Idul Fitri. Terakhir adalah kesucian hati yang terlihat dari ketupat yang dibelah dua dan terlihat warna putih di dalamnya.

2. Baju Baru

Baju baru via cdn.klimg.com 

Belanja pakaian baru menjelang Lebaran? Sudah tidak asing lagi di Indonesia. Membeli baju baru seperti sudah menjadi keharusan bagi sebagian orang. Kurang afdol rasanya jika Lebaran enggak pakai baju baru. Pantas saja, setiap bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, mal atau pusat perbelanjaan sesak dipenuhi pengunjung. Banyak merchant menawarkan banjir diskon, harga spesial, dan promo menarik lain. 

Ada pendapat bahwa dengan memakai baju baru di Lebaran merupakan simbol dari hari Lebaran itu sendiri, yakni kembali fitri dan suci seperti bayi yang baru lahir.  Tapi yang perlu diingat adalah tidak memaksakan diri untuk membeli baju baru, apalagi sampai menghambur-hamburkan uang THR maupun gaji karena yang terpenting adalah berlebaran dengan hati yang bersih. 

3. Mudik

Mudik via blog.icbali.com

Mudik sebenarnya berasal dari bahasa Jawa "mulih dhisik" yang berarti “pulang dulu." Kemudian diangkat menjadi bahasa nasional untuk mendeskripsikan kegiatan para perantau kembali ke kampung halamannya.

Mudik merupakan tradisi saban tahun di Indonesia menjelang Lebaran. Pulang kampung untuk bersilaturahmi dengan orangtua, kakak, adik, om, tante, keponakan, dan sanak saudara lain. Biasanya keluarga besar akan berkumpul saat Idul Fitri. Puncak arus mudik umumnya seminggu sebelum Lebaran. 

Dari jauh-jauh hari, masyarakat sudah berebut dan berburu tiket mudik bagi yang ingin menggunakan angkutan umum, seperti bus, kereta api, pesawat, kapal laut. Hal ini supaya tidak kehabisan tiket dan mencari harga termurah, mengingat kalau pesan di waktu yang dekat dengan keberangkatan atau mendadak, harganya sangat mahal. Bisa-bisa malah enggak dapat tiket. 

Antusias warga untuk mudik Lebaran begitu tinggi setiap tahun. Ini ditunjukkan dengan data Kementerian Perhubungan mengenai lonjakan pemudik. Pada 2017, tercatat ada 20 juta pemudik. Lalu naik menjadi 21,6 juta pemudik pada tahun lalu. Untuk 2019, diperkirakan jumlah pemudik akan mencapai sekitar 23 juta orang. Pantas saja jika mudik di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. Tak heran bila pemerintah mempersiapkan strategi atau kebijakan tepat untuk menyukseskan mudik Lebaran. 

Makna mudik sebetulnya adalah agar setiap orang mengingat kembali tempat kelahiran dan di mana ia dibesarkan. Kamu bisa merantau atau mengembara sejauh mungkin, tapi jangan lupakan kampung halamanmu, apalagi orangtuamu. Namun para perantau kerap memanfaatkan momen mudik untuk menunjukkan keberhasilan atau kesuksesan di perantauan. Lebaran yang biasanya libur panjang merupakan saat yang tepat untuk istirahat dari kesibukan pekerjaan. 

4. THR

uang thr Uang THR

Tunjangan Hari Raya, atau biasa disingkat THR, merupakan tradisi yang tidak lepas dari Lebaran. Pembayaran THR merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat, terutama yang berprofesi sebagai karyawan karena THR sudah menjadi kewajiban perusahaan atau pemberi kerja. Jika tidak dibayarkan, perusahaan bisa terkena sanksi. 

Berkah THR yang diterima setiap pekerja, biasanya akan digunakan untuk berbagai keperluan, seperti membeli baju baru, mudik, membayar utang, bersedekah, sampai memberikan salam tempel ke anak-anak. Jadi kalau ada anak-anak kecil bersilaturahmi ke rumah, apakah itu anak tetangga, keponakan, sepupu, dan sanak saudara lain yang masih sekolah atau belum bekerja, dibagikan THR.

5. Kue Lebaran

kue lebaran Kue Nastar

Saat Lebaran, setiap orang mulai memenuhi meja tamu dengan berbagai macam kue untuk menjamu tamu yang datang berkunjung. Ada kue nastar, kastengel, putri salju, kue kacang, biji ketapang, biskuit, bahkan ada yang menyuguhkan kolang kaling, agar-agar, dan panganan lain. Biasanya 2 minggu atau seminggu sebelum Lebaran, ibu-ibu sudah sibuk bikin kue kering. Apakah itu untuk sendiri maupun dijual. 

Baca Juga: Tips Lebaran Tetap Asyik Meski Tanpa THR

6. Malam Takbiran

Malam takbiran via kristupa.files.wordpress.com

Persis di malam sebelum Lebaran, biasanya ada tradisi takbir keliling. Para anak muda berkumpul membawa bedug, bunyi-bunyian lain, dan keliling kampung atau komplek sambil bertakbir. Suara takbir juga berkumandang di seluruh Masjid dengan pengeras suara menambah ramai suasana malam Lebaran. Kalau di desa, takbir keliling biasanya membawa obor untuk penerangan jalan. Tradisi malam takbiran ini bisa dibilang sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia. 

7. Update di Media Sosial

media sosial Media Sosial

Tak lengkap rasanya jika tidak berbagi kebahagian saat Lebaran dengan orang lain. Maka dari itu, sebagian orang memilih untuk posting momen berharga tersebut di sosial media mereka, seperti Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, dan sosmed lain. Biasanya yang dilakukan update status, mengunggah solat ied, foto bersama keluarga, hingga posting video kumpul-kumpul maupun jalan-jalan bareng keluarga dengan menggunakan hashtag

Faktanya hal semacam ini sudah menjadi budaya. Jadi siap-siap timeline kamu bakal penuh dengan update-an perayaan Lebaran dari teman-temanmu. Termasuk mereka yang jalan-jalan ke luar negeri untuk merayakan libur panjang Lebaran. 

8. Belanja Online 

Belanja Online
Belanja Online 

Belanja online sudah menjadi tren sekarang ini. Apalagi saat puasa dan menjelang Lebaran, trafiknya naik. Belanja online saat ini lebih digandrungi ketimbang offline. Belanja baju, gadget, sampai sembako atau kebutuhan pangan jadi lebih praktis, mudah, dan murah karena biasanya banyak promo menarik yang ditawarkan.

Menurut hasil survei ShopBack Insights 2019 mengenai Perilaku Belanja Online saat Ramadan dari 6.500 responden, rata-rata belanja online warganet pas Ramadan sekitar Rp1,2 juta. Sebanyak 53,5% atau 3.478 warganet mengaku akan mengalokasikan seperempat atau 25% THR mereka untuk belanja online. Tapi ada juga segelintir Netizen yang ingin menghabiskan 76-100% duit THR buat belanja online. 

Barang atau produk yang paling banyak dibeli pria dan wanita saat Ramadan, untuk pria: produk digital (pulsa, token PLN, paket data, voucher game), fesyen, kebutuhan sehari-hari, barang elektronik, serta produk rumah tangga. Sementara wanita: produk fesyen, kecantikan, produk digital, kebutuhan sehari-hari, dan produk rumah tangga.

9. Jalan-jalan

Jalan-jalan
Jalan-jalan

Untuk mengisi libur panjang Lebaran, baik yang mudik maupun yang tidak, biasanya akan menghabiskan waktu untuk jalan-jalan. Pantas ya kalau hampir banyak tempat wisata kebanjiran pengunjung. Pengunjung tempat wisata bisa membludak, seperti di Ancol, Dufan, Kebun Binatang Ragunan, TMII, Monas, Waterbom, Snowbay, Taman Safari, The Jungle, dan tempat wisata lain. 

Bisa berkumpul bareng keluarga besar, pergi dan tertawa bersama, berbagi cerita merupakan kebahagiaan hakiki yang tidak ternilai. Kapan lagi, kan jarang-jarang juga. Mumpung momen Lebaran, silaturahmi. Dengan silaturahmi, memperpanjang umur dan melancarkan rezeki. 

Buat yang enggak mudik, libur panjang Lebaran juga biasanya dimanfaatkan untuk plesiran, baik ke tujuan wisata dalam maupun luar negeri. Terkadang ada yang sudah membeli tiket, mempersiapkan jauh-jauh hari, memang khusus untuk liburan saat Lebaran. 

Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri

Begitulah fakta dan tradisi unik merayakan Lebaran di Indonesia. Tradisi manakah yang sering diikuti atau yang terkenal di daerah asal Anda? Apapun tradisinya, satu yang pasti di Hari Kemenangan nanti dapat menjadi hari kemenangan bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik, saling menghargai dan menghormati sesama. Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi Anda yang merayakan! 

Baca Juga: 10 Tradisi Lebaran Yang Unik Di Berbagai Negara