Faktor Penentu yang Membuat Pengajuan KTA Anda Disetujui

Apakah Anda adalah seorang karyawan, pegawai, atau tenaga profesional yang dirasa sudah memenuhi syarat untuk mengajukan KTA dan saat ini Anda sedang ragu-ragu atau khawatir untuk mengajukan KTA apakah nanti kira-kira disetujui atau tidak? Kekhawatiran tersebut biasanya terkait dengan beberapa faktor penentu disetujui atau tidaknya dan terkait dengan besaran nilai yang kira-kira pasti disetujui oleh pihak bank ketika Anda mengajukan pinjaman.

Kembali kami singgung sedikit mengenai KTA atau yang akrab dengan istilah pinjaman paling mudah yang bisa didapatkan tanpa menggunakan jaminan aset. Sejauh ini KTA juga terkenal cukup berani dengan besaran nilai yang cukup besar yang bisa dipinjamkan serta proses pencairan dana yang sangat mudah. Satu hal yang perlu diketahui, mengingat kredit jenis ini tanpa agunan maka syarat utama untuk mengajukan KTA adalah pinjaman ini khusus bagi Anda yang memiliki penghasilan tetap minimal Rp2 juta setiap bulan. Apakah cukup hanya itu saja? Tentu tidak, ada banyak faktor lain yang jadi penentu. Mari kita lihat uraian lengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Belum Yakin Melakukan Aplikasi KTA? Cek Ini Dulu!

Faktor Penentu Pengajuan KTA Disetujui oleh Bank

Faktor Penentu Persetujuan KTA

Faktor Penentu Persetujuan KTA via bancaresponsable.com

 

Terlepas dari syarat minimal penghasilan, ternyata masih ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi orang meskipun sudah memenuhi syarat utama yang disebutkan. Pada kenyataannya masih ada faktor-faktor penentu yang berperan sangat penting untuk disetujui atau tidaknya ketika Anda mengajukan KTA. Faktor tersebut diantaranya adalah kepemilikan Kartu Kredit, NPWP dan lain sebagainya. Untuk lebih lengkapnya mari kita simak penjelasan tuntasnya pada sub-sub poin berikut ini.

  • Penghasilan Rutin Minimal  Rp2-3 juta
    Penghasilan merupakan hal pertama yang menjadi tolak ukur pihak bank dalam mengevaluasi pengajuan KTA Anda. Setiap bank memiliki standar yang berbeda dalam menentukan kelayakan pendapatan seseorang dalam mendapatkan pinjaman tanpa agunan. Namun demikian, jika Anda ingin memastikan untuk mendapatkan pinjaman, minimal Anda memiliki gaji atau penghasilan rutin setiap bulannya sebesar Rp2-3 juta. Sebagai pembuktian, untuk pegawai dan karyawan tetap ini sangat mudah, Anda tinggal menunjukkan slip gaji. Akan tetapi bagaimana jika Anda bukanlah orang yang berprofesi dari keduanya atau katakanlah Anda seorang pengusaha?

    Tidak sulit untuk membuktikan penghasilan Anda. Cukup dengan laporan keuangan itu sudah cukup bagi pihak bank untuk mengevaluasi penghasilan Anda, meskipun laporan keuangan tersebut dalam bentuk yang sederhana misalnya slip rekening selama 3 bulan terakhir atau yang lainnya.
  • Kepemilikan NPWP
    Ini yang tidak kalah penting, yaitu kepemilikan NPWP. Sudah banyak kasus kegagalan dalam pengajuan KTA hanya karena faktor sepele ini. Mestinya jika Anda adalah seorang karyawan, pegawai atau pengusaha, sudah wajib untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak karena Anda adalah orang yang bekerja atau memiliki pekerjaan. Bank akan menggunakan NPWP untuk melihat histori pembayaran pajak. Nah, jika untuk mempermudah pengajuan KTA, mulai sekarang Anda sudah harus wajib rutin untuk bayar pajak. Ini akan sangat membantu ketika Anda kepepet dalam hal keuangan. Jika Anda rajin membayar pajak, maka pihak bank akan dengan mudahnya menyetujui permohonan KTA. Terkait NPWP, inilah yang paling penting, yaitu besaran kredit yang akan disetujui oleh pihak bank. Maka dari itu, jangan meremehkah hal ini.

Baca Juga: Pilih KTA atau KMG? Pelajari Dulu Perbedaannya

  • Kepemilikan Kartu Kredit
    Banyak bank yang sudah mempersyaratkan kartu kredit sebagai persyaratan pokok dalam pengajuan KTA dan ini akan sangat mempengaruhi besaran nilai kredit yang bisa dipinjamkan oleh pihak bank. Jika Anda belum punya, sebaiknya segera untuk mendapatkan kartu kredit dan buang jauh-jauh sikap anti terhadap kartu kredit. Jika Anda sudah memilikinya, saatnya untuk evaluasi diri dan mulai untuk menggunakan kartu kredit dengan bijak untuk mendapatkan track record yang baik. Ini adalah ujian ketiga yang wajib Anda selesaikan untuk mendapatkan nilai kredit yang besar jika Anda berencana untuk mengajukan KTA. Dengan kartu kredit pihak bank akan mengevaluasi seberapa rajin Anda membayar tagihan. Jika tagihan Anda tidak bermasalah, maka jangan khawatir, semua akan berjalan dengan mulus dan pihak bank akan dengan sangat mudah menyetujui angka yang Anda ajukan.

    Terkait dengan kartu kredit, biasanya untuk mengajukan KTA adalah kartu kredit yang sudah 1 tahun lebih pemakaian. Selain itu, untuk berhati-hati dan segera dapat pinjaman maka sebaiknya nilai pinjaman yang Anda ajukan tidak melebihi batas limit yang telah ditentukan. Biasanya, pihak bank akan menyetujui nilai KTA hanya 5 kali lipat dari limit kartu kredit. Jadi misalnya limit kartu kredit Anda adalah Rp. 10 juta, maka ajukan KTA sebesar Rp50 juta dan jangan lebih. Dengan begitu maka kemungkinan besar pihak bank akan segera menyetujui.
  • Terkait dengan Rekening Koran
    Untuk poin nomor 4 ini ada sedikit keganjilan sebenarnya. Ada pihak yang menyarankan bahwa besaran nilai pengajuan KTA tidak boleh lebih dari jumlah saldo yang ada di rekening. Namun pada nomor 3 tadi sudah ada persyaratan limit kartu kredit. Berarti Anda harus berjuang ekstra keras untuk merayu pihak bank agar pinjaman dapat segera disetujui.

    Kami mengambil kesimpulan bahwa sebaiknya juga begitu, yaitu ajukan nilai KTA tidak lebih dari jumlah saldo yang ada di rekening Anda. Ini mungkin sebagai langkah hati-hati bank dalam menyetujui permohonan Anda. Dan apabila terjadi macet kredit, tabungan inilah yang mungkin akan dijadikan sebagai jaminan.

    Sebagai syarat pokoknya, terkait dengan rekening bank yang menjadi persyaratan dalam pengajuan KTA, pastikan data diri Anda sama persis dengan yang tertera di buku tabungan.
  • Bagaimana Histori Kredit Anda?
    Ada istilah yang perlu Anda ketahui, yaitu istilah BI checking. Apa itu? BI checking merupakan fasilitas yang digunakan oleh pihak bank dalam melihat histori atau riwayat kredit seseorang yang telah tersimpan rapi di Bank Indonesia. Riwayat ini adalah rekam jejak tentang performa pembayaran Anda ketika kredit. Untuk orang yang pernah terkena black list atau istilahnya kredit macet yang sudah parah, maka kemungkinan besar akan ditolak ketika mengajukan KTA. Anda pernah mengalami kredit macet? Maka kami berharap tidak separah itu dan permohonan Anda tetap disetujui meskipun biasanya berdampak pada nilai besaran kredit. Tetap semangat dan mulai menata kembali kondisi keuangan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Dapatkan Pinjaman dengan Aman dan Nyaman

Kalau kita melihat dari beberapa faktor di atas, ternyata untuk mengajukan KTA tidak boleh sembrono dan harus menggunakan strategi yang pas dan sudah dipersiapkan dengan matang. Mudah-mudahan artikel ini bisa menjawab kekhawatiran Anda mengenai faktor penentu nilai KTA dan dapat menjadi bawah renungan tentang beberapa hal yang wajib Anda hindari agar permohonan KTA dapat dengan mudah disetujui oleh pihak bank.

Baca Juga: Takut KTA Konvensional Haram? Pakai KTA Syariah Saja!