Gaji PNS 2016, Apakah Ada Kenaikan?

Banyaknya isu yang beredar mengenai ketidakpastian gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil) di tahun 2016 sempat menimbulkan keresahan dikalangan PNS. Sehingga informasi yang akurat mengenai kenaikan gaji PNS 2016 merupakan informasi yang selalu ditunggu-tunggu oleh para PNS. Sebelumnya sempat beredar isu dikalangan PNS yang diyakini berasal dari internal Wakil Rakyat Senayan, bahwa Indonesia sedang mengalami defisit anggaran negara yang dapat membuat ASN (Aparatur Sipil Negara) yaitu PNS gajinya batal cair. Namun isu ini segera diklarifikasi oleh MenPAN-RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) yang mengatakan bahwa isu tersebut tidak benar.

Hal ini terjadi mengingat gaji PNS merupakan pengeluaran rutin negara yang sudah dimasukkan kedalam APBN, sehingga dapat dipastikan bahwa PNS tetap menerima gaji. Sedangkan mengenai Gaji PNS ke-13, dijelaskan bahwa gaji PNS ke-13 juga sudah dimasukkan kedalam APBN. Kenaikan gaji PNS dilakukan secara berkala, sedangkan gaji ke-13 merupakan pengeluaran rutin negara tiap tahun.

Gaji Ke-13 dan Ke-14 PNS

Gaji PNS ke-13 dan 14 dalam Satu Tahun

Gaji PNS ke-13 dan 14 dalam Satu Tahun via murianews.com

 

Pemerintah melalui Kemenkeu (Kementerian Keuangan) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan aparatur pemerintah dengan tetap memperhatikan tingkat inflasi. Salah satu cara yang digunakan untuk memacu produktivitas dan peningkatan pelayanan publik adalah dengan memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) bagi PNS.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh PNS akan memperoleh THR pada tahun 2016, selain gaji ke-13 yang biasa diperoleh setiap tahun dan dicairkan pada pertengahan ‎tahun. Sehingga gaji take home pay para abdi negara akan mengalami peningkatan mulai 2016. Selain itu, peniadaan kenaikan gaji setiap tahun dan memilih memberikan THR karena alasan efisiensi dan untuk menghindari risiko kekurangan dana di PT Taspen (Persero).

Sebelum membahas gaji bulanan PNS tahun 2016, sebaiknya perhatikan tabel gaji PNS tahun 2015 berikut ini:

GAJI PNS GOLONGAN I TAHUN 2015

MKG

GOLONGAN I

A

B

C

D

0

  1.486.500

     

1

       

2

  1.533.400

     

3

 

  1.623.400

  1.692.100

  1.763.600

4

  1.581.700

     

5

 

  1.674.500

  1.745.400

  1.819.200

6

  1.631.500

     

7

 

  1.727.300

  1.800.300

  1.876.500

8

  1.682.900

     

9

 

  1.781.700

  1.857.000

  1.935.600

10

  1.735.900

     

11

 

  1.837.800

  1.915.500

  1.996.500

12

  1.790.500

     

13

 

  1.895.700

  1.975.800

  2.059.400

14

  1.846.900

     

15

 

  1.955.400

  2.038.100

  2.124.300

16

  1.905.100

     

17

 

  2.016.900

  2.102.300

  2.191.200

18

  1.965.100

     

19

 

  2.080.500

  2.168.500

  2.260.200

20

  2.027.000

     

21

 

  2.146.000

  2.236.800

  2.331.400

22

  2.090.800

     

23

 

  2.213.600

  2.307.200

  2.404.800

24

  2.156.700

     

25

 

  2.283.300

  2.379.900

  2.480.500

26

  2.224.600

     

27

 

  2.355.200

  2.454.800

  2.558.700

GAJI PNS GOLONGAN II TAHUN 2015

MKG

Golongan II

A

B

C

D

0

  1.926.000

     

1

  1.956.300

     

2

       

3

  2.017.900

  2.103.300

  2.192.300

  2.285.000

4

       

5

  2.081.500

  2.169.500

  2.261.300

  2.357.000

6

       

7

  2.147.000

  2.237.900

  2.332.500

  2.431.200

8

       

9

  2.214.700

  2.308.300

  2.406.000

  2.507.800

10

       

11

  2.284.400

  2.381.100

  2.481.800

  2.586.700

12

       

13

  2.356.400

  2.456.000

  2.559.900

  2.668.200

14

       

15

  2.430.600

  2.533.400

  2.640.600

  2.752.300

16

       

17

  2.507.100

  2.613.200

  2.723.700

  2.838.900

18

       

19

  2.586.100

  2.695.500

  2.809.500

  2.928.300

20

       

21

  2.667.500

  2.780.400

  2.898.000

  3.020.600

22

       

23

  2.751.600

  2.867.900

  2.989.300

  3.115.700

24

       

25

  2.838.200

  2.958.300

  3.083.400

  3.213.800

26

       

27

  2.927.600

  3.051.400

  3.180.500

  3.315.100

28

       

29

  3.019.800

  3.147.600

  3.280.700

  3.419.500

30

       

31

  3.114.900

  3.246.700

  3.384.000

  3.527.200

32

       

33

  3.213.000

  3.348.900

  3.490.600

  3.638.200

GAJI PNS GOLONGAN III TAHUN 2015

MKG

Golongan III

A

B

C

D

0

  2.456.700

  2.560.600

  2.668.900

  2.781.800

1

       

2

  2.534.000

  2.641.200

  2.752.900

  2.869.400

3

       

4

  2.613.800

  2.724.400

  2.839.700

  2.959.800

5

       

6

  2.696.200

  2.810.200

  2.929.100

  3.053.000

7

       

8

  2.781.100

  2.898.700

  3.021.300

  3.149.100

9

       

10

  2.868.700

  2.990.000

  3.116.500

  3.248.300

11

       

12

  2.959.000

  3.084.200

  3.214.700

  3.350.600

13

       

14

  3.052.200

  3.181.300

  3.315.900

  3.456.200

15

       

16

  3.148.300

  3.281.500

  3.420.300

  3.565.000

17

       

18

  3.247.500

  3.384.900

  3.528.100

  3.677.300

19

       

20

  3.349.800

  3.491.500

  3.639.200

  3.793.100

21

       

22

  3.455.300

  3.601.400

  3.753.800

  3.912.600

23

       

24

  3.564.100

  3.714.900

  3.872.000

  4.035.800

25

       

26

  3.676.400

  3.831.900

  3.994.000

  4.162.900

27

       

28

  3.792.100

  3.952.600

  4.119.700

  4.294.000

29

       

30

  3.911.600

  4.077.000

  4.249.500

  4.429.300

31

       

32

  4.034.800

  4.205.400

  4.383.300

  4.568.800

33

       

GAJI PNS GOLONGAN IV TAHUN 2015

MKG

GOLONGAN IV

A

B

C

D

E

0

2.899.500

3.022.100

3.149.900

3.283.200

3.422.100

1

         

2

2.990.800

3.117.300

3.249.100

3.386.600

3.529.800

3

         

4

3.085.000

3.215.500

3.351.500

3.493.200

3.641.000

5

         

6

3.182.100

3.316.700

3.457.000

3.603.300

3.755.700

7

         

8

3.282.400

3.421.200

3.565.900

3.716.700

3.874.000

9

         

10

3.385.700

3.528.900

3.678.200

3.833.800

3.996.000

11

         

12

3.492.400

3.640.100

3.794.100

3.954.600

4.121.800

13

         

14

3.602.400

3.754.700

3.913.600

4.079.100

4.251.600

15

         

16

3.715.800

3.873.000

4.036.800

4.207.600

4.385.600

17

         

18

3.832.800

3.995.000

4.164.000

4.340.100

4.523.700

19

         

20

3.953.600

4.120.800

4.295.100

4.476.800

4.666.100

21

         

22

4.078.100

4.250.600

4.430.400

4.617.800

4.813.100

23

         

24

4.206.500

4.384.400

4.569.900

4.763.200

4.964.700

25

         

26

4.339.000

4.522.500

4.713.800

4.913.200

5.121.100

27

         

28

4.475.700

4.665.000

4.862.300

5.068.000

5.282.300

29

         

30

4.616.600

4.811.900

5.015.400

5.227.600

5.448.700

31

         

32

4.762.000

4.963.400

5.173.400

5.392.200

5.620.300

33

         

Pemerintah mengeluarkan kebijakan baru dengan memberikan THR pada seluruh PNS sebagai pengganti dihapuskannya kenaikan gaji PNS tahun 2016 yang biasa diperoleh setiap tahun karena mengikuti laju inflasi. Dengan demikian, gaji pokok PNS tahun 2016 akan tetap sama dengan gaji PNS tahun 2015, sama seperti gambar di atas, sesuai dengan golongan dan masa kerja masing-masing PNS.

Sehingga dalam RAPBN tahun 2016, sudah tidak ada kenaikan gaji pokok bagi PNS. Namun sebagai kompensasinya, tahun 2016 PNS akan mendapatkan gaji sebanyak 14x dalam setahun (12 bulan). Sebab, setelah menerima gaji ke-13, mereka juga akan mendapatkan THR.

THR tidak hanya diberikan pemerintah kepada PNS aktif tetapi juga kepada PNS non aktif atau pensiunan. Besarnya THR adalah 1x gaji pokok bagi PNS/TNI/Polri, dan 50% gaji pokok bagi pensiunan. Sementara pencairannya, THR dicairkan menjelang Lebaran dengan tujuan membantu meringankan pengeluaran PNS dalam merayakan hari raya Idul Fitri. Sedangkan gaji ke-13 dicairkan ketika musim pendaftaran siswa baru sekolah di bulan Juni atau Juli dengan tujuan membantu meringankan beban PNS dalam mendaftarkan anak masuk sekolah.

Baca Juga: PPh Pasal 21: Apa itu & Cara Menghitungnya

Apakah Kebijakan THR Berlangsung Seterusnya?

Kebijakan Berlaku Sementara

Kebijakan Berlaku Sementara via teropongbisnis.com

 

Pemerintah menyatakan, kebijakan pemberian THR hanya berlaku sementara, yaitu tahun 2016, kemudian kebijakan ini akan dievaluasi. Apabila dirasa lebih bermanfaat, maka kebijakan ini akan terus dipakai untuk tahun-tahun selanjutnya dengan persetujuan dari DPR RI.

Tidak hanya gaji ke-13 dan THR yang menjadi tambahan penerimaan PNS, masih ada tunjangan yang akan diberikan kepada PNS, seperti: tunjangan kinerja dan tunjangan kemahalan. Bahkan, pada tahun 2018 pemerintah berencana menaikkan gaji pokok PNS hingga 14,3 juta per bulan sesuai dengan beban kerja, tanggung jawab dan resiko pekerjaannya.

Mengapa Gaji PNS Tiap Daerah Berbeda-Beda di Tahun 2016

Kebijakan Berbeda di Setiap Daerah

Kebijakan Berbeda di Setiap Daerah via kemenag.go.id

 

Konsekuensi dari Undang-Undang ASN yang diterapkan pemerintah adalah berubahnya sistem penggajian yang selama ini sudah berjalan cukup lama. Berdasarkan Undang-Undang ASN tersebut, komponen penghasilan ASN terdiri dari gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan.

Gaji pokok merupakan komponen penghasilan ASN yang besarnya sama dalam pangkat, golongan, dan masa kerja, tanpa memandang daerah/tempat ASN bekerja. ASN dengan pangkat, golongan, dan masa kerja yang sama, di manapun dia bekerja, di Jakarta, Papua, Maluku, Aceh, Jawa, di manapun, gaji pokoknya sama. Tidak ada perbedaan.

Sedangkan tunjangan kinerja dan tunjangan kemahalan nilainya akan berbeda-beda tergantung di mana ASN bekerja dan di instansi mana ASN ditempatkan. Kedepannya, akan dibuat cluster-cluster untuk masalah ini dan cluster-cluster tersebut disusun berdasarkan rayon dengan mempertimbangkan Pendapatan Asli Daerah, tingkat kemahalan, dan jumlah penduduk.

Jika RPP sistem penggajian sudah selesai paling lambat Desember 2015, maka ada kemungkinan sistem penggajian yang baru akan mulai diterapkan bulan Januari 2016, tetapi mungkin juga akan mulai diterapkan tahun 2017. Jadi, diterapkan tahun 2016 atau 2017, semuanya tergantung finalisasi dari RPP ini.

Sistem penggajian baru tersebut mengandung resiko yang harus diantisipasi. Resiko inilah yang masih dibahas oleh kementerian/lembaga terkait. Dengan adanya sistem penggajian baru ini, maka penghasilan dari ASN akan terus meningkat. Meningkatnya penghasilan ini pasti akan mempengaruhi APBN dan APBD. Untuk daerah dengan APBD yang besar seperti DKI Jakarta mungkin tidak ada masalah. Tetapi untuk daerah lain dengan APBD yang kecil, RPP penggajian yang baru dapat menimbulkan masalah dengan adanya kenaikan penghasilan ASN.

Selain masalah APBD, besarnya gaji yang berbeda-beda di tiap daerah juga akan meningkatkan kemungkinan permintaan pegawai yang pindah. Kemungkinan akan ada banyak PNS daerah dengan penghasilan kecil yang mengajukan pindah ke daerah lain yang penghasilannya lebih besar. Hal ini harus diantisipasi agar daerah yang ditinggal tidak kekurangan pegawai. Sudah manusiawi jika seorang ASN ingin mendapatkan penghasilan yang lebih besar.

Selain masalah penggajian, kabar gembira lainnya untuk PNS adalah adanya wacana jaminan kerja, jaminan kecelakaan, dan jaminan kematian bagi ASN. Ketiga jaminan sosial tersebut sesuai dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (JSN). Dengan adanya UU JSN, seluruh warga Indonesia berhak mendapatkan jaminan sosial, di samping BPJS.

Baca Juga: Pengertian Pajak Pertambahan Nilai dan Dasar Hukumnya

Gaji Terendah dan Tertinggi PNS di RPP Sistem Penggajian Tunggal

Gaji Terendah dan Tertinggi PNS

Gaji Terendah dan Tertinggi PNS via klimg.com

 

Salah satu RPP yang paling ditunggu adalah mengenai sistem penggajian ASN yang baru. RPP Gaji ASN 2015 akan menggantikan sistem penggajian yang lama.Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Sistem Penggajian akan mendorong tingkat kesejahteraan PNS. Karena menurut MenPAN-RB, seluruh komponen gaji akan mengalami peningkatan. Struktur gaji ASN hanya terdiri dari 3 komponen, yaitu: gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan. Gaji pokok ASN semuanya sama dan tidak ada bedanya antar intansi pusat maupun daerah. Yang menjadi pembeda adalah tunjangan kemahalan dan tunjangan kinerja.

Sistem penggajian tunggal (single salary system) rencananya akan diberlakukan bagi PNS, namun penerapannya masih dibahas KemenPAN-RB dan Kemenkeu. Sistem ini dianggap lebih memihak PNS karena bersandar pada standar kelayakan hidup. Dengan adanya RPP tentang Sistem Gaji, seorang ASN akan memperoleh gaji terendahnya (plus tunjangan) sekitar Rp3 jutaan (golongan 1A) dan tertinggi sekitar Rp50 juta. Namun, jika sistem baru belum diberlakukan tahun 2016, otomatis sistem lama berlaku.

Sistem penggajian tunggal berdasarkan bobot atau grade (nilai) terhadap kinerja jabatan. Berbeda dari sistem penggajian yang berlaku saat ini, berdasarkan jabatan, kinerja, grade dan step. Total penghasilan PNS berdasarkan penilaiannya mulai dari grade 1 hingga grade 17 dan untuk golongan mulai dari step 1 hingga step 10. Tiap grade dan step akan meningkatkan besaran gaji dari hasil kinerja seorang PNS. Jadi PNS yang menginginkan gaji besar harus lebih giat dan semangat dalam bekerja. Jika kinerjanya baik, maka gajinya tinggi, begitu pula sebaliknya.

Diharapkan Kualitas Meningkat

Demikian ulasan mengenai gaji PNS di tahun 2016. Terlepas ada kenaikan gaji atau tidak, berapa total gaji take home pay yang diterima, jangan pernah menurunkan pelayanan kepada masyarakat. Terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat, karena PNS adalah abdi negara, dengan tugas pokok melayani masyarakat. Semoga dengan adanya tambahan gaji ke-14 kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

Baca Juga: Pajak Penghasilan: Pengertian dan Cara Menghitungnya