Gak Usah Takut Beli Emas Digital, Kan Sudah Ada Aturan Main Bappebti

Cermati.com, Jakarta - Pusat toko emas perhiasan di Cikini, Jakarta Pusat masih disesaki para pembeli. Maklum sentra belanja emas ini merupakan yang terbesar di Jakarta. Begitupun outlet Pegadaian maupun Butik Emas Antam sebagai penjual emas batangan, terus diminati pemburu logam mulia ini.

Sayangnya, perdagangan emas konvensional kini harus bersaing dengan penjualan emas digital (elektronik). Jika tidak mau tergerus teknologi dan berakhir gulung tikar, lapak jualan emas harus beralih ke daring (online).

Pembeli tidak perlu datang langsung ke outlet. Tinggal beli emas lewat ponsel, lakukan transaksi, bayar dengan ragam metode pembayaran yang disediakan, emas tinggal dicetak dan dikirim ke pelanggan.

Tahu dong sekarang sudah bisa beli emas di Tokopedia dan Bukalapak? Tapi ­e-commerce tersebut hanya bertindak selaku agen penjual atau pemasaran saja. Keduanya bekerja sama dengan Pegadaian dan Antam sebagai perusahaan yang menyelenggarakan perdagangan emas digital.

Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu yang wajib mendaftarkan diri ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

Dalam beleid aturan itu disebutkan, emas digital adalah emas yang catatan kepemilikan emasnya dilakukan secara digital atau elektronik. Lahirnya Peraturan Bappebti No.4/2019 dapat menjamin kepastian hukum dan kepastian pengusaha dalam merintis bisnis perdagangan fisik emas digital di bursa Indonesia.

Mau tahu lebih banyak seputar aturan main perdagangan emas digital di Tanah Air dari Bappebti, berikut penjelasannya.

Baca Juga: Investasi Emas di Tokopedia dan Bukalapak, Mana yang Lebih Murah?

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Cegah Investasi Emas Digital Ilegal

Emas
Cegah investasi emas digital ilegal

Aturan di atas diterbitkan bukan tanpa alasan. Tujuannya untuk mencegah penggunaan perdagangan fisik emas digital untuk tujuan ilegal. Sebab, masih saja ada pedagang emas digital nakal yang mencari mangsa. Begitu kena umpan, uang ludes, emas fisik tak pernah ada. Akhirnya masyarakat yang dirugikan.

Kepala Bappebti, Tjahya Widayanti mengatakan, pengaturan perdagangan emas digital bertujuan mencegah penggunaan perdagangan fisik emas digital untuk tujuan ilegal, seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme.

“Juga untuk menciptakan sarana investasi yang mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat,” tutur Tjahya dalam keterangan resmi yang diterima Cermati.com, baru-baru ini.

Aturan Main Dagang Emas Digital di RI

Emas Digital
Aturan main dagang emas digital di RI oleh Bappebti

Dalam peraturan Bappebti No.4/2019, emas yang diperdagangkan pada pasar fisik, antara lain:

1. Emas murni dengan kandungan aurum (au) paling rendah 99,9%

2. Memiliki sertifikat yang mencakup kode seri emas, logo, dan berat

3. Satuan emas dalam berat, yakni 1 gram, 2 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, dan 1.000 gram. Emas tersebut dapat disimpan di tempat penyimpanan yang dikelola oleh pengelola tempat penyimpanan emas yang memiliki persyaratan tertentu.

Menariknya transaksi emas digital dapat dilakukan berupa:

1. Jual atau beli

2. Beli suka-suka sampai gramasi yang ditetapkan, kemudian bisa dicetak untuk diambil

3. Cicilan tetap dengan penyerahan kemudian

4. Titip

5. Cetak, dan

6. Transaksi lain sesuai inovasi perkembangan dan kebutuhan dalam perdagangan emas digital.

Baca Juga: Sudah Canggih, Tabungan Emas Digital untuk Para Millenial yang Hobi Investasi Emas

Mau jadi pedagang emas digital yang mendapat izin Bappebti juga tidak sembarangan. Ada syarat yang ditetapkan, yakni:

  • Perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT),
  • Memiliki modal disetor paling sedikit sebesar Rp20 miliar saat diberikan persetujuan sebagai pedagang fisik emas digital hingga 8 Februari 2022. Serta sebesar Rp100 miliar paling lama tanggal 9 Februari 2022.
  • Memiliki sarana dan prasarana memadai untuk menjalankan kegiatan jual beli komoditas
  • Menjadi anggota bursa berjangka dan lembaga kliring berjangka
  • Memiliki perjanjian kerja sama dan mendapat rekomendasi dari bursa berjangka
  • Punya rekening terpisah yang khusus digunakan untuk memfasilitasi perdagangan fisik emas digital
  • Wajib lebih dulu menyimpan emas di tempat penyimpanan yang dikelola Pengelola Tempat Penyimpanan
  • Emas hanya dapat diperjualbelikan oleh pedagang fisik emas bila telah menyimpan paling sedikit 20 ribu gram emas di Pengelola Tempat Penyimpanan, dan
  • Melengkapi dokumen yang dipersyaratkan lainnya.

Untuk melihat selengkapnya aturan Bappebti No.4/2019, klik di sini.

Akal Bulus Pedagang Emas Digital Bodong "Mangsa" Korban 

Emas Digital
Modus pedagang emas digital ilegal menjerat korban

Data Bappebti menyebut, hingga September 2019, lembaga di bawah Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini telah memblokir 142 situs perusahaan berjangka ilegal. Belum lama ini, 39 domain situs disikat lagi. Jika dilihat ke belakang periode tahun lalu, pemblokiran sudah dilakukan terhadap 161 situs perusahaan berjangka komoditi abal-abal.

Perusahaan bodong tersebut menawarkan produknya di media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, dan lainnya. Modusnya pun beragam dan yang paling sering, antara lain:

1. Menawarkan produk layaknya punya izin resmi dari Bappebti

2. Menggunakan nama yang mirip dengan perusahaan legal. Kalau pembeli gak jeli, bisa kena tipu karena seolah-olah nampak resmi

3. Menawarkan bagi hasil. Nasabah menyetor sejumlah dana dan perusahaan akan melakukan transaksi dari dana tersebut. Kemudian keuntungan akan dibagi dengan jumlah tertentu

4. Memberi janji pendapatan tetap yang tinggi dengan nilai persentase dan jangka waktu tertentu

5. Seolah-olah melakukan transaksi kontrak berjangka, termasuk transaksi emas. Padahal itu modus mengelabui nasabah agar menanamkan modal ke perusahaan tersebut. Dana yang terkumpul cuma berputar di antara anggota tanpa ditransaksikan di bidang PBK (biasanya pakai skema Piramida atau Ponzi)

6. Menjadi introducing broker (IB) dari perusahaan luar negeri dengan mencantumkan legalitas dari regulator dunia. Misalnya International Financial Services Commission (IFSC) di Belize, Cyprus Securities and Exchange Commission (CYSEC) di Siprus, Financial Conduct Authority (FCA) di London, dan British Virgin Islands Financial Services Commission (BVI FSC) di Kepulauan Virgin Britania Raya.

Meskipun telah memiliki legalitas dari regulator internasional, untuk dapat melakukan kegiatan usaha sebagai pialang berjangka di wilayah Indonesia harus memiliki izin usaha dari Bappebti

7. Mencatut legalitas dari Bappebti dan lembaga pemerintah lain (biasanya menampilkan logo) untuk meyakinkan masyarakat

8. Menyelenggarakan seminar, edukasi, dan pelatihan di bidang perusahaan berjangka, seperti emas dengan penarikan marjin tanpa izin dari Bappebti.

Untuk mengetahui perusahaan pialang berjangka yang legal atau resmi berizin dari Bappebti, cek di sini.

Jadi Korban Pedagang Emas Digital Abal-abal, Hubungi Bappebti

Aturan ini dibuat untuk melindungi nasabah dalam berinvestasi maupun membeli emas secara digital atau online. Jadilah masyarakat yang cerdas. Jangan mudah tergiur keuntungan berlipat ganda. Jika menemukan kecurigaan adanya perusahaan investasi atau jual beli emas yang mencurigakan, atau kamu jadi korbannya, segera lapor ke SMS Center Bappebti di nomor 0811-1109-901.

Baca Juga: Buka Mata, Lihat Lebih Jeli Ciri Investasi Emas Bodong