Gejala, Penyebab, Obat Penyakit Kanker yang Diderita Ani Yudhoyono

Awal Februari lalu masyarakat luas dikejutkan dengan kabar yang kurang menyenangkan tentang Ibu Ani Yudhoyono. Istri mantan Presiden ke-6 Republik Indonesia ini menderita sakit kanker darah dan harus dirawat secara intensif di salah satu rumah sakit besar di Singapura.

Hal ini tentu membuat banyak orang kaget, mengingat selama ini Ibu Ani terlihat begitu sehat, bahkan masih bisa beraktifitas dengan baik selama beberapa pekan sebelumnya. Lalu, apa dan bagaimana sebenarnya kanker darah yang bisa menyerang secara tiba-tiba ini?

Kanker darah merupakan kanker yang mempengaruhi produksi dan juga fungsi sel-sel darah di dalam tubuh kita. Kanker ini juga dikenal dengan nama kanker hermatologi. Hampir semua pertumbuhan sel kanker darah diawali dari bagian sumsum tulang, tempat di mana sel darah diproduksi oleh tubuh kita. Di dalam prakteknya, sel-sel kanker yang tumbuh ini akan mencegah berjalannya fungsi sel-sel darah normal yang terdapat di dalam tubuh.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Jenis Kanker Darah dan Gejalanya

Tidak semua sama, kanker darah ini juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini juga mempengaruhi dampak buruk yang bisa ditimbulkannya bagi kesehatan.

Sangat penting untuk mengenal dengan baik jenis kanker yang diderita sejak awal, agar penanganan yang dilakukan juga bisa tepat dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Hal ini tentu akan memperbesar peluang pasien untuk bisa pulih kembali dan beraktifitas seperti biasanya.

Berikut ini adalah beberapa jenis kanker darah yang paling umum dan dikenal secara luas:

1. Leukemia

Kanker Leukemia
Ilustrasi Sel Kanker Leukemia

Leukemia merupakan kanker yang menyerang sel darah putih, di mana kanker ini menyebabkan sel darah putih berhenti melawan berbagai infeksi yang mungkin saja terjadi di dalam tubuh. Leukemia juga menjadi kanker yang paling umum di antara jenis kanker lainnya.

Di dalam praktiknya, leukemia akan membuat sumsum tulang tidak lagi memiliki kemampuan untuk melakukan produksi sel-sel darah merah dalam jumlah yang cukup di dalam tubuh. Tingkat keparahan kanker ini akan dipengaruhi oleh kemampuan perkembangannya dan juga jenis sel darah putih yang diserang olehnya. Namun secara garis besar, leukemia dibedakan dalam beberapa jenis, termasuk leukemia kronis dan juga leukemia akut.

Leukemia tidak menunjukkan tanda yang mudah untuk dikenali, sehingga kerap diketahui setelah cukup parah. Namun kanker darah yang satu ini memiliki beberapa gejala yang kerap terlihat, seperti:

  • Kerap mengalami pendarahan, seperti: memar, gusi berdarah, mimisan.
  • Anemia.
  • Sering sakit kepala.
  • Menurunnya nafsu makan dan juga berat badan.
  • Mudah terkena infeksi.
  • Keringat timbul dalam jumlah berlebih di malam hari.
  • Mengalami nyeri di bagian tulang belakang atau persendian.
  • Kondisi darah sulit membeku.

Baca Juga: Ini Dia Perbedaan antara Tahi Lalat Normal dengan yang Ciri-Ciri Kanker

2. Limfoma

Kanker Limfoma
 Ilustrasi Sel Kanker Limfoma

Kanker yang satu ini akan menyerang limfosit, yakni sel darah putih yang berfungsi untuk melawan berbagai bakteri yang menyerang tubuh. Ada banyak bagian yang dipengaruhi oleh sel kanker limfoma ini, seperti: sumsum tulang, timus, limpa, kelenjar getah bening, dan yang lainnya.

Kondisi limfosit yang tidak normal seperti ini akan membuat daya tahan tubuh menjadi lemah dan sistem kekebalan tubuh menurun. Hal ini tentu akan membuat tubuh rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan yang bisa menyerang kapan saja. Limfoma juga dibedakan dalam beberapa jenis yang berbeda, namun yang paling umum adalah Limfoma hodgkin dan juga Limfoma non-Hodgkin.

Ada gejala-gejala khas yang bisa menunjukkan pertumbuhan kanker limfoma, beberapa di antaranya seperti berikut ini:

  • Timbulnya benjolan di bawah permukaan kulit pada area-area tertentu, seperti: leher, selangkangan, ketiak.
  • Batuk berkepanjangan dan tak kunjung sembuh.
  • Deman disertai menggigil.
  • Alergi / gatal-gatal di seluruh / bagian tubuh tertentu.
  • Sesak napas dan rasa nyeri pada area dada.
  • Nyeri punggung / tulang, sakit pada area perut.
  • Berkeringat dalam jumlah lebih di malam hari.
  • Lemas, lesu dan tidak bergairah.
  • Penurunan berat badan dan nafsu makan.
  • Gangguan saraf.
  • Dan gejala yang lainnya.

3. Myeloma

Myeloma
Ilustrasi Sel Kanker Myeloma

Myeloma merupakan sel kanker yang terbentuk dari sel plasma yang ganas. Pada dasarnya sel plasma ini bertugas untuk menghasilkan antibodi (immunoglobulin), di mana antibodi ini akan membantu tubuh membasmi berbagai kuman dan bakteri. Sel plasma yang normal seperti ini dapat ditemukan pada sumsum tulang. Jika pertumbuhan sel-sel plasma tidak terkendali di dalam tubuh, maka kondisi ini akan memicu timbulnya kanker.

Myeloma akan mencegah tubuh memproduksi antibodi, sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi lemah dan begitu rentan terhadap berbagai infeksi.

Kanker myeloma menunjukkan beberapa gejala yang khas dan cukup mudah dikenali, antara lain:

  • Kerap mengalami perdarahan serta memar.
  • Anemia.
  • Gangguan / kerusakan ginjal.
  • Rentan terhadap infeksi.
  • Kondisi kaki yang membengkak.
  • Gangguan yang terjadi pada tulang serta kalsium yang kerap membuat tulang lebih mudah patah.

Penyebab dan Pengobatan Kanker Darah

Kanker darah timbul akibat pertumbuhan sel-sel darah yang tidak terkendali di dalam tubuh, di mana sel-sel darah ini tidak tumbuh dengan teratur sesuai dengan jalur yang seharusnya, yakni; pertumbuhan, pembelahan, dan juga kematian sel yang normal.

Bukan hanya di dalam darah saja, sel-sel yang tumbuh dengan tidak normal ini bisa saja menyebar ke berbagai area lainnya di dalam tubuh, lalu menekan fungsi sel yang normal dan membuatnya mengalami kerusakan dan bahkan kehilangan fungsi sama sekali. Hingga saat ini, penyebab pasti kanker darah belum diketahui, meskipun sebagian ahli berpendapat bahwa perubahan DNA yang terjadi di dalam tubuh bisa saja menyebabkan sel-sel darah yang normal menjadi sel kanker.

Kanker juga memiliki kecenderungan untuk diturunkan secara genetik, sehingga seseorang bisa saja mewarisi penyakit ini dari keluarganya. Selain itu, beberapa hal lainnya juga diduga bisa menjadi pemicu kanker, seperti: paparan radiasi, infeksi virus, serta paparan berbagai bahan kimia yang berbahaya.

Tindakan pengobatan kanker darah akan dilakukan berdasarkan beberapa hal, antara lain: penyebab kanker, jenis kanker, riwayat kesehatan pasien, penyebaran kanker, reaksi pasien terhadap tindakan pengobatan, dan yang lainnya.

Hingga saat ini, pengobatan kanker pada umumnya dilakukan dengan beberapa cara, seperti: Terapi radiasi, Transplantasi stem cell, Terapi target, Kemoterapi. Sedangkan untuk pengobatan kanker darah biasanya akan dilakukan dengan mengkombinasikan beberapa terapi sekaligus.

Baca Juga: Cara Deteksi Kanker Sejak Dini

Jalankan Pola Hidup Sehat dan Seimbang

Menjalankan pola hidup sehat dan seimbang merupakan langkah terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker. Kanker darah menjadi salah satu jenis kanker yang terbilang sulit dideteksi. Jika terserang penyakit yang satu ini, menemui dokter dan melakukan perawatan secara intensif adalah keputusan yang paling tepat. Tetap jalani pola hidup sehat dan bersemangat, agar metabolisme tubuh bisa bekerja dengan baik dan bebas kanker.

Baca Juga: Kanker Payudara, Ciri-Ciri Kanker Payudara, Gejala dan Penyebab Kanker Payudara