Hai Pemalas! Ini 7 Tips Keuangan yang Cocok Buat Kamu

Finansial yang sehat bisa diwujudkan dengan cara dan usaha yang tepat pula. Tidak sedikit yang sudah berupaya keras melakukan penghematan ini dan itu, tetapi kondisi finansialnya masih menemukan titik buntu. Apalagi yang sama sekali tidak melakukan penghematan, finansialnya sudah pasti jauh dari kata sehat.

Memang, mengatur finansial tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras, usaha, dan sedikit kerajinan dalam menyusun anggaran setiap bulan. Jika kamu malas menyusun anggaran, yang ada finansialmu akan terus bobrok setiap saat.

Agar mengatur keuangan menjadi lebih mudah, berikut ada beberapa tips keuangan yang cocok buat kamu si pemalas yang bisa dipraktikan langsung.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Tips Keuangan Bagi si Pemalas

1. Pilih tabungan otomatis

tabungan
Tabungan

Menabung adalah aktivitas paling membosankan, terutama bagi si pemalas. Jangankan menabung, mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya saja butuh waktu yang lama agar niatnya bisa terbangun. Di samping itu, dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi pula agar menabung bisa menjadi rutinitas setiap bulan.

Tapi tenang, sekarang si pemalas bisa menabung dengan sangat mudah. Tentunya tanpa harus menguras banyak waktu dan tenaga, caranya yaitu dengan memilih sistem tabungan yang sudah otomatis terhubung dengan kartu debit milikmu.

Tabungan semacam ini akan otomatis memotong isi kartu debit atau gaji milikmu setiap bulan. Dana yang dipotong akan otomatis dialihkan ke buku tabungan. Dengan demikian, kamu tidak perlu pergi ke bank atau atau setor tunai di ATM lagi bila hendak menabung.

2. Bayar tagihan secara online

Menabung yang notabenenya untuk masa depan saja malas, apalagi membayar tagihan setiap bulan. Sudah pasti menjadi semakin malas karena berpotensi besar mengurangi pemasukan. Tetapi tenang, sekarang sudah ada sistem pembayaran tagihan secara online.

Melalui sebuah aplikasi, kini kamu sudah bisa melunasi semua tagihan-tagihan yang dibebankan padamu setiap bulan. Mulai dari tagihan listrik, telepon, internet, air, pulsa, asuransi, hingga tagihan kartu kredit dari beberapa bank sekaligus.

Selain mudah dan praktis, membayar tagihan secara online juga sangat menguntungkan sebab bisa memperoleh cashback dari setiap tagihan yang terbayar lunas. Cashback inilah yang nantinya dapat mengurangi tagihan yang dibayar, sehingga jatuhnya menjadi lebih hemat.

Baca Juga: Tujuan Keuangan: Bagaimana Cara Menyusunnya?

3. Hubungkan kartu kredit

kartu kredit
Kartu kredit

Malas banget kan kalau harus bolak-balik membuka layanan mobile atau internet banking untuk membayar tagihan? Selain memakan waktu, pulsamu juga akan terpotong karena harus membayar biaya layanan SMS banking. Untungnya sekarang sudah ada pembayaran otomatis melalui kartu kredit atau kartu debit.

Setiap kali pembayaran jatuh tempo, maka tagihannya akan langsung memotong limit kartu kredit atau saldo kartu debit. Untuk menikmati layanan ini, kamu harus menghubungkan kartu kredit atau kartu debit pada aplikasi pembayaran tagihan online

Baik kartu kredit maupun kartu debit, keduanya harus sudah terverifikasi dengan sistem pembayaran secara online. Jika tidak, maka attachment kartu di aplikasi akan ditolak dan kamu harus menggantinya dengan kartu lain bila ingin melanjutkan.

4. Buatkan amplop pengeluaran

Amplop pengeluaran disini memiliki fungsi dan tujuan yang sama dengan anggaran pengeluaran. Tapi bedanya, alokasi menggunakan amplop pengeluaran jauh teliti dan intens. Sebab uang yang dimasukkan ke dalam amplop sudah dibagi berdasarkan jenis atau pos pengeluaran masing-masing.

Apabila salah satu amplop pengeluaran habis sebelum waktunya, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, karena uang yang dialokasikan ke dalamnya kurang. Kedua, karena kamu tidak mampu mengontrol pengeluaran pada amplop tersebut, sehingga isinya lebih cepat habis daripada isi amplop yang lain.

Sebelum memasukkan uang ke dalam amplop, ketahui jumlahnya terlebih dahulu. Pastikan jumlahnya benar-benar cukup untuk membiayai masing-masing kebutuhan selama satu bulan. Alhasil yang namanya kekurangan dana tidak akan terjadi dan menimpamu.

5. Dapatkan ‘income’ pasif dari investasi

investasi
Investasi

Kamu boleh malas mengelola keuangan saat ini, tetapi tidak boleh malas untuk hal yang satu ini. Ya, sekarang kamu bisa mendapatkan income pasif dengan berbagai cara tanpa harus bersusah payah. Salah satu cara yang aman dan pas untuk dicoba yaitu investasi.  

Hampir semua instrumen investasi mendatangkan income untukmu. Apalagi kalau jumlah yang diinvestasikan ke dalam satu instrumen lumayan besar, Dapat dipastikan kalau income yang didapatkan juga akan menyesuaikan langsung dengan jumlahnya.

Investasi berupa deposito dan reksa dana sangat cocok untuk kamu yang menginginkan income pasif, namun dengan tingkat risiko yang rendah. Jika ingin income yang lebih besar, maka investasi seperti saham bisa dijadikan pilihan terbaik. Investasi ini juga bisa kamu lakukan melalui online tapi tetap di platform investasi yang resmi. Namun, sebaiknya pelajari instrumen investasi yang nantinya akan dipilih agar kamu bisa mengendalikan investasi dengan lancar dan aman.

Baca Juga: Cari Tahu ‘Penyakit’ Keuangan dengan Melihat 4 Rasio Keuangan Ini

6. Tabung uang di celengan

Jika kamu bisa mengontrol keinginan untuk belanja, pemasukanmu dapat dipastikan akan sisa setiap bulan. Sisa uang ini bisa kamu setorkan atau simpan di celengan khusus.

Pastikan celengan terbuat dari bahan yang keras dan tidak mudah di bongkar-pasang. Bukan tanpa alasan, celengan seperti ini akan membuatmu kesulitan saat mengambil isinya sehingga uang yang sudah masuk ke celengan tidak bisa diambil kembali hingga celengan tersebut penuh.

Meskipun menabung di celengan terkesan kuno, tapi tidak apa-apa bila kamu tertarik untuk mencobanya. Apalagi sistem menabungnya cenderung mudah dan praktis. Sangat cocok untuk sosok dirimu yang sedikit pemalas itu.

7. Bekerja paruh waktu

jualan
Online shop

Semakin besar gaji yang diperoleh setiap bulan, maka semakin besar pula jumlah yang dihabiskan. Hal ini tidak lepas karena pengaruh gaya hidup yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah gaji. Untuk mendapatkan pemasukan tambahan, coba cari pekerjaan di luar pekerjaan utama di kantor. Misalnya menjadi freelancer atau berjualan online. Kedua kegiatan ini bisa kamu lakukan dimana saja, baik di rumah atau kafe sekalipun.

Ubah Sikap Malas dari Hal-hal Sederhana

Mengubah sikap malas dalam mengatur keuangan tidak harus dimulai dengan cara-cara cepat, sebab cara-cara sederhana seperti cara di atas sekalipun sudah cukup ampuh untuk mengubah kebiasaan malas ini. Kuncinya adalah kesediaan dan kesiapanmu untuk memulai perubahan. Sedangkan sisanya nanti cukup meneruskan dari apa yang sudah dimulai dulu.

Baca Juga: 7 Jenis Pekerjaan yang Cocok Untuk si Pemalas