Hajatan Besar IMF-Bank Dunia di Bali Sukses, Apa Hasilnya untuk Indonesia?

Acara pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/IMF) dan Bank Dunia (World Bank) di Nusa Dua, Bali resmi berakhir. Penyelenggaraan forum ekonomi dan keuangan terbesar sejagat itu sukses mencuri perhatian dunia, bahkan meninggalkan kesan manis bagi para delegasi dari 189 negara.

Seluruh peserta yang terdiri dari menteri keuangan, gubernur bank sentral, delegasi, bankir, CEO perusahaan multinasional, investor, hingga akademisi mengapresiasi kerja keras dan memberi pujian atas keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Annual Meeting IMF-World Bank 2018. Lewat ajang tersebut, nama baik negara ini semakin terangkat di mata internasional.

Baca Juga: Kutipan Terbaik dari Jokowi Presiden Republik Indonesia

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Pengertian IMF dan Bank Dunia

Sebelum mengupas lebih jauh hasil dari pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang berlangsung selama sepekan, sebetulnya IMF dan Bank Dunia itu apa sih?

IMF adalah organisasi internasional yang bermarkas di Washington D.C, Amerika Serikat. Didirikan pada Juli 1945, IMF sudah memiliki 189 negara anggota, di mana setiap anggota wajib membayar iuran yang akan menentukan kuota dan hak suara anggota di IMF. Indonesia merupakan salah satu anggota IMF sejak pertengahan 1953.

Tujuan IMF antara lain mendorong kerja sama internasional dan mengamankan stabilitas keuangan, memfasilitasi perdagangan internasional, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, penyerapan tenaga kerja yang tinggi, serta mengurangi kemiskinan di dunia.

Sementara Bank Dunia adalah lembaga keuangan internasional yang didirikan pada Juli 1944 dan menyediakan pinjaman kepada negara berkembang untuk program pemberian modal dengan tujuan guna mengentaskan kemiskinan. Indonesia merupakan anggota bank dunia di organisasi The International Bank for Reconstruction and Development (IBRD).

Nah pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia ini diselenggarakan oleh Dewan Gubernur IMF dan Bank Dunia setiap 1 tahun sekali pada awal Oktober. Sidang tahunan tersebut dilaksanakan di negara-negara anggota terpilih. Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pada Annual Meeting IMF-World Bank 2018.

Fakta Menarik Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali

Antara Foto

Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali (Dok Foto: Antaranews.com/ANTARA FOTO/Afriadi Hikmal/kye)

Setelah mengetahui pengertian IMF dan Bank Dunia, berikut beberapa fakta menarik yang tertinggal dari sukses hajatan besar IMF-Bank Dunia 2018 di Bali:

1. Tak Utang IMF Tapi Dapat Pinjaman dari Bank Dunia

Dengan tegas Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan Indonesia tidak meminjam dana dari IMF karena ekonomi Indonesia dalam kondisi sehat, tidak krisis. Pernyataan tersebut sekaligus menepis tudingan bahwa pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia sebagai ajang bagi Indonesia kembali berutang pada IMF.

Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde pun menyerukan hal yang sama. Bahwa Indonesia tidak perlu berutang pada IMF lantaran ekonomi Indonesia sudah lebih kuat, dan tidak akan seperti 20 tahun lalu saat krisis moneter 1998. Untuk diketahui, Indonesia sudah melunasi utang IMF pada 2016 di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak saat itu, Indonesia sudah tidak lagi menjadi pasien IMF.  

Akan tetapi, pemerintah mendapat tawaran pinjaman siaga dari Bank Dunia hingga USD1 miliar atau sekitar Rp15 triliun untuk pemulihan Lombok, Palu, Donggala, dan daerah lain di Indonesia yang terdampak bencana. Bank Dunia juga akan mengucurkan hibah sebesar USD5 juta atau sekitar Rp75 miliar untuk bantuan teknis.

Pinjaman ini akan dikucurkan berdasarkan permintaan pemerintah Indonesia. Jadi bisa saja tidak sampai USD1 miliar karena Asian Development Bank (ADB) pun menawarkan bantuan darurat dengan nilai yang sama. Namun untuk hal ini, pemerintah akan membahasnya dengan anggota DPR sekaligus melihat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

2. Tarik Investasi hingga Ratusan Triliun Rupiah

Pemerintah getol mengajak calon investor menanamkan modal di Indonesia di berbagai sektor pada forum IMF-Bank Dunia. Indonesia sukses meraih komitmen investasi dari 19 investor sebesar USD13,5 miliar atau sekitar Rp202,5 triliun pada ajang tersebut lewat 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk proyek infrastruktur.

Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Indonesia Ini Jadi Tempat Liburan Tamu IMF-Bank Dunia, Mana Saja?

3. Pidato ‘Game of Thrones’ Presiden Jokowi Tuai Pujian dan Kritikan

Satu momen yang menggemparkan panggung IMF-World Bank Annual Meeting kemarin adalah soal isi pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka perhelatan akbar tersebut. Jokowi mengibaratkan hubungan antar negara-negara ekonomi maju akhir-akhir ini terlihat seperti film ‘Game of Thrones’.

Kerja sama dan koordinasi yang lemah menciptakan banyak masalah untuk negara berkembang. Harusnya seluruh negara bersatu untuk mengalahkan ancaman Evil Winter. Pidato Presiden Jokowi ini menuai banjir pujian dari para tokoh internasional. Tapi ada juga yang justru mengkritik habis-habisan.

4. Peserta Membludak, Untungkan Indonesia

Dari perkiraan 18.000 peserta, pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali justru menyedot lebih dari 36.000 peserta atau meningkat 2 kali lipat. Berdasarkan data Bappenas, dampak perputaran uang dari event tersebut mencapai Rp6,9 triliun, baik dari sisi pengeluaran peserta (Rp943,5 miliar), biaya konstruksi (Rp4,9 miliar termasuk membangun patung Garuda Wisnu Kencana/GWK) maupun biaya operasional (Rp1,1 triliun).

Dari perkiraan awal anggaran operasional Rp1,1 triliun, kemudian turun menjadi Rp855 miliar, pemerintah mengklaim duit yang terpakai untuk penyelenggaraan forum IMF-Bank Dunia hanya Rp566 miliar. Berkat acara ini juga, 32.700 lapangan kerja tercipta, jumlah penumpang yang masuk ke Bali meningkat, tingkat keterisian atau okupansi hotel di Pulau Dewata melonjak, dan ekonomi Bali diprediksi akan tumbuh 6,5% pada tahun ini.

5. Produk Made in Indonesia Bakal Dijual di Alibaba

Kehadiran Pendiri Alibaba Group, Jack Ma bagai bintang di pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia. Salah satu orang terkaya di Asia itu akan mempromosikan 5 produk asli Indonesia di e-commerce raksasa asal China tersebut saat momen Singles’ Day pada 11 November mendatang. Sebanyak 5 produk itu yang akan dijual Alibaba antara lain, produk Indomie, Kopi Kapal Api, Biskuit Richeese, Papatonk Premium Shrimp Crackers, dan Yang Tyty Sarang Burung Walet. Semakin mendunia pastinya.  

Jangan Pandang Sebelah Mata

Kesuksesan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali janganlah dipandang sebelah mata. Asal tahu saja, Indonesia harus melalui perjuangan cukup panjang sejak September 2014 dan bersaing dengan 8 negara lain yang ingin menjadi tuan rumah forum internasional tersebut, termasuk Mesir dan Senegal.

Pemerintah menyuarakan kepentingan Indonesia kepada dunia pada perhelatan akbar itu. Jadi alangkah baiknya jika kita mendukung setiap langkah positif pemerintah yang ingin menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi Indonesia kuat untuk menopang guncangan ekonomi global. Indonesia juga memiliki pengaruh masa depan atas dunia ini. Seharusnya kita bangga bahwa Indonesia semakin dikagumi mancanegara atas komitmen dan peran serta untuk selalu menjaga ketertiban dunia. 

Baca Juga: Mengenal Sosok Jack Ma, Si Pendiri E-Commerce Raksasa Alibaba