Hal yang Wajib Anda Ketahui sebelum Mengajukan Kartu Kredit

kartu kredit

Tawaran-tawaran yang menggiurkan mengenai betapa baiknya sebuah kartu kredit tententu pasti akan Anda dengar dari agen yang menawarkan produk kartu kreditnya kepada Anda. Sering kali promosi yang mereka berikan begitu menggiurkan. Bayangkan saja, mulai dari iming-iming cendera mata menarik, pengajuan yang mudah, hingga iuran tahunan yang ringan kerap mereka jadikan sebagai senjata untuk menarik Anda guna membuat kartu kredit di bank mereka.

Kiat-kiat jitu selalu diusahakan para agen dan bank untuk semakin memperbanyak jumlah pemilik kartu kredit. Tak bisa disangkal, kartu kredit merupakan ranah bisnis basah yang menghasilkan banyak keuntungan bagi penyedianya. Keuntungan yang didapat dari bunga kartu kredit sering kali menjadi penopang utama pihak bank.

Pertumbuhan transaksi kartu kredit yang cenderung kurang memuaskan pada akhir tahun 2014 membuat para agen dan pihak bank semakin gencar mencari orang yang mau membuat kartu kredit di tempat mereka. Tidak pesatnya pertumbuhan transaksi kartu kredit tersebut tertuang dalam catatan Bank Indonesia (BI) yang menyatakan, dari 2013 sampai November 2014, transaksi kartu kredit di Indonesia hanya naik 2,77 persen dari Rp223,37 triliun menjadi Rp229,56 triliun.

Tak heran, kondisi ini membuat para agen dan pihak bank semakin memberi “angin surga” kepada tiap orang agar mau membuat kartu kredit. Namun, tidak semua yang mereka tawarkan dapat Anda percaya. Anda harus jeli dan saksama sebelum memutuskan membuat kartu kredit yang terbaik.

Berikut hal-hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih kartu terbaik untuk Anda :

1. Sistem Pembayaran

Anda juga harus membuat prinsip dalam pembayaran tagihan kartu kredit Anda. Pembayaran tagihan memang dapat dilakukan dengan cara mencicil pembayaran minimum ataupun melunasi seluruhnya setiap tagihan datang. Mengingat banyaknya konsekuensi dari bunga tagihan yang belum terbayar, Anda harus cerdas menentukan model pembayaran utang kartu kredit yang Anda miliki. Ini penting Anda ketahui untuk membuat prinsip dalam jenis-jenis transaksi apa saja kartu kredit dapat Anda gunakan.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

2. Limit Kartu Kredit

Setiap kartu kredit pasti memiliki limit yang membatasi jumlah transaksi yang dapat Anda lakukan. Karena itu, Anda harus mempertimbangkan setiap pembayaran yang hendak dilakukan dengan memakai kartu kredit. Jangan sampai Anda melakukan banyak transaksi yang jumlahnya melebihi limit kartu kredit Anda.

Penggunaan kartu kredit melebihi limit yang telah ditentukan atau sering disebut overlimit hanya akan menambah utang Anda. Ini karena ada biaya tambahan yang dikenakan dari pihak penerbit kartu kredit jika Anda melampaui batasan transaksi yang telah tercantum. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sedari awal pembuatannya, Anda harus mengetahui dengan jelas limit transaksi yang diberikan pihak penerbit kartu kredit kepada Anda.

Baca Juga: 10 Keuntungan Utama Memiliki Kartu Kredit

3. Suku Bunga

Hindarkan kebiasaan tidak memperhatikan isi tagihan kartu kredit. Sebab dari isi tagihan tersebut, Anda juga dapat melihat suku bunga yang diberikan bank penerbit kartu kredit. kepada Anda. Tidak sulit mengetahui suku bunga tersebut karena kartu kredit memberlakukan bunga tetap untuk tiap tagihannya.

Aturan suku bunga sudah ditetapkan oleh BI kepada tiap penerbit kartu kredit. Patokan tertinggi untuk kartu kredit menurut bank sentral Indonesia tersebut adalah 2,95 persen per bulan atau 35,40 persen tiap tahunnya. Jika ada penerbit yang menyalahi aturan main tersebut dan memberlakukan suku bunga di atas ketentuan dari BI, Anda dapat melaporkannya kepada otoritas yang berwenang.

Dalam pemberian suku bunga kartu kredit, Anda juga akan menemukan penerbit ataupun agen yang menawarkan suku bunga sangat rendah. Anda jangan mudah terlena ketika mendapatkan kartu kredit bersuku bunga sangat rendah tersebut sebab biasanya itu hanya promosi yang berlaku dalam jangka waktu tertentu.  Dalam memilih kartu kredit, Anda harus memastikan berapa besaran suku bunga pasti yang akan diberikan kepada Anda begitu lepas dari masa promosi.

4. Biaya Tambahan

Ketika menghitung nominal transaksi penggunaan kartu kredit, Anda tidak bisa hanya melihat jumlah pengeluaran yang telah Anda lakukan ditambah bunganya. Masih banyak biaya lain yang menghantui Anda dalam kartu kredit, mulai dari denda hingga biaya tambahan lainnya. Bagaimanapun, pihak penerbit kartu kredit menganggap Anda adalah pundi-pundi uangnya sehingga berbagai biaya tersebut dibebankan kepada pemilik kartu kredit untuk menghasilkan untung bagi mereka.

Sebagai pengguna kartu kredit yang cerdas, Anda harus mengukur total biaya yang mesti Anda bayarkan dalam tagihan. Biaya-biaya seperti iuran tahunan, cetak tagihan, hingga penarikan uang tunai dapat membuat total tagihan Anda semakin besar. Ditambah lagi, Anda harus memperhitungkan denda yang mungkin terjadi jika Anda terlambat membayar tagihan kartu kredit.

Memahami denda yang mungkin timbul dan biaya tambahan yang bisa saja Anda terima membuat Anda lebih bijak menggunakan kartu kredit agar sesuai dengan anggaran Anda. Anda pun dapat mulai melirik penerbit kartu kredit yang menawarkan biaya tambahan lebih ringan dibandingkan penerbit-penerbit lainnya.

5. Insentif

Untuk menarik pelanggan, pihak penerbit kartu kredit tak jarang memberikan berbagai insentif yang bisa berupa reward, diskon terhadap produk tertentu, hingga pembebasan terhadap biaya iuran tahunan. Tentu saja semua itu dilakukan agar Anda memutuskan untuk membuat kartu kredit kepada pihak tersebut. Meskipun terdengar seperti iming-iming, Anda dapat mempertimbangkan insetif semacam ini dalam menentukan hendak membuat kartu kredit di bank apa.

Memilih menerbitkan kartu kredit pada bank yang memberikan banyak insentif dapat membuat Anda memperoleh banyak keuntungan. Anda dapat menggunakan insetif itu untuk mendapat diskon barang kebutuhan Anda hingga mengumpulkan reward-nya untuk mendapat hadiah tertentu. Semakin banyak insetif yang dapat diberikan pihak penerbit dapat menjadi pertimbangan untuk Anda membuat kartu kredit di tempat tersebut.

Baca Juga : Manfaat Kartu Kredit: Bagaimana Cara Memaksimalkannya?

6. Akses dan Layanan

Jangan sampai Anda memilih kartu kredit yang tidak bonafit. Tolok ukur kebonafitan penerbit kartu kredit dapat Anda lihat dari akses dan layanannya. Akses kartu kredit menyangkut seberapa luas jaringan kartu tersebut dapat digunakan. Pilihlah kartu kredit yang aksesnya luas sehingga Anda leluasa menggunakannya.

Selain itu, masalah layanan pun perlu diperhatikan. Layanan 24 jam harus menjadi pertimbangan Anda ketika memutuskan hendak menerbitkan kartu kredit di suatu tempat. Pastikan penerbit kartu kredit tersebut menyediakan layanan 24 jam yang memudahkan Anda untuk mengecek tagihan atau jika ingin melakukan pemblokiran sewaktu-waktu.

Layanan lain yang memudahkan Anda untuk melakukan berbagai pilihan transaksi juga mesti Anda tanyakan dalam penerbitan kartu kredit. Cek kembali kartu kredit yang Anda pilih apakah memiliki layanan internet banking ataupun phone banking atau tidak sebab kedua fitur tersebut akan memudahkan Anda dalam bertransaksi.

7. Keamanan

Kasus penyalahgunaan kartu kredit sudah marak terjadi. Hal ini tentu akan merugikan para pemilik kartu kredit yang bersangkutan. Guna mencegah hal yang sama terjadi pada diri Anda, sebaiknya carilah kartu kredit yang memiliki fasilitas keamanan yang mumpuni. Contohnya Anda dapat mencari kartu kredit yang mengikutsertakan foto Anda di kartu yang Anda miliki. Dengan demikian, ketika melakukan transaksi, bisa dicek kesesuaian foto dengan penggunaanya.

Selain foto, tanda tangan digital hingga personal indentification number (PIN) pun perlu dimiliki kartu kredit agar keamanannya terjaga. Terkhusus untuk PIN, pihak BI bahkan terap menerapkan aturan agar setiap kartu kredit memiliki PIN yang terdiri atas enam digit. Hal ini untuk meminimalisasi penyalahgunaan kartu kredit.

8. Asuransi

Sekarang banyak pihak bank yang telah memasukkan berbagai macam asuransi sebagai kelengkapan sebuah kartu kredit. Anda dapat memilih kartu kredit yang menawarkan asuransi-asuransi menguntungkan, seperti adanya asuransi pembelian barang, asuransi perjalanan, asuransi kecelakaan, hingga asuransi jiwa.

Asuransi sangat berguna bagi Anda pemilik kartu kredit. Selain untuk meningkatkan kenyamanan, asuransi-asuransi tersebut bertujuan mencegah risiko yang mungkin timbul dari pemakaian kartu tersebut. Contohnya ketika ada pemilik kartu kredit yang meninggal dunia, tagihannya tidak perlu dilimpahkan kepada keluarga yang bersangkutan, melainkan ditanggung oleh pihak asuransi. Tentu ini akan membuat Anda sedikit lega untuk tidak memberikan beban utang kepada ahli waris Anda.

Asuransi ini bukan angin surga yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Aturan mengenai asuransi kartu kredit bahkan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 124 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit. Dalam ketentuan tersebut dijabarkan bahwa seluruh tagihan kartu kredit yang pemiliknya telah meninggal dilimpahkan kepada pihak asuransi.

Bijak Dalam Memilih 

Bijak dalam memiliki  kartu kredit harus menjadi landasan Anda. Meskipun kartu kredit pasti menimbulkan konsekuensi bagi finansial Anda, memilikinya juga bisa membuat Anda lebih mudah mendapatkan utang-utang lain. Dengan menjaga reputasi Anda dalam membayar tagihan kartu kredit, pihak bank akan mudah memberikan Anda kredit lain yang Anda butuhkan, seperti kredit pemilikan apartemen maupun rumah. 

Yang terpenting, Anda harus teliti sebelum memutuskan menerbitkan kartu kredit di suatu tempat. Carilah kartu kredit yang memberikan berbagai keuntungan bagi Anda. Bila mendapat promosi, jangan terlalu tergiur. Cek kembali iming-iming tersebut untuk melihat seberapa baiknya tawaran yang diajukan oleh para agen dan pihak bank.

Baca Juga : 5 Tips Memilih Kartu Kredit Bagi Pemula