Hanin Dhiya Buktikan Gak Cuma Jago Cover Lagu, Jualan Album Bisa Laku Miliaran Rupiah

Tahu dong Hanin Dhiya? Penyanyi yang punya suara merdu, kuat dengan ciri khas suara alto serta range nada yang luas mampu memikat hati para pecinta musik Indonesia. Wajah manisnya kerap nampang  di video YouTube saat meng-cover lagu menjadi hiburan tersendiri bagi para netizen.

Lahir di Bogor, 21 Februari 2001, pemilik nama lengkap Hanin Dhiya Citaningtyas ini memang lebih dikenal sebagai YouTuber peng-cover lagu. Sejumlah lagu hits dalam negeri menjadi semakin populer setelah dibawakan kembali olehnya

Sebut saja lagu “Asal Kau Bahagia” dari Armada hingga “Akad” milik Payung Teduh, serta lagu lainnya mendulang sukses. Meski begitu, tak banyak yang menyadari sebenarnya Hanin sudah memasuki industri musik sebelum melejit di YouTube.

Penasaran dengan kisahnya? Berikut ulasan mengenai perjalanan karier Hanin Dhiya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga: Punya Kekayaan Rp 10 Miliar, Begini Kisah Perjalanan Karir Film dan Musik Si Cantik BCL 

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Memulai Karier dari Ajang Pencarian Bakat

Hanin memulai karier di industri musik dari berkompetisi di ajang pencarian bakat Rising Star Indonesia (RCTI) pada tahun 2014. Di umurnya yang saat itu baru 13 tahun, ia sudah berhasil menorehkan prestasi dan lolos sampai ke babak grand final, menjadi runner up.

Putri dari pasangan Cici Sunarsih dan Akhmad Yuliantara ini memang masih remaja. Namun bakat dan kemampuannya dalam bermusik tidak perlu diragukan lagi. Tak hanya piawai dalam olah vocal, Hanin yang berasal dari Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini juga sangat fasih memainkan instrument piano dan gitar.

Sejak berumur 2,5 tahun, Hanin sudah menunjukkan ketertarikannya pada musik. Bahkan sebelum mengikuti Rising Star, sudah tak terhitung lagi berapa banyak lomba menyanyi dan talent search yang diikutinya. Ia juga pernah tampil dalam Segmen Semprul Management di acara musik Inbox SCTV pada Januari 2014. 

Ketika itu gadis berdarah Sunda ini menyanyikan lagu “Stand Up for Love” dari Destiny’s Child. Namun kini, Hanin sudah mempunyai banyak fans yang bernama Haninours.

Mulai Garap Cover Lagu di YouTube

View this post on Instagram

Selalu untuk selamanya - Fathur . . . . Lagu lama, penuh makna.

A post shared by Hanin Dhiya (@hanindhiyaatys) on

Sewaktu Hanin masih duduk di bangku kelas 1 SD, ia pernah mengikuti les vocal. Namun tak lama berselang, guru lesnya meninggal dunia. Sejak saat itu, Hanin hanya berlatih teknik bernyanyi secara alakadarnya bersama sang ayah.

Meski begitu, ia mengaku sejak kecil, cita-citanya menjadi musisi. Menjadi juara kedua Rising Star sempat membuat Hanin sibuk mengisi berbagai acara setiap pekan. Namun setelah ajang pencarian bakat itu selesai, ia sempat bingung mengenai apa yang selanjutnya dilakukan.

Lalu muncul ide untuk bernyanyi dan mengunggahnya di platform berbagi video, YouTube, pada tahun 2014. Lagu yang pertama diunggahnya saat itu adalah “Stand Up For Love”. Dan justru karya konten lagu tersebut semakin diapresiasi setelah menjadi YouTuber.

Lagu “Asal Kau Bahagia” dari Armada saat itu mendapat lebih dari 40 juta viewers. Diakui Hanin, ia tak menyangka dan senang sekali atas sambutan dari khayalak banyak. Terlebih, para personil Armada mengapresiasi dengan baik hingga akhirnya lagu tersebut bisa di-recycle oleh Hanin.

Mengeluarkan Berbagai Single hingga Rilis Album

Hanin yang saat ini sedang mendalami belajar alat musik perkusi ini sudah meluncurkan banyak single lagu ke pasaran. Semuanya mendapat sambutan hangat dari penikmat musik Indonesia. 

Single berjudul “Yang Terbaik” dirilis Hanin didapuk untuk menjadi soundtrack dari film “Bunda Kisah Cinta Dua Kodi.” Hanin juga menyanyikan kembali lagu Bintang Kehidupan milik almarhumah Nike Ardilla yang rilis tahun 2016.

Selain itu, Hanin juga mengeluarkan lagu “Terbaik, Bukan Untukku, Kau Yang Sembunyi (2017)”, dan Darling (2017) yang merupakan lagu asli milik Hanin dan terdapat dalam albumnya. Ia pun menyanyikan kembali beberapa lagu recycle, seperti “Pupus” (Dewa 19) dan “Asal Kau Bahagia” (Armada) yang dirilis tahun 2018.

Sedangkan untuk lagu “Suatu Saat Nanti” dirilis pada 2018 dan “Waktunya Sendiri” keluar tahun ini, 2019. Di bawah naungan perusahaan rekaman Warner Music Indonesia, Hanin berhasil mengeluarkan album solonya yang bertajuk Cerita Hanin Dhiya (2018).

Hanin juga dipercaya mengisi lagu “Kau Ada” bersama band arahan Pidi Baiq, The Panas Dalam Bank, untuk soundtrack film Dilan 1991.

Baca Juga: Investasi Tas Mewah dan Rintis Bisnis Jadi Cara Mikha Tambayong Gandakan Uang

Sebagai Pembuktian     

View this post on Instagram

Pialanya yang minta foto sama gua. . . . . #yaudahlahya

A post shared by Hanin Dhiya (@hanindhiyaatys) on

Diakui Hanin, tak hanya pujian dan decak kagum saja yang berdatangan dari penggemarnya. Ia juga menerima cibiran dari para haters. Pasalnya, banyak orang menilai dirinya tak bisa membawakan lagu sendiri dan hanya mampu meng-cover hits yang sedang trending di YouTube.

Itulah sebabnya, menelurkan album solo baginya pada Mei 2019 ini juga berarti pembuktian besar bahwa anggapan itu tidak benar. Hanin mengatakan, album yang dirilisnya ini tak hanya menjadi pembuktian, tapi juga media pembelajaran baginya untuk membuat karya sendiri.

Ia juga ingin membuktikan kepada semua orang yang telah memberi dukungan kepadanya sejak kecil, bahwa kini usahanya telah berbuah manis. Album Cerita Hanin Dhiya ini memuat 11 lagu yang merupakan gabungan dari lagu-lagunya sendiri dan lagu lain yang pernah di-cover olehnya di YouTube.

Raih Pendapatan hingga Rp 1 Miliar

Yang menarik, hanya dalam jangka satu bulan sejak rilis, album Hanin sudah berhasil meraih predikat Platinum dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI). Pasalnya, Cerita Hanin Dhiya telah meraup pendapatan hingga angka Rp 1 miliar dalam sebulan.

Penjualan ini didapatkan dari rilisan fisik yang dapat dibeli melalui gerai KFC dan pemasukan streaming. Toto Widjojo yang merupakan Managing Director dari Warner Music Indonesia menuturkan rasa bangganya atas prestasi Hanin di album perdananya ini. Harapannya, pencapaian ini dapat menjadi inspirasi musisi milenial agar mengikuti kesuksesan Hanin.

Kolaborasi dengan Penyanyi Denmark dan Korea

Kiprah Hanin terus berlanjut. Di awal tahun 2019, ia berhasil berkolaborasi dengan Christopher Nissen, penyanyi asal Denmark, telah merilis single berjudul “Heartbeat”.

Dan untuk menambah pelajaran serta pengalamannya menggarap musik, kini ia juga menggaet penyanyi Korea Selatan, NIve. Menurutnya, kolaborasi ini sangat menyenangkan karena ia berkesempatan untuk mengeksplor lebih jauh selain untuk menambah teman.

Sabar dan Selalu Termotivasi

Jalan mencapai kesuksesan dalam berkarier tentu tidak mudah. Ada banyak tantangan dan ujian yang akan menghadang. Meski begitu, modal utama meraih kesuksesan dan bertahan menekuni satu bidang adalah bersabar.

Selain itu, diperlukan motivasi kuat untuk bertahan di tengah naik turunnya karier. Jadi jangan takut pada kegagalan, karena kegagalan hanya kesuksesan yang tertunda.

Baca Juga: Fenomenal! Kaya Raya di Usia Muda, Begini Cara Atta Halilintar Sukses Jalankan Sederet Usahanya