Hati-Hati, Bulan Puasa Bisa Bikin Boros Akibat 5 Hal Ini

Setiap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, pastinya absen makan siang. Mungkin pada awalnya, kamu berpikir akan menjadi lebih hemat karena tak perlu mengeluarkan biaya selama satu bulan untuk membeli makan siang. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Pengeluaran pada bulan puasa seringkali lebih besar daripada bulan-bulan lainnya.

Kira-kira, apa saja sih faktor pemicu yang membuat seseorang menjadi lebih boros di bulan puasa? Yuk kita simak!

boros

1. Lapar mata beli menu berbuka

Setelah menahan rasa lapar seharian, kamu pun balas dendam ketika berbuka dengan membeli makanan yang berlebihan. Akibat lapar mata, semua makanan yang ada di depanmu pun dibeli. Alhasil, kebiasaan tersebut membuatmu harus mengeluarkan biaya ekstra di bulan Ramadan. Alih-alih berhemat karena absen makan siang, pengeluaranmu malah jadi dobel deh! 

2. Ikut banyak kegiatan buka bersama

Buka bersama teman TK, SD, SMP, SMA, kuliah, atau teman kantor lama. Bulan Ramadan kerap dijadikan ajang reuni. Kalau diadakan di tempat yang murah sih, mungkin masih tak masalah. Tapi tak jarang acara tersebut diadakan di restoran yang bisa merogoh kocek lumayan besar. Bayangkan, jika dalam satu acara buka bersama kamu bisa menghabiskan uang sekitar Rp 150 ribu, artinya jika kamu mengiyakan ajakan buka bersama teman TK hingga teman kantor, kamu perlu mengeluarkan kocek Rp 900 ribu! Angka yang lumayan kan?

3. Belanja berlebihan akibat promo dan diskon

Baik itu e-commerce maupun pusat perbelanjaan seperti mal, pasti saling berlomba-lomba memberikan promo dan diskon besar-besaran saat Ramadan. Euphoria diskon tersebut membuatmu merasa harus memanfaatkan momen sebaik mungkin. “Mumpung murah, jadi harus dibeli”. Jujur saja, pasti gak sedikit dari kamu yang punya pikiran seperti itu kan? Kalau kamu susah menahan nafsu belanja, dijamin kantongmu bisa jebol sebelum Hari Raya tiba.

4. Mindset bahwa Lebaran harus serba baru

Idul Fitri memiliki makna bahwa kita kembali ke fitrah sebagai manusia baru. Karena hal inilah, Hari Raya ini identik dengan hal-hal yang baru pula. Entah itu baju baru, sepatu baru, atau bahkan kendaraan baru. Prinsip inilah yang membuat pengeluaran membengkak. Padahal, untuk kembali fitri pun kita tak perlu memakai barang-barang baru. Jadi sebaiknya, hilangkan mindset bahwa Lebaran harus disambut dengan semua yang serba baru.

5. Beli tiket mudik di waktu yang mepet

Seperti yang kita tahu, tiket perjalanan baik itu kereta, bus, kapal, maupun pesawat, pastinya akan lebih mahal harganya jika kamu membelinya mendekati waktu keberangkatan. Apalagi jika permintaannya tinggi seperti di musim mudik ini. Untuk kamu yang baru mau memesan tiket di kisaran minggu ini, jangan kaget kalau harga tiket bisa menjulang berkali-kali lipat. Sebagai solusinya, kamu bisa loh memanfaatkan fasilitas cicilan, baik itu dari bank maupun dari lembaga kredit online. 

Meskipun kamu yang bekerja sebagai karyawan akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya, bukan artinya kamu bisa bersikap boros menghadapi bulan Ramadan ini. Supaya kondisi keuanganmu tetap aman, pastikan kamu membuat alokasi pengeluaran terlebih dahulu. Hitung berapa jumlah anggaran untuk sahur, berbuka, mudik, bahkan untuk sedekah dan zakat. Dengan begitu, kamu pun bisa tenang dan khusyuk menjalani bulan suci ini.

Artikel ini merupakan kerja sama Kredivo dan Cermati.com