Hindari Penyalahgunaan Kartu Kredit, Kenali Sistem Keamanannya

Kartu kredit merupakan kartu yang mempunyai fungsi pembayaran yang praktis selain itu mempunyai kartu kredit adalah hal yang dapat membuat kita menjadi sedikit bisa berbangga. Karena tidak semua orang bisa mempunyai kartu kredit. Seperti kita ketahui, ada aturan secara administrasi bagi pemohon kartu kredit. Baik itu dari sisi penghasilan maupun dari sisi pekerjaan. Kartu kredit juga dapat menaikkan gengsi kita atau dengan kata lain menaikkan status sosial.

Namun jangan salah, kartu ini juga rentan sekali akan kejahatan dan penyalah gunaannya. Dengan teknologi yang semakin berkembang pesat dewasa ini. Kartu kredit menjadi salah satu alat pembayaran yang paling banyak digunakan. Apalagi pembayaran toko online yang sering menggunakan pembayaran elektronik sebagai pembayarannya. Baik itu secara transfer, debit maupun juga kartu kredit.

Dari celah inilah banyak orang menyalahgunakan teknologi untuk membobol sistem keamanan yang ada pada kartu kredit. Caranya bermacam-macam, ada yang mencuri data dari pengguna ataupun juga ada yang menggunakan sarana internet untuk mengambil informasi yang ada pada kartu kredit.

Norton Cyber Security Insight Report menemukan 47% konsumen telah menjadi korban kejahatan penyalahgunaan kartu kredit. Kerugian yang diderita korban adalah berkisar antara 300 dolar Amerika. Kejahatan penyalahgunaan terhadap kartu kredit pada dasarnya bisa dikategorikan cyber crime. Karena kebanyakan pelaku akan melakukan transaksi non fisik dengan melakukan pembelian di Internet. Di sini pelaku akan mencuri data yang ada pada pemilik kartu kredit dan akan menggunkannya di sebuah suit belanja online dengan menggunakan data yang sudah dia dapatkan dari kita.

Lalu bagaimana menyikapi hal ini agar tidak menjadi korban penyalahgunaan kartu kredit. Ada beberapa yang harus kita waspadai pada saat melakukan transaksi dengan kartu kredit.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Mengenal Sistem Transaksi Kartu Kredit

ilustrasi transaksi kartu kredit
Ilustrasi Transaksi Kartu Kredit

Ada baiknya kita mengenali sistem pembayaran dengan menggunakan kartu kredit. Di Indonesia kita mengunakan dua sistem pembayaran kartu kredit. Sistem yang pertama yaitu sistem magnetic stripe dan yang kedua adalah dengan sistem chip. Sistem yang menggunakan magnetic strip adalah dengan cara menggesek fisik kartu dan kita akan membubuhi tanda tangan.

Untuk menghindari penyalah gunaan kartu, maka lihatlah kasir yang menggesek kartu kita pada alat tersebut, hindari menggesek kartu sebanyak dua atau lebih karena hal ini rawan terhadap pencurian data. Selain itu sistem seperti ini juga mempunyai banyak kelemahan termasuk memalsukan tanda tangan pengguna kartu.

Yang berikutnya adalah sistem transaksi dengan menggunakan PIN (Personal Identification Number). Pada sistem ini memang relatif lebih aman, maka dari itu pilihlah dengan cara menggunakan PIN dari pada membubuhi tanda tangan. Dan hindari jangan sampai PIN ini dimiliki oleh orang lain, jangan sampai membocorkan angka ini kepada siapapun juga. Karena akan berakibat fatal dan rawan dengan penyalahgunaan.

2. Menjaga Kerahasiaan Nomor Kartu dan CVV

Menjaga nomor dan kerahasaiaan CVV (Cardholder Verification Value) juga harus dilakukan. Tidak hanya itu nomor kartu juga bisa disalah gunakan  apabila sampai mudah atau diketahui oleh orang. Pada umumnya jumlah CVV adalah 3 digit untuk master card dan visa sedangkan untuk American Express adalah 4 digit. Kode ini terletak di belakang kartu. Maka dari itu rahasiakan kode ini.

Baca Juga: 8 Tips Bertransaksi Aman dengan Kartu Kredit

3. Jangan Memfoto Kartu Kredit

ilustrasi memfoto kartu kredit
Ilustrasi Memfoto Kartu Kredit

Hindari melakukan fotokopi atau memfoto bagian muka dari kartu kredit, karena hal ini akan memberikan banyak informasi dari isi kartu yaitu dari nomor yang tertera pada bagian depan kartu.

4. Merahasiakan Nama Asli Ibu Kandung

Rahasiakan nama ibu kandung, karena nama ibu kandung juga menjadi alat penyalahgunaan kartu kredit. Nama ibu kandung akan menjadi pertanyaan wajib oleh pihak bank apabila sedang melakukan verifikasi melalui telepon, hal ini dilakukan sebagai bukti bahwa kita adalah pemegang kartu yang sah.

Baca Juga: Waspada Tindakan Phishing yang Mengincar Uang di Rekening Anda

5. Jaga Kerahasiaan Nomor Ponsel

nomor ponsel
Nomor Ponsel

Selain nomor kartu, kita juga harus menjaga kerahasiaan nomor ponsel yang biasa digunakan atau terdaftar pada bank penerbit kartu. Karena pihak bank akan melakukan verifikasi melalui sms dan memasukkan kode yang harus Anda masukkan dalam transaksi menggunakan kartu kredit. Dengan membobol nomer Anda, maka pelaku akan dapat berkesempatan untuk melakukan tindak kejahatan kartu kredit.

Selalu Berhati-Hati Setiap Melakukan Transaksi Kartu Kredit

Waspada terhadap setiap transaksi adalah hal yang harus kita lakukan, mencatat semua transaksi dan menyimpan bukti transaksi paling lama sampai dengan keluarnya tagihan setelah tiga bulan berjalan.

Baca Juga: Pilihan Kartu Kredit yang Cocok untuk Wanita