Hobi Handycraft Antarkan Yunita jadi Pebisnis Mahar Pernikahan dan Sewa Backdrop Acara

Memang tak sedikit orang yang menekuni hobinya bisa menjadi ladang bisnis menjanjikan yang memiliki peluang besar. Bahkan diantara mereka ada yang sudah memiliki pekerjaan tapi tetap menggeluti bisnis dan membuktikan kesuksesannya hingga berhasil mengantongi omzet yang jumlahnya lumayan menggiurkan.

Ini sama halnya dengan Yunita Martha Irine Wirapraja. Walau dirinya sudah bekerja sebagai Commercial Support disebuah perusahaan rental mobil di Tangerang, Banten, wanita yang biasa disapa Yunita ini tetap memilih untuk menjalankan bisnis kecil yang berasal dari hobinya, yakni mahar pernikahan custom dan sewa backdrop untuk berbagai acara seperti lamaran, pernikahan, pesta ulang tahun, tasyakuran dan sebagainya.

Lalu bagaimana kisahnya membangun bisnis dari nol yang berawal dari hobi?

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Berawal dari Hobi Handycraft

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Bunting Flag & Paper Flower (@yccollections) on

Wanita kelahiran 19 Mei 1995 ini mengaku bahwa bisnis yang sedang dibangunnya sekarang ini berawal dari hobinya membuat kerajinan tangan atau handycraft yang ditularkan oleh mendiang mama tercinta.

Yunita dan mamanya sangat menyukai hal-hal yang berbau dekorasi. Sejak kecil, sang mama selalu mengajarkan yunita membuat kreasi dari kertas yang dilipat hingga menjadi bunga atau bentuk lainnya dan bahan-bahan lain yang bisa dijadikan hiasan.

Hingga akhirnya ketika duduk dibangku kuliah semester akhir, Yunita nekat dengan modal pas-pasan memberanikan diri untuk menjual hasil kerajinan tangannya berupa buket bunga dari kain, hiasan dinding seperti scrapframe, mozaik dan siluet.

Darisitulah mulai banyak yang melihat dan memesan untuk dibuatkan mahar pernikahan dari jenis produk hiasan dinding scrapframe. Meski dengan desain yang sederhana tapi customer merasa puas.

Sama halnya dengan backdrop. Awalnya hanya bermodalkan jualan paper flower yang bisa ditempelkan di dinding, kemudian berjalannya waktu berkembang menggunakan papan atau pallet kayu, tirai kain dan hiasan dekor lainnya untuk mempercantik backdrop.

2. Mulai Gencar Lakukan Promosi

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Bunting Flag & Paper Flower (@yccollections) on

Setiap bisnis yang dijalankan pastinya sangat perlu untuk melakukan promosi agar semakin banyak orang yang melihat dan tertarik untuk memesan barang jualan. Yunita pun memilih Instagram untuk dimanfaatkan sebagai media utama promosi bisnis mahar pernikahan custom dan sewa backdrop-nya tersebut.

Tak kehabisan akal untuk menarik target konsumen, Yunita juga menyebarkan brosur dan kartu nama. Bahkan, Yunita tak segan meminta tolong kepada saudara dan teman-teman untuk membantu memasarin bisnisnya.

Baca Juga: Raup Untung Besar dari Bisnis Daur Ulang Barang Bekas

3. Sadar akan Kelebihan dan Kekurangan pada Bisnisnya

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Bunting Flag & Paper Flower (@yccollections) on

Tak ada bisnis yang memiliki kesempurnaan. Yunita menyadari bisnis yang dijalankannya ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

Pada kelebihan tentunya banyak yang minat karena bisnis bagian dari wedding ini selalu dicari para calon pengantin untuk melengkapi kebahagiaan mereka. Selain itu juga, bisnisnya ini semakin didukung dengan mulai banyaknya yang menjual bahan baku. Jadi, Yunita semakin mudah membuat mahar custom dan backdrop sesuai dengan permintaan customer.

Sementara pada kekurangannya adalah bisnisnya ini masih dikerjain sendiri jadi terkadang Yunita merasa hasilnya tidak tepat waktu serta banyaknya saingan.

Namun, wanita penyuka nasi goreng ini terus melihat, mendengar dan terbuka pikirannya untuk mempelajari kelebihan serta kekurangan pada bisnis yang dijalaninya, sehingga bisnisnya bisa terus maju dan berkembang.

5. Tak Takut Hadapi Tantangan

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Bunting Flag & Paper Flower (@yccollections) on

Banyaknya saingan yang sudah lebih pro dalam menjalankan bisnis bagian dari wedding, tidak membuat Yunita menjadi takut tidak dapat customer justru membuat dirinya terus berusaha belajar bagaimana bisnisnya tersebut dilirik banyak peminat.

Akhirnya, Yunita menyusun strategi dengan tepat, yaitu berani mengambil harga lebih murah dari harga pasaran untuk mengikat para pembeli. Tidak hanya itu saja, Yunita juga sering memberikan bonus-bonus ke pada customer.

Menyoal harga, untuk mahar custom kisaran harga mulai dari Rp200 ribu – Rp500 ribu (belum termasuk uang mahar), sedangkan harga sewa backdrop mulai dari paketan Rp650 ribu – Rp 950 ribu dengan ketentuan umumnya, harga sudah termasuk jasa pemasangan, paper flower jadi hak milih penyewa, transport maksimal kurang lebih 10 kilo meter (diluar dari jarak yang ditentukan biaya transport menyesuaikan)

Baca Juga: Anda Pebisnis Pemula? Ini Cara Cerdas Belanja Grosiran

6. Bisnis Sampingan Hasilkan Omzet Jutaan per Bulan

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Bunting Flag & Paper Flower (@yccollections) on

Memang buah jatuh itu tidak akan jauh dari pohonnya. Istilah tersebut sebagai penggambaran Yunita dengan orangtuanya yang merupakan pebisnis juga. Sejak kecil, orang tuanya selalu menasihati untuk tidak terpaku dengan kerja di luar sebagai karyawan, tapi juga harus memiliki usaha sendiri yang bisa memberikan peluang pekerjaan untuk orang lain.

Hingga akhirnya, Yunita bisa menjalankan bisnisnya hingga sekarang dengan pembagian waktu yang cerdas, yaitu pagi-sore kerja di kantor malamnya membenahi bisnis dan sabtu-minggu fokus khusus bisnis. Dari bisnis sampingannya itu, Yunita sudah menghasilkan omzet bersih sejumlah Rp3 juta setiap bulannya.

Menurutnya, dengan bekerja dikantor sambil berbisnis sangat membantu menambah keuangan bulanannya. Selain itu, juga menjadi paham bagaimana mengelola pemasukan dan pengeluaran dengan baik dari bisnis yang dijalankan.

6. Impian Berlanjut ke Bisnis WO

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Bunting Flag & Paper Flower (@yccollections) on

Tanpa disadari, kesuksesan yang sedang Yunita rajut benar-benar mulai dari nol. Berawal dari hobi handycarf menjadi penjual hiasan dinding, kemudian berlanjut menerima mahar custom dan sewa backdrop. Baru berjalan kurang lebih satu tahun sudah memiliki impian berlanjut ke bisnis Wedding Organizer atau WO. Hal tersebut dibuktikannya secara perlahan-lahan.

Sekarang ini, tak hanya mahar pernikahan custom dan menyewa backdrop saja, tapi sudah mulai ada tambahan di beberapa bagian misalnya jasa make up untuk para among tamu pengantin atau penerima tamu, dokumentasi dan souvenir photobooth. Jadi dengan adanya paketan tersebut, bisa memudahkan memenuhi keinginan customer.

Wanita yang sangat menyukai susu full cream ini terus berharap, impiannya mengelola WO tersebut bisa tercapai meski harus berjuang dari bawah.

Jadikan Hobimu sebagai Bisnis Sampingan

Setiap hobi yang dimiliki pastinya memiliki peluang untuk dijadikan sebagai bisnis sehingga mendapatkan keuntungan yang lumayan, asalkan kita jeli melihat terhadap peluang tersebut. Jangan jadikan modal yang besar sebagai kunci utama dalam menjalankan bisnis, tak ada salahnya mulai dari nol dengan modal yang minim sekalipun.

Namun perlu diingat, dalam proses merintis bisnis bukanlah perkara yang mudah. Ketekunan dan kesabaran perlu dilakukan ketika memasarkan produk. Selain itu, berikan pelayanan yang baik kepada pelanggan agar merasa puas dan pelanggan pastinya tidak akan segan untuk merekomendasikan bisnis Anda kepada rekan-rekannya.

Baca Juga: Cara Mulai Usaha Hijab dari Nol