Hore! Rel Kereta Mati Dibuka Lagi, Destinasi Wisata ini Mudah Dijangkau

Salah satu hambatan untuk menjangkau destinasi wisata adalah kurangnya akses yang bisa dilalui moda transportasi. Kita tahu, ada banyak jalur rel kereta api di Indonesia yang telah lama mati alias tidak digunakan lagi karena berbagai sebab.

Kini, jalur-jalur rel sepur itu satu persatu bakal kembali dibuka. Tentu saja, ini akan memudahkan hilir mudik masyarakat atau wisatawan untuk menjangkau destinasi wisata.

Pemerintah sendiri telah memetakan jalur-jalur rel kereta api mana saja yang diaktifkan kembali secara bertahap. Terbaru, hasil kerjasama PT KAI Persero dan Pemda Jabar akan membuka lagi jalur sepur untuk memudahkan menjangkau tempat-tempat wisata.

Dan yang pasti, nantinya bukan hanya wilayah Jawa Barat saja, tapi juga tempat wisata-wisata lainnya di seluruh Indonesia akan mudah diakses dengan kereta api.

Lalu, destinasi wisata mana saja yang bakal mudah dijangkau karena jalur-jalur rel kereta api kembali dibuka? Sebelum itu, simak sejarah singkat kereta api di Bumi Nusantara ini mulai awal dibangun hingga ada penutupan beberapa jalur rel kereta.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Ribuan KM Rel: Dibangun Belanda, Dibongkar Jepang hingga ‘Mati’ Kalah Saing

Stasiun Maos
Stasiun Maos di zaman Belanda via Phinemo.com

Sejarahnya, rel sepur ini pertama kali dibangun oleh Belanda pada 1867 yang menghubungkan Semarang-Tanggung sejauh 25 kilometer. Kemudian terus bertambah hingga mencapai 5.910 km, namun menyusut sekitar 901 km yang diduga dibongkar semasa pendudukan Jepang dan kabarnya dibawa ke Burma untuk membangun rel kereta api di sana.

Dari rel sepur yang ada, perusahaan kereta api milik negara yang pada tahun 1971 bernama Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) memutuskan menutup beberapa jalur rel kereta karena merugi. Sebab ada diindikasikan banyak penumpang gelap, kerusakan lokomotif atau prasarana perkeretaapian, maupun kalah saing dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum.

Sehingga ada banyak jalur sepur di Pulau Jawa, Madura, maupun Sumatera berhenti beroperasi. Dari data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), di Pulau Jawa dan Madura sendiri, jumlah total rel mati mencapai 1.600 km, dan di Sumatera sekitar 111 km.

Pada tahun 1991, PJKA berganti nama menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) dan resmi berubah menjadi PT Kereta Api (PT KA) pada tahun 1999. Kemudian pada era digitalisasi, perusahaan sepur pelat merah ini pun melakukan transformasi dan berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero pada tahun 2010.

Setelah 70 Tahun, Pertama Kalinya Indonesia Bangun Rel Baru

Proyek Pembangunan Rel Kereta
Ilustrasi pembangunan rel kereta api via Tempo.com

Ya, setelah pembangunan rel kereta api terakhir kalinya pada tahun 1943 semasa pendudukan Jepang, selama sekitar 70 tahun tidak ada lagi rel kereta yang dibangun. Setidaknya setelah berdirinya pemerintahan Indonesia, baru dilakukan pembangunan rel untuk pertama kalinya. Tepatnya pada tahun 2013, rel baru mulai dibangun, yakni jalur rel ganda (double track) Jakarta-Surabaya sepanjang 727 km.

Pembangunan rel kereta baru terus dilanjutkan di luar Pulau Jawa yang dimulai sejak 2016 dan ditargetkan rampung pada 2021, di antaranya trans-Sumatera sepanjang 1.399 km, trans-Sulawesi 1.772 km, trans-Kalimantan 2.428 km, dan trans-Papua 390 km.

Jika dihitung-hitung, total panjang rel kereta di Indonesia sudah mencapai lebih dari 13.000 km termasuk rel-rel yang bakal diaktifkan kembali.

Baca Juga: Mau Traveling, Tapi Bingung Pilih Koper dan Tas yang Tepat?

Rel Kereta ‘Mati’ Dihidupkan Lagi

Rel Kereta Api Mati
Salah satu stasiun rel kereta mati di Jawa via Detikfinance.com

Seiring dengan perkembangan zaman, gaya hidup masyarakat juga berubah khususnya kebutuhan untuk berwisata. Maka pemerintah menginisiasi membuka kembali jalur-jalur sepur yang sejak berdekade-dekade lamanya tidak dioperasikan.

Dari ribuan kilometer rel di beberapa jalur kereta api itu, khususnya di Pulau Jawa, ditargetkan reaktivasi bakal rampung hingga 2030.

Tentu saja, dengan banyaknya rel kereta yang diaktifkan lagi, wisatawan akan lebih mudah menjangkau tempat-tempat liburan. Mengingat, jalur-jalur rel kereta tersebut kebanyakan berada di pelosok daerah yang menjadi akses destinasi wisata.

Tengok saja Jawa Timur, jalur rel kereta yang mati mencapai 615 km mulai dari Madiun hingga Bangkalan. Lalu di Jawa Tengah sepanjang 440 km mulai dari Semarang hingga Cepu, serta Banten dan Jawa Barat sepanjang 440 km mulai dari Rangkas Bitung hingga Tanjung Sari. Di Pulau Sumatera, jalur rel kereta mati sekitar 111 km mulai dari Sumatera Utara hingga Aceh.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Naik, Begini Cara Menyiasatinya

Inilah Destinasi Wisata Bakal Mudah Dijangkau bila Jalur Rel Mati Diaktifkan

Kereta api memang salah satu transportasi umum yang paling menguntungkan. Selain lebih mudah, juga lebih murah untuk menjangkau tempat-tempat wisata maupun beraktifitas lainnya yang membutuhkan transportasi. Ingin tahu destinasi wisata mana saja yang bakal mudah dijangkau dengan kereta api?

Berikut Cermati.com himpun destinasi wisata yang bakal mudah dijangkau setelah jalur-jalur rel kereta api mati itu diaktifkan kembali.

1. Pantai Batu Hiu, Ciamis

Pantai Batu Hiu
Pantai Batu Hiu via Wisatatraveler.com

Bagi pecinta aroma laut, berwisata di pantai seolah sesuatu hal yang enggak bakal dilewatkan. Bila jalur rel kereta yang menghubungkan stasiun Banjar-Pangandaran-Cijulang-Parigi di kota Ciamis, Jawa Barat ini dihidupkan lagi, maka Anda akan mudah menjangkau destinasi wisata di Pantai Batu Hiu yang menawan.

2. Pantai Pangandaran, Ciamis

Pantai Pangandaran
Pantai Pangandaran via Jabarnews.com

Bukan hanya Pantai Batu Hiu saja yang bakal bisa dijangkau dengan kereta api, namun dengan dibukanya jalur rel kereta stasiun Banjar-Pangandaran-Cijulang-Parigi tersebut, juga akan memudahkan Anda menuju destinasi Pantai Pangandaran yang berada di dekat stasiun Parigi, kota Ciamis, Jawa Barat.

3. Curug Orok, Garut

Curuk Orok
Curug Orok via Jejakpiknik.com

Ingin menikmati sejuknya alam dengan gemericik air yang jatuh? Dengan dihidupkannya kembali jalur kereta stasiun yang menghubungkan Cibatu-Garut-Cikajang nantinya, maka Anda bisa menikmati segarnya air terjun bernama Curug Orok yang lebih dekat dijangkau dengan stasiun Cikajang, Garut, Jawa Barat.

4. Kawah Putih Ciwidey, Bandung

Kawah Putih Ciwidey via Tempatwisatadibandung.info
Kawah Putih Ciwidey via Tempatwisatadibandung.info

Ada banyak tempat wisata di kota Bandung, Jawa Barat, mulai dari Batu Cinta, Bukit Jamur Rancabolang, Cimanggu Hot Spring, hingga Kawah Putih, dan masih banyak lagi. Apabila rel kereta mati yang menghubungkan stasiun Bandung-Dayeuhkolot-Banjaran-Ciwidey ini diaktifkan lagi, maka Anda akan mudah menjangkau destinasi-destinasi wisata tersebut, termasuk Kawah Putih (Crater White) di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat.

5. Candi Bojong Menje, Bandung

Candi Bojong Menje
Candi Bojong Menje via Idesejarah.net

Nah, bagi yang ingin menikmati suasan liburan dengan nuansa situs bersejarah di area Jawa Barat, Anda bisa ke Candi Bojong Menje, yang terletak di kota Bandung. Dengan dibukanya jalur rel kereta mati yang menghubungkan stasiun Rancaecek-Tanjungsari, maka Anda akan mudah menjangkau destinasi wisata salah satu situs peninggalan nenek moyang ini.

6. Goa Terawang, Blora


Goa Terawang via Studentblogdinus.ac.id Goa Terawang via Studentblogdinus.ac.id

Tentu saja, Jawa Tengah juga memiliki banyak destinasi wisata, khususnya di kota Blora, mulai dari Bukit Jonggrang, Gunung Manggir, Goa Terawang, dan masih banyak lagi. Stasiun yang memudahkan mencapai destinasi wisata itu rencananya juga akan dihidupkan kembali. Jalur rel kereta mati dari Stasiun Demak-Blora ini merupakan salah satu yang masuk dalam daftar reaktivasi.

7. Gunung Muria, Jepara

Gunung Muria
Gunung Muria via Exploremdpl.blogspot.com

Pecinta keindahan alam pegunangan yang penuh tantangan pasti tidak akan melewatkan untuk menjelajah gunung di Nusantara, salah satunya Gunung Muria yang terletak di Jepara, Jawa Tengah. Dengan dibukanya kembali jalur rel kereta mati yang menghubungkan Juwana-Tayu ini nantinya, maka akan semakin memudahkan ke destinasi yang satu ini.

Bukan hanya Gunung Muria, tempat wisata yang tak kalah seru dekat stasiun Tayu ini adalah Air Terjun Songgo Langit, Grenjengan Sewu, Wisata Air Terjun Sepletuk, Kebolanjam, dan masih banyak lagi.

8. Kampung Primitif, Banyuwangi

Kampung Primitif
Kampung Primitif via Tempo.co

Di Jawa Timur juga tak kalah banyak destinasi wisata yang bisa dinikmati, salah satunya Primitive Village (Kampung Primitif) yang berlokasi di daerah Srono, Banyuwangi. Salah satu jalur rel kereta mati yang bakal dihidupkan kembali, menghubungkan Rogojampi-Srono, maka akan lebih mudah menjangkau tempat wisata ini.

9. Bukit Kapur Arosbaya, Madura

Bukit Kapur Arosbaya
Bukit Kapur Arosbaya via Berangan.com

Kali ini Anda bisa menikmati suasana yang berbeda bila melangkahkan kaki ke Bukit Kapur Arosbaya. Dan yang lebih menyenangkan lagi bila aksesnya mudah dicapai. Tentu saja, karena jalur rel kereta mati yang menghubungkan Bangkalan-Telang ini merupakan salah satu yang bakal dihidupkan lagi dan memudahkan ke destinasi wisata bernuansa kapur di Pulau Madura, Jawa Timur ini.

10. Wisata Edukasi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
Wisata edukasi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao via Pesonatravel.com

Berlibur tidak melulu soal alam, tapi juga edukasi. Salah satunya adalah wisata edukasi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (CCSTP/Coffee and Cocoa Science Technopark) yang terletak di kota Jember, Jawa Timur. Sembari menikmati kesegaran perkebunan, juga belajar pengetahuan seputar komoditas unggulan ekspor Indonesia ini, kopi dan kakao.

Nah, jalur kereta Lumajang-Rambipuji yang juga termasuk dalam daftar jalur rel kereta mati yang bakal diaktifkan kembali, maka akan semakin mudah lagi menjangkau destinasi wisata edukasi yang satu ini. Tentu saja, di Lumajang sendiri ada puluhan tujuan wisata mulai dari Puncak B29 hingga Pantai Bambang. Menarik, bukan?

Jelajah Keindahan Negeri

Tak cukup rasanya menjelajah keindahan Nusantara hanya dalam sebulan. Wajar saja, Indonesia memiliki sebanyak 17.504 pulau, dengan 7.870 pulau telah bernama. Bukan hanya pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, Indonesia juga kaya akan budaya yang terdiri dari beragam suku dan bahasa. Yuk, kenali dan jelajah keindahan negeri sendiri agar tak malu sama orang asing yang ternyata begitu mengagumi kecantikan Bumi Pertiwi.

Baca Juga: 'Traveller' Wajib Punya Kartu Kredit ini, Kenapa?