Ingat-Ingat! Kenali Fintech yang Sudah Kantongi Izin Bank Indonesia

Sebanyak 34 perusahaan layanan jasa keuangan berbasis teknologi atau yang dikenal dengan financial technology (fintech) telah terdaftar resmi di Bank Indonesia (BI). Cermati.com, salah satunya. Kini, masyarakat bisa semakin tenang dalam menggunakan jasa maupun produk keuangan dari para penyelenggara fintech tersebut.

Sebelum mengupas lebih jauh mengenai perusahaan-perusahaan fintech yang sudah mengantongi izin regulator, ada baiknya kita tahu dulu perkembangan industri jasa keuangan online ini.

Baca Juga: Makin Menggurita, Ini Aturan Baru Pengawasan Fintech di Indonesia

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Perkembangan Industri Fintech di Indonesia

Data Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menunjukkan, per Desember 2017, ada 235 perusahaan fintech yang sudah beroperasi di Tanah Air. Paling banyak 39% bermain di subsektor sistem pembayaran, 32% pelaku usaha dari subsektor pinjaman langsung atau Peer to Peer (P2P) Lending. Sisanya sebanyak 11% berasal dari subsektor market provisioning, 11% dari manajemen investasi, 4% dari insurtech, dan dari equity capital rising sebanyak 3%.

Sementara berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total nilai transaksi di pasar fintech mencapai US$18,65 miliar pada tahun 2017. Jika dihitung dengan kurs Rp14.800 per dolar AS, maka nilainya sekitar Rp276,02 triliun. Pun jumlah pengguna, termasuk peminjam dari fintech sudah menembus lebih dari 30 juta orang.

Untuk memantau penyelenggaraan fintech di Indonesia, setiap fintech di bidang sistem pembayaran wajib mendaftarkan diri ke BI. Ketentuan ini sesuai dengan Pasal 9 Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial dan Pasal 8 ayat (1) PADG No.19/15/PADG/2017 tentang Tata Cara Pendaftaran, Penyampaian Informasi dan Pemantauan Penyelenggaraan Teknologi Finansial alias fintech. Teranyar, ada 34 fintech yang sudah tercatat resmi di BI, termasuk Cermati.com.

Dengan terdaftar secara sah di BI, Cermati.com bersama 33 fintech lainnya harus memenuhi beberapa hal pokok yang ditetapkan otoritas moneter, yaitu:

1. Menerapkan prinsip perlindungan konsumen

2. Menjaga kerahasiaan data dan/atau informasi konsumen termasuk data dan/atau informasi transaksi

3. Menerapkan prinsip manajemen risiko dan kehati-hatian

4. Kewajiban untuk menggunakan rupiah di setiap transaksi yang dilakukan di wilayah NKRI

5. Menerapkan prinsip anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme, dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya, termasuk penyelenggara fintech dilarang melakukan kegiatan sistem pembayaran menggunakan virtual currency.

Manfaat Pengajuan Produk Keuangan Online via Fintech

Kehadiran fintech di Indonesia sangat membantu masyarakat untuk mengatasi masalah keuangan, baik yang sudah terjamah layanan keuangan (bankable) maupun yang belum sama sekali (unbankable). Mereka bisa mengakses seluruh produk keuangan yang ditawarkan fintech dengan praktis, nyaman, efisien, dan ekonomis.

1. Praktis karena setiap proses dilakukan secara online sehingga calon nasabah tidak perlu repot-repot datang ke kantor fintech. Syaratnya mudah, begitupula dengan prosesnya yang cepat

2. Aman karena pada dasarnya fintech akan menjaga kerahasiaan data nasabah sehingga tidak bocor keluar. Dengan begitu, masyarakat makin percaya dan nyaman menggunakan layanan fintech

3. Efisien dan ekonomis, sebab fintech mampu menyederhanakan rantai transaksi dan menekan biaya operasional maupun biaya modal, sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga layanan yang murah.

Cermati.com Sudah Mendapat Izin BI

Cermati.com Sudah Mendapat Izin BI
Cermati.com Sudah Mendapat Izin BI

Cermati.com telah mengantongi izin BI sebagai fintech di kategori pendukung pasar. Asal tahu, Cermati.com di bawah bendera PT Dwi Cermat Indonesia merupakan marketplace produk keuangan terkemuka dan perusahaan teknologi keuangan karya anak bangsa, yaitu Oby Sumampouw, Andhy Koesnandar, dan Carlo Gandasubrata.

Kamu bisa melakukan riset, membandingkan, memilih, dan mengajukan produk keuangan terbaik sesuai kebutuhan, mulai dari kartu kredit, kredit kendaraan bermotor, kredit tanpa agunan, kredit pemilikan rumah, kredit multiguna, asuransi mobil, dan asuransi kesehatan melalui website Cermati.com atau aplikasi Cermati.com yang bisa diunduh di Google Play.

Tak hanya itu, kamu juga bisa menambah wawasan seputar finansial secara gratis melalui kanal artikel Cermati.com dan Ruang Edukasi Cermati.com.

Baca Juga: Pinjam Uang: KTA vs Pinjaman Fintech. Pertimbangkan Ini Sebelum Jatuhkan Pilihan

Daftar 33 Fintech Lain yang Terdaftar di BI

Selain Cermati.com, ini daftar 33 penyelenggara fintech lain yang juga sudah resmi mendapatkan izin dari BI, antara lain:

No

Penyelenggara Fintech

No

Penyelenggara Fintech

1

Cashlez Mpos

18

Emvazo

2

Pay by QR

19

OttoPay

3

Bayarind Payment Gateway

20

SatuBon

4

Toko Pandai

21

OttoCash

5

YoOk Pay

22

Paprika

6

Halomoney

23

Celengan.ID

7

Duithape

24

Danaxtra.com

8

Saldomu

25

Infinitium Mobile Secure, Bank Payment Gateway, dan Infinitium Mobile eXperince

9

Disitu

26

Davestpay

10

PajakPay

27

EstaKios

11

Wallezz

28

Kreditgogo.com

12

Lead Generation, Credit Scoring Check, Loan Market Place

29

Jaringan IDN & Sistem IDN

13

Netzme

30

Tupai

14

Mareco-Pay

31

SwipePay

15

iPaymu

32

Member Card Management System (MCMS)

16

Kanten (KT-Pay)

33

Easylife.id

17

PrivyID

 

 


Untuk lebih lengkap daftar fintech di atas dapat dilihat di link pengumuman resmi BI https://www.bi.go.id/id/sistem-pembayaran/fintech/Pengumuman-Penyelenggara/Contents/default.aspx.

Selalu Gunakan Jasa Fintech Resmi

Fintech makin menjamur bak di musim hujan. Masyarakat perlu mengetahui fintech mana saja yang terdaftar secara resmi di BI maupun OJK agar tidak kena tipu-tipu dan berujung pada kehilangan uang.

Khusus untuk fintech yang sudah mengantongi izin OJK, kini jumlahnya ada 64 fintech. Kamu bisa melihat daftarnya di sini https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Penyelenggara-Fintech-Terdaftar-di-OJK-per-Agustus-2018.aspx.

Jika ingin menggunakan layanan keuangan dari fintech, termasuk meminjam uang, pastikan fintech tersebut memiliki reputasi yang baik, selain terdaftar di BI atau OJK. Kamu bisa melakukan riset terlebih dulu untuk memastikan hal tersebut supaya terhindar dari fintech ilegal yang berisiko pada penyalahgunaan uang maupun data pribadi.

Jadi hati-hati ya. Ini daftar 182 fintech P2P lending atau pinjaman langsung ilegal yang dirilis Satgas Waspada Investasi https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Documents/Pages/Siaran-Pers-Satgas-Kembali-Temukan-182-Fintech-Peer-To-Peer-Lending-Tanpa-Izin/DAFTAR%20FINTECH%20LENDING%20TAK%20BERIZIN%20-%20SEPT%20%281%29.pdf.

Baca Juga: KTA atau P2P Lending, Manakah yang Lebih Menguntungkan?