Ingin Investasi di P2P Lending? Perhatikan Dulu 6 Hal Ini

Belakangan ini, kehadiran perusahaan jasa teknologi keuangan atau financial technology (fintech) yang memperkenalkan Peer to Peer (P2P) Lending semakin menjamur. Sistem P2P Lending terkenal mudah dan cepat sehingga menjadi pertimbangan seseorang untuk mengakses platform ini, terutama bagi investor pemula.

P2P merupakan suatu sistem (platform) yang mempertemukan pemberi pinjaman (kreditur) dengan peminjam (debitur). Dalam P2P, uang yang dipinjam akan dikenakan sejumlah bunga. Nah karena sifatnya pinjaman langsung, Anda bisa menanamkan modal di platform ini, jadi investor. Berapa modal investasinya? Kecil kok, dimulai dari Rp100 ribu saja. Kemudahan inilah yang menjadi salah satu daya tarik investasi di P2P Lending.

Tapi perlu diingat, namanya investasi termasuk di P2P Lending, pasti ada keuntungan dan risikonya. Contohnya dapat imbal hasil (return) dari bunga yang dibebankan ke peminjam, sementara risikonya kehilangan dana akibat kredit macet.

Sebagai investor, Anda wajib memahami dengan baik berbagai risiko tersebut sejak awal, bahkan sebelum melakukan investasi. Investasi akan menguntungkan jika Anda bisa memahami dan mengelola risikonya dengan cara yang tepat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan investasi P2P Lending, antara lain:

Baca Juga: Apa Perbedaan Peer-To-Peer (P2P) Lending dengan Crowdfunding? Ini Penjelasannya

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Cermati Dana Proteksi

Cermati Dana Proteksi
Cermati Dana Proteksi

Meski tidak memiliki jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), investasi P2P ini mempunyai jaminan tersendiri dan Anda wajib mencermati ini. Tidak semua, beberapa perusahaan P2P Lending memang memberikan dana proteksi bagi investornya.

Dana ini akan menjadi dana cadangan pengganti untuk investor jika sewaktu-waktu peminjam tidak membayar tepat waktu sesuai dengan kesepakatan. Dana ini juga bisa menjadi dana pengganti modal investor bila benar-benar terjadi kredit macet atau uang tidak dikembalikan oleh si peminjam

2. Tak Perlu Modal Besar

Kegiatan investasi umumnya membutuhkan modal besar, terutama beberapa jenis investasi yang menawarkan keuntungan tinggi, seperti saham. Namun di P2P, Anda bisa memulai investasi dengan nilai yang minim, cukup Rp100 ribu saja

3. Keuntungan dari Bunga Pinjaman

Pinjaman P2P yang Anda investasikan akan memberikan keuntungan bagi Anda. Nilainya akan Anda terima sesuai dengan kesepakatan dengan pihak peminjam. Pendapatan ini akan Anda terima dalam bentuk tunai dan biasanya dihitung berdasarkan persentase bunga yang telah disepakati

Baca Juga : Makin Menggurita, Ini Aturan Baru Pengawasan Fintech di Indonesia

4. Sudah Ada Regulasi dari Regulator

Sudah Ada Regulasi dari Regulator
Sudah Ada Regulasi dari Regulator

Layanan pinjam meminjam uang secara digital sudah diatur oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun payung hukum layanan jasa teknologi keuangan yang dikeluarkan BI, antara lain Peraturan BI No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran, Surat Edaran BI No. 18/22/DKSP perihal Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital, dan Peraturan BI No. 18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik.

Sedangkan aturan yang dirilis OJK, yakni Peraturan OJK No. 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital (IKD) di Sektor Jasa Keuangan dan POJK No. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi

5. Bisa Diversifikasi

Di dalam P2P Lending, Anda bisa melakukan diversifikasi terhadap investasi Anda. Di dalam praktiknya, pihak perusahaan akan mengirimkan kepada Anda, profil calon peminjam yang membutuhkan dana. Hal ini akan memberikan Anda kebebasan untuk memilih dan mencermati berbagai pertimbangan dari calon peminjam sebaik mungkin. Anda akan leluasa memilih peminjam yang akan Anda danai, termasuk menentukan nilai investasi yang akan dilakukan

6. Risiko Cukup Tinggi

Meski potensi keuntungan dari investasi ini terbilang tinggi, risikonya pun sama tinggi. Selalu ada kemungkinan terjadinya pembayaran yang terlambat, atau bahkan kondisi gagal bayar pada dana yang Anda pinjamkan. Artinya, investasi ini bisa saja tidak memberikan keuntungan bagi Anda, malah modal Anda bisa lenyap

Pahami dan Pertimbangkan dengan Matang

Setiap investasi pasti ada kelebihan dan kekurangannya, termasuk P2P Lending. Jika Anda tertarik, pastikan Anda memahami dan mengetahui dengan baik berbagai hal terkait dengan P2P Lending. Hal ini akan mempermudah Anda untuk memulai dan mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut. Selamat mencoba.

Baca Juga: Ingat-Ingat! Kenali Fintech yang Sudah Kantongi Izin Bank Indonesia