Ingin Masa Tua Sejahtera? Hindari 4 Perilaku Ini Saat Usia 20

Masa muda diibaratkan sebagai masanya membangun fondasi ‘istana finansial’ yang kuat. Masa di mana Anda menggunakan uang sebaik-baiknya. Namun, kadang-kadang menghabiskan uang untuk bersenang-senang, belanja, nongkrong di restoran, hingga travelling jadi hal yang sulit dihindari. Pada masa inilah, Anda sudah sepatutnya mulai meraba-raba mengenai arah dan tujuan hidup.

Katakan saja pada usia 20 tahun, Anda sudah mulai harus mengambil keputusan dan langkah penting dalam hidup. Mulai dari perencanaan keuangan dan karier seperti apa yang hendak Anda jalani. Usia 20 tahun ke atas memang sudah dapat dikatakan sebagai “usia dewasa” bagi setiap orang. Tak jarang seseorang merayakan hari ulang tahunnya yang ke-20 dengan membuat pesta yang besar dan megah.

Hal ini dilakukan karena ia sudah memasuki usia yang matang di mana ia sudah bisa mengambil keputusan dan arah hidupnya sendiri. Walaupun sudah dikategorikan dewasa, tak jarang dari kita masih sering melakukan kesalahan. Terlebih lagi kesalahan keuangan. Jika hal ini terjadi pada usia muda, keuangan pada masa tua bisa terancam. Padahal, kita semua tahu kalau masa tua adalah saat di mana Anda tinggal tenang dan menikmati hidup.

Tidak perlu bersusah payah lagi mencari uang karena sudah memiliki sejumlah uang yang sudah dikumpulkan untuk menyambut hari tua. Agar masa tua sejahtera, hindari perilaku-perilaku ini pada masa muda. Apa saja itu?

1.Tabungan Belum Disiapkan apalagi Dana Darurat

Bagi kebanyakan orang, menabung kerap kali menjadi hal yang sulit dilakukan. Padahal, kebiasaan yang satu ini sudah diajarkan sejak masih kecil, bahkah sudah masuk usia sekolah. Namun, masih ada saja orang yang sulit untuk mengaplikasikannya dalam hidup.

Bagi usia muda saat ini, salah satu penyebab sulitnya menabung adalah karena hidup yang terlalu konsumtif. Saking konsumtifnya, sampai-sampai uang habis tanpa adanya alokasi untuk tabungan atau dana darurat. Padahal, Anda sendiri tahu betapa pentingnya memiliki tabungan dan dana darurat

Sebagai saran, mulailah alokasikan pemasukan yang diterima dengan gunakan konsep 50/30/20 budget. Alokasikan 50 persen dari pemasukan untuk kebutuhan hidup yang sifatnya pokok semisal makanan dan ongkos transportasi. Alokasi 30 persen untuk kebutuhan Anda pribadi ataupun kredit yang diambil. Dan 20 persen untuk tabungan dan dana darurat.

Tidak perlu terlalu mengikuti perkembangan zaman, terlebih lagi hanya karena masalah “gengsi”. Agar masa tua lebih nikmat, tidak ada salahnya sehabis gajian, Anda langsung menyisihkan sebagian dari gaji tersebut dengan menerapkan konsep 50/30/20 di atas.