Ingin Mengajukan Kredit Motor dan Mobil DP 0%, Perhatikan Dulu Hal Ini

Ada rencana mengajukan kredit kendaraan bermotor di perusahaan pembiayaan (multi finance atau leasing)? Kabar gembira nih, kamu bisa beli mobil atau motor dengan fasilitas DP (Down Payment) 0%. Ambil kredit makin mudah tanpa pusing mengumpulkan dana jutaan rupiah untuk setoran uang muka.

Sebetulnya kalau kamu mau kredit motor dan mobil, DP-nya sih masih terjangkau. Beda dengan rumah yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. Tapi tetap saja, buat masyarakat, mungkin termasuk kamu yang gajinya pas-pasan, menabung untuk uang muka ratusan ribu rupiah saja terasa berat. Padahal kendaraan sangat penting fungsinya digunakan untuk mondar mandir bekerja, serta menunjang mobilitas.

Kebijakan kredit motor dan mobil DP 0% boleh dibilang jadi kado tahun baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki tunggangan. Dengan relaksasi ini, diharapkan pula dapat mengerek pertumbuhan bisnis perusahaan pembiayaan di tahun 2019.

Baca Juga: Perbedaan Kredit Mobil Bekas dan Kredit Mobil Baru

Anda Bingung Cari Kredit Mobil Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Kredit Mobil Terbaik! 

Aturan Main Kredit Motor dan Mobil Tanpa DP

Aturan Main Kredit Motor dan Mobil Tanpa DP
Aturan Main Kredit Motor dan Mobil Tanpa DP

Kredit motor dan mobil tanpa DP diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. (tautan: https://www.ojk.go.id/id/regulasi/Documents/Pages/Penyelenggaraan-Usaha-Perusahaan-Pembiayaan/pojk%2035-2018.pdf). Aturan ini sudah berlaku sejak 28 Desember 2018.

Jika dibedah, aturan uang muka pembiayaan kendaraan bermotor tertuang di Bab IV, Pasal 20. Ada beberapa syarat yang ditentukan dalam penerapan DP kredit motor dan mobil di leasing, antara lain:

1. OJK membolehkan perusahaan pembiayaan menerapkan kredit DP 0% dari harga jual motor dan mobil apabila memiliki kondisi keuangan sehat yang ditunjukkan dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Finance/NPF) net lebih rendah atau sama dengan 1%

2. Perusahaan dengan NPF net berkisar 1-3% wajib menerapkan uang muka kredit motor dan mobil sebesar 10% dari harga jual kendaraan

3. Perusahaan dengan NPF net antara 3-5% wajib menerapkan uang muka untuk seluruh jenis kendaraan bermotor sebesar 15%

4. Perusahaan pembiayaan dengan NPF net sebesar 5% wajib memenuhi ketentuan uang muka kendaraan bermotor roda dua atau tiga, serta roda empat atau lebih untuk pembiayaan investasi (kredit produktif) paling rendah 15%. Serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih untuk pembiayaan multiguna paling rendah 20%

5. Perusahaan dengan NPF net di atas 5%, wajib memenuhi ketentuan uang muka kendaraan bermotor roda dua atau tiga, serta roda empat atau lebih untuk pembiayaan investasi paling rendah 20%. Serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih untuk pembiayaan multiguna paling rendah 25%.

“Ketentuan uang muka 0% ni sangat selektif karena hanya berlaku bagi perusahaan pembiayaan yang memenuhi syarat tersebut. Dan diberikan kepada calon debitur yang memiliki profil risiko yang baik,” kata Kepala Departemen Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2B OJK, Bambang W. Budiawan seperti dikutip dari Instagram resmi OJK.

Kenali Risikonya

Sebelum aturan di atas keluar, OJK menetapkan besaran uang muka kredit kendaraan bermotor 5-25%. Itu artinya, kalau kamu beli motor harga Rp10 juta, minimal DP-nya sebesar Rp500 ribu. Tapi sekarang, kredit motor atau mobil enggak perlu setoran uang muka sepeserpun.

Jangan girang dulu, di balik keuntungan itu, ada risiko yang mengintai. Apa saja?

  • Cicilan Makin Besar

Sama halnya dengan risiko kredit rumah DP 0%, beli motor atau mobil tanpa uang muka otomatis membuat cicilan semakin besar. Perhitungan kasarnya misal, harga motor Rp20 juta dibagi 24 bulan (tenor 2 tahun), maka angsurannya sekitar Rp 833.333 per bulan. Itu belum termasuk bunga yang rata-rata dikenakan perusahaan pembiayaan sekitar 1,5-4% per bulan dan biaya asuransi.

Kalau dibantu dengan DP 15% dari harga Rp20 juta sebesar Rp3 juta, maka sisa angsuran yang harus dibayar Rp17 juta dibagi 24 bulan, berarti sekitar Rp708.333 per bulan. Setidaknya meringankan bukan? Karena jumlah angsuran yang lebih besar dapat menjadi beban keuanganmu.

  • Memicu Banyak Kredit Macet

Cicilan yang tinggi berpotensi meningkatkan jumlah kredit macet. Apalagi kalau kamu kredit motor atau mobil untuk konsumtif, cicilan yang besar akan terasa sekali langsung menghabiskan gajimu. Beda jika kamu beli motor atau mobil untuk produktif, nyambi jadi ojek atau driver online. Penghasilan kerja sampingan buat bayar cicilan, sementara gaji bulanan utuh.

Dengan aturan DP 0% ini pula, orang akan tergoda mengambil kredit motor atau mobil tanpa melihat kemampuan finansialnya. Rasa memiliki kendaraan pun kurang, lantaran bisa kredit dengan cara mudah tanpa DP. Oleh sebab itu, perusahaan leasing juga harus berhati-hati dalam menerapkan aturan tersebut.

  • Jalanan Tambah Macet

Sudah tahu lah ya, jika ada DP 0%, orang berlomba-lomba membeli motor atau mobil dengan cara kredit. Walhasil bisa terlihat saat di jalan nantinya, Indonesia khususnya kota-kota besar tambah macet.

  • Tidak Mendukung Angkutan Umum

Kebijakan kredit kendaraan bermotor DP 0% seperti kontraproduktif dengan imbauan pemerintah yang sedang menggalakkan masyarakat untuk beralih ke angkutan umum. Di satu sisi membangun transportasi massal terintegrasi, MRT, LRT, busway, namun di sisi lain memanjakan pengguna kendaraan. 

Baca Juga: Ketahui Cara Menghitung Simulasi Kredit Motor Bekas

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Mengajukan Kredit Kendaraan

Kredit Kendaraan Bermotor
Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Mengajukan Kredit Kendaraan Bermotor

Bila sudah mengetahui risikonya, dan berniat mengajukan kredit kendaraan bermotor DP 0%, kamu bisa mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

1. Menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan

Sebelum mengambil kredit kendaraan bermotor, pikirkan jenis kendaraan apa yang kamu butuhkan, termasuk spesifikasinya. Selanjutnya sesuaikan dengan kemampuan finansialmu, baik harga, cicilan, bunga, maupun tenornya. Jangan sampai memaksakan diri membeli kendaraan yang harganya melebihi kemampuan untuk menghindari tunggakan

2. Pilih perusahaan leasing terpercaya

Langkah selanjutnya, mencari dan memilih perusahaan pembiayaan atau leasing terpercaya, memiliki reputasi baik, dan tentunya yang menawarkan fasilitas kredit DP 0%. Leasing tersebut termasuk dalam kriteria yang ditentukan OJK. Data OJK menunjukkan, 46% dari 188 perusahaan pembiayaan dapat menyalurkan DP 0% untuk kredit kendaraan karena memiliki NPF net di bawah 1%. Berarti jumlahnya ada 86 perusahaan. 

Manfaatkan Kredit dengan Baik

Wajar saja bila kamu ingin membeli motor atau mobil dengan sistem kredit. Tapi perlu diingat, penggunaan kredit sebaiknya untuk kegiatan produktif, bukan hanya bersifat konsumtif apalagi ajang pamer untuk menyaingi tetangga. Kamu bisa mencari referensi perusahaan leasing yang menawarkan kredit motor dan mobil terbaik lewat teman, internet, maupun website financial technology (fintech).

Baca Juga: Keuntungan Membeli Mobil Secara Tunai dan Kredit