Ini 8 Alasan Investasi Reksa Dana Lebih Baik dari Emas

Sejauh ini, kita telah mengenal emas sebagai salah satu instrumen investasi yang banyak dilakukan oleh investor maupun orang awam. Kebutuhan akan emas yang selalu bertambah dan harganya yang relatif naik untuk jangka panjang telah menjadikan emas sebagai salah satu jenis investasi favorit banyak orang. Selain itu, emas merupakan produk investasi yang seolah-olah kebal oleh badai inflasi, akibat nilainya yang stabil cenderung naik dalam kondisi apapun.

Namun sebenarnya, jika menengok sedikit ke jenis investasi lain, masih banyak pilihan yang bisa kita jadikan alternatif sesuai dengan rencana keuangan yang kita buat. Salah satunya adalah investasi reksa dana yang memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan investasi emas.

Alasan Investasi Reksa Dana Lebih Baik dari Emas

Investasi Reksa Dana Lebih Menguntungkan daripada Emas
Ilustrasi Investasi Reksa Dana Lebih Menguntungkan daripada Emas

Masyarakat umum, begitu juga investor lebih banyak melakukan investasi emas daripada reksa dana. Namun, meskipun reksa dana kalah populer dibandingkan dengan investasi emas, sebenarnya reksa dana memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan emas. Dari hasil sebuah survei, diketahui bahwa masyarakat yang menaruh dananya pada investasi emas sebanyak 60% sedangkan pada investasi reksa dana tidak lebih dari 5%.

Hasil dari survei tersebut sangat mencolok, namun tidak mengherankan karena memang emas sudah dikenal oleh masyarakat sejak lama dan banyak pula investor lama yang sering memberikan saran kepada investor pemula untuk mengambil investasi di emas, karena sifatnya yang cenderung aman dari inflasi.

Keuntungan Investasi Reksa Dana dibandingkan dengan Emas

Investasi reksa dana sendiri muncul seiring dengan hadirnya pasar modal dan saham. Oleh karena itu, penting kiranya bagi masyarakat awam untuk lebih mengenal jenis investasi ini sebelum terjun di dalamnya.

Berikut beberapa jenis keunggulan yang diberikan oleh reksa dana dibandingkan dengan investasi emas.

Baca Juga: Kenapa ORI Menarik sebagai Pilihan Investasi?

1. Return Reksa Dana Lebih Tinggi daripada Emas

Return Reksa Dana Lebih Tinggi
Return Reksa Dana Lebih Tinggi

Mendapatkan keuntungan adalah salah satu tujuan dari melakukan investasi. Oleh karena itu, perbandingan investasi mana yang bisa memberikan imbal balik yang lebih besar pasti akan menjadi perhitungan saat akan memilih investasi. Saat kita membandingkan data keuntungan atau return antara reksa dana obligasi dan emas dalam 5 tahun terakhir yang tercatat di Bloomberg, maka harga emas akan lebih tinggi karena nilai rupiah terhadap dolar, namun keuntungan/return emas masih di bawah reksa dana obligasi.

Reksa dana obligasi sendiri memiliki profil risiko yang hampir sama dengan emas. Sedangkan apabila menggunakan reksa dana saham, maka perbandingan kurang pas, karena saham memiliki risiko yang lebih besar. Perbandingan data tersebut, memperlihatkan bahwa keuntungan dari investasi emas cenderung turun atau stagnan, sedangkan keuntungan reksadana obligasi mengalami peningkatan.

 

2. Modal Minimal untuk Investasi Reksa Dana Kecil

Modal untuk Investasi Reksa Dana Terbilang Kecil
Modal untuk Investasi Reksa Dana Terbilang Kecil

Berbeda dengan berinvestasi emas, setidaknya kita perlu menyediakan dana paling sedikit untuk membeli 1 gram emas atau setara dengan Rp500 ribuan, belum termasuk sewa tempat untuk menyimpan emas agar aman. Untuk reksa dana, Anda sudah bisa melakukan investasi bahkan dengan dana minim, yakni Rp100 ribu rupiah.

3. Tidak ada Risiko Dana Hilang Layaknya Emas yang Rawan Hilang

Lebih Aman bila Berinvestasi dengan Reksa Dana
Lebih Aman bila Berinvestasi dengan Reksa Dana

Dengan berinvestasi emas, maka ada risiko untuk mengalami kehilangan, karena bentuk fisik dari emas, sehingga penyimpanan harus menjadi perhatian utama agar emas tetap aman. Sedangkan reksa dana tidak berbentuk fisik, reksadana seperti halnya bunga atau dividen saham, penyimpanan sepenuhnya diserahkan kepada pihak bank kustodian (bank yang diserahi tanggung jawab mengelola dan menyimpan harta reksa dana), maka sebagai investor kita tidak perlu khawatir dengan risiko kehilangan.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

4. Tidak Ada Biaya Penyimpanan seperti Emas

Tidak Perlu Menyiapkan Biaya Tambahan
Tidak Perlu Menyiapkan Biaya Tambahan

Karena harta dari reksa dana dikelola dan disimpan oleh bank kustodian, maka investor tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk penyimpanan selayaknya seperti ketika berinvestasi emas. Untuk investasi emas, maka diperlukan safe deposit box yang ada di bank, dan biaya sewanya pun tidak bisa dibilang murah, mulai dari Rp400 ribu sampai Rp500 ribu rupiah setiap tahunnya untuk emas ukuran kecil, dan bisa dikatakan hampir setiap tahun biaya sewanya akan naik.

5.Mudah ketika Melakukan Diversifikasi Investasi

Mudah untuk Diversifikasi
Mudah untuk Diversifikasi

Saat kita berinvestasi emas, maka jika terjadi sesuatu dan harga emas mengalami penurunan atau justru tengah anjlok, maka pilihan yang bisa dilakukan hanya 2, yakni mempertahankan emas milik Anda atau menjualnya dengan harga yang bisa jadi akan membuat rugi. Dengan kata lain, tidak ada diversifikasi investasi yang bisa Anda lakukan terkait dengan investasi emas.

Sedangkan di reksa dana, dana yang Anda masukan di reksa dana tidak hanya akan diputar pada 1 saham atau obligasi, tetapi ke berbagai saham dan obligasi, sehingga menjadikan risikonya lebih rendah.

6. Dikelola Manajer Investasi Profesional

Dikelola Manajer Investasi Profesional
Dikelola Manajer Investasi Profesional

Jika kita berinvestasi emas, maka semua pengambilan keputusan terkait dijual atau tidaknya emas, sepenuhnya berada di tangan kita, sehingga pengetahuan akan analisa pergerakan emas sangat penting untuk kita kuasai. Berbeda dengan investasi reksa dana, kita sebagai investor menyerahkan sepenuhnya pengelolaan dana reksa dana kepada manajer investasi yang mana memiliki kemampuan untuk mengelola investasi secara lebih profesional, karena selain memiliki pengetahuan, manajer investasi dibekali dengan keahlian, kredibilitas dan tentu saja pengalaman, sehingga lebih pintar dalam memutuskan ke arah mana investasi kita akan dijalankan.

7. Kemudahan dalam Bertransaksi di Reksa Dana Online

Bisa Dikelola secara Online
Bisa Dikelola secara Online

Jika kita memiliki sejumlah emas, maka untuk menjualnya kita perlu datang terlebih dahulu ke safe deposit box, mengambil emas, membawanya ke toko emas, mendapatkan uang, lalu menyimpan uang kita kembali ke bank, cukup merepotkan. Berbeda dengan reksa dana, untuk mencairkan keuntungan dari reksa dana, Anda hanya perlu melakukan perintah via internet lewat transaksi jual beli reksa dana. Dan permintaan akan pencairan hasil investasi akan langsung masuk ke rekening pribadi, sederhana dan mudah.

8. Tidak ada Risiko Pemalsuan

Tidak ada Risiko Pemalsuan
Tidak ada Risiko Pemalsuan

Aneka Tambang (Antam), selaku produsen logam mulai, termasuk emas, memberikan proteksi terhadap emas yang mereka produksi dengan memberikan security code yang tertanam di logam mulia dan membuat segel pengaman di bagian kemasan. Langkah proteksi ini adalah langkah nyata dari adanya ancaman pemalsuan emas yang kian marak saat ini. Sedangkan di reksa dana, karena bentuknya bukan berupa barang fisik, maka bisa dikatakan hampir tidak ada risiko pemalsuan yang akan dihadapi oleh calon investor.

Baca Juga: Cara Investasi Emas yang Lagi Tren Saat Ini

Reksa Dana Investasi dengan Potensi Keuntungan yang Tinggi dan Aman

Bagi investor, bermain di jenis investasi apa saja akan bisa tetap memberikan hasil yang menguntungkan apabila investor tersebut mengenal betul jenis investasi yang dijalankannya. Jika memiliki pengetahuan yang mendalam tentang investasi emas, maka tidak masalah menempatkan dana untuk investasi emas, namun jika ingin mempunyai alternatif instrumen investasi lain yang tak kalah bagusnya, maka tidak ada salahnya untuk mencoba investasi reksa dana.