Ini Dia 6 Problematika Wanita dalam Mengelola Keuangan

Wanita itu tidak hanya lihai berdandan, tapi juga lihai mengelola keuangan. Setidaknya itulah penilaian yang sering kali didengar dari lawan jenis. Makanya, wanita selalu dipercayakan untuk mengelola keuangan saat sudah berumah tangga.

Tapi pada kenyataannya, tidak semua wanita mampu mengelola keuangan dengan baik. Hal ini tidak lepas dari pengaruh beberapa problematika yang sering kali terjadi dalam kehidupan mereka. Apa saja kira-kira?

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Keinginan untuk selalu tampil cantik

wanita di depan cermin

Tidak hanya satu atau dua orang, hampir semua wanita ingin selalu terlihat cantik di depan semua orang. Tak heran kalau biaya yang mereka butuhkan untuk menunjang kebutuhan hidupnya lebih besar daripada pria. Mereka butuh berbagai perawatan, mulai dari atas sampai bawah yang biayanya tidak murah.

Keinginan untuk terlihat cantik inilah yang terkadang menjadi problematika keuangan wanita. Maka dari itu, harus ada perencanaan keuangan yang baik agar semua kebutuhan bahkan keinginan bisa terpenuhi dengan baik.

Wanita juga harus bisa memangkas anggaran untuk beberapa pos pengeluaran yang kemudian dialokasikan pada perawatan. Dengan catatan, tidak melewatkan pos-pos kebutuhan atau membuat hidup menjadi melarat.

2. Hidup karena gengsi

wanita berbelanja

Baik pria maupun wanita, keduanya memiliki gengsi. Namun, gengsi para wanita jauh lebih tinggi karena mereka sering kali ikut arisan yang biasanya diisi oleh orang-orang sosialita dan melek brand.

Biasanya akan timbul gengsi tersendiri saat mereka tidak bisa memakai barang branded dalam suatu arisan. Tidak heran kalau banyak wanita yang rela berhutang demi membeli barang mahal agar bisa menyeimbangi gaya teman-teman di perkumpulannya.

Hal yang salah kalau gengsi dijadikan sebagai patokan dalam hidup karena sifatnya cuma sesaat, sedangkan kondisi keuangan sifatnya jangka panjang. Jangan sampai masa tua habis untuk membayar hutang di masa muda. 

Baca Juga: Harus Tahu! 10 Profesi yang Menawarkan Gaji Tertinggi Untuk Wanita

3. Cepat iri terhadap teman-temannya

wanita iri dengan temannya

Membanding-bandingkan tampaknya sudah menjadi salah satu sifat manusia. Sebenarnya bisa diubah tapi beberapa wanita justru kesulitan mengubah sifat ini yang pada akhirnya membuatnya selalu iri pada kepunyaan teman-temannya.

Beberapa wanita cenderung kurang senang kalau dirinya dikalahkan oleh orang lain. Inilah alasan kenapa mereka sering kali membeli barang baru yang tidak dibutuhkan. Cuma supaya bisa dilihat oleh teman-temannya

Disinilah kepiawaian untuk membedakan kebutuhan dan keinginan sangat dibutuhkan. Seorang wanita harus tahu apakah barang tersebut benar-benar menjadi kebutuhannya atau cuma sekedar godaan untuk menunjang gaya hidup.

4. Terlalu mudah termakan iklan

tergoda iklan online shop

Tidak sedikit wanita tergoda akan bujuk rayu dari iklan yang dilihatnya di televisi, sosial media, atau majalah. Pengaruh iklan ini jugalah yang terkadang membuat kondisi keuangan mereka dalam masalah. Terlebih lagi kalau tipe wanitanya sulit menahan selera.

Barang yang tidak seharusnya dibeli pun malah dibeli karena lucu, misalnya. Padahal kalau dilihat dari fungsinya, mungkin tidak terlalu berfungsi karena cuma sebagai pajangan saja.

Sebaiknya jadilah konsumen yang bijak sebelum membeli suatu barang. Lihat apakah barang tersebut benar-benar berfungsi dengan baik, dalam arti memudahkan pekerjaan atau meningkatkan value dari barang lain. Jadi, kesannya tidak buang-buang uang.

5. Kurang percaya diri

kurang percaya diri

Kurangnya rasa percaya diri juga dapat menjerumuskan wanita dalam problematika keuangan, lho! Karena kurang merasa cantik, misalnya, wanita rela menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk perawatan dan beli pakaian mahal untuk menunjang penampilannya. Padahal segala sesuatu yang mahal belum tentu cocok di tubuh. 

Daripada mengorbankan uang untuk sesuatu yang belum tentu cocok, lebih baik luangkan waktu untuk meningkatkan rasa percaya diri. Bisa dengan membaca buku motivasi atau mendengarkan podcast tentang bagaimana cara untuk bisa lebih mencintai diri sendiri.

Sejatinya, tidak ada wanita yang jelek, kok. Semuanya cantik, tergantung bagaimana cara seseorang menilai dan menghargai dirinya saja agar bisa diperlakukan sama oleh lawan jenisnya.

Baca Juga: Intip Bedanya Strategi Investasi Pria dan Wanita

6. Cenderung dikendalikan oleh emosional

wanita sedang kesal

Sulitnya seorang wanita mengendalikan emosinya berpengaruh buruk terhadap kondisi keuangannya. Wanita lebih mudah melakukan hal-hal yang sejatinya tidak perlu hanya untuk meredakan emosinya. Dan sebagian besar wanita memilih berbelanja sebagai obatnya. 

Menjadikan belanja sebagai pelarian tentu tidak disarankan. Selain buang-buang uang, value dari barang yang dibeli juga berkurang. Sebab, ada perbedaan antara belanja saat benar-benar dibutuhkan dan untuk mengatasi emosi.

Pembelian biasanya lebih tepat saat barang tersebut dibutuhkan. Sedangkan kalau emosi, cenderung mengutamakan rasa suka sesaat dibandingkan manfaat barang tersebut. Makanya, belajarlah mengendalikan emosi agar tidak berimbas pada keuangan.

Kenali Problematika Kamu dan Atasi Secepat Mungkin

Setiap orang memiliki problematika masing-masing sehubungan dengan kondisi keuangannya. Disini kamu harus bisa mengenali apa yang menjadi problematika keuanganmu agar mengatasinya pun menjadi lebih mudah. Dengan begini, problematika keuangan tidak lagi menghantui hidupmu kedepannya. 

Baca Juga: 7 Tantangan yang Harus Dikalahkan oleh Wirausaha Wanita