Ini Dia Dampak Buruk terhadap Keuangan Jika Terlalu Workaholic

Tidak ada yang salah dengan seorang Workaholic. Sebutan ini biasanya diterapkan kepada seseorang yang benar-benar mengutamakan pekerjaanya di atas segalanya. Ketika orang ini bekerja, maka ia akan menjadi sangat fokus dan berusaha mengesampingkan hal-hal lain yang sebenarnya penting untuk ia perhatikan juga. Bila Anda termasuk seorang Workaholic, perlu berhati-hati karena ternyata kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk untuk keuangan.

Seorang Workaholic atau yang gila kerja memang dipandang sebagai orang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaanya. Selain itu, seharusnya secara finansial, seorang gila kerja mendapatkan hal yang seimbang antara kerja keras dan keuangan yang didapatkannya. Namun, kembali ke dasar, bahwa segala hal yang dilakukan berlebihan juga kurang baik, dan ternyata menjadi gila kerja ini memengaruhi stabilnya keuangan.

Berikut ini 3 Dampak Buruk yang dapat kita rasakan, jika kita bekerja terlalu keras dan menjadi Workaholic:

Baca Juga: Lakukan Tips Berikut Ini agar Efektif Bekerja dari Rumah

1. Boros Biaya Kesehatan

loader
Boros Biaya Kesehatan

Bisa jadi, Anda adalah salah satu orang yang memang gila kerja, hingga kurang memerhatikan kesehatan. Seorang yang gila kerja biasanya dapat bekerja di atas waktu normal orang biasa bekerja. Ketika itu, jam istirahat yang seharusnya digunakan untuk tidur atau makan malam, malah digunakan untuk terus mengerjakan pekerjaan. Sebaiknya hati-hati jika sudah melakukan kebiasaan ini, karena Anda akan lebih boros dalam hal biaya kesehatan, seperti obat dan rumah sakit. Jika suatu saat Anda jatuh sakit, itu karena terlalu memorsir jam kerja, maka pemborosan ini kemungkinan akan terjadi.

2. Pemborosan Uang Makan

loader
Boros Uang Makan karena Lebih Sering Menggunakan Delivery Food

Sudah menjadi seorang Workaholic yang malah membuat betah di kantor dan enggan untuk keluar kantor, saat jam makan siang. Langkah yang diambil agar tetap bisa makan adalah dengan membeli makanan atau jajanan dengan cara delivery makanan. Seperti kita tahu, jika memesan makanan plus diantarkan, maka ada biaya tambahan yang harus dibayarkan. Bayangkan jika ini dilakukan setiap hari selama bekerja, keuangan bisa kurang stabil dan cenderung sangat boros. Kebanyakan makanan yang dipesan juga makanan fast food, ini juga berisiko untuk kesehatan.

3. Pemborosan Biaya untuk Internet

loader
Pemborosan Biaya untuk Internet 

Pekerjaan saat ini perlu untuk selalu terhubung dengan internet. Mungkin saat di kantor, bisa menggunakan jaringan internet kantor secara gratis. Namun, karena seorang yang gila kerja, saat weekend sudah di depan mata, mereka masih saja mengerjakan pekerjaan hingga di depan laptop. Alhasil, tentu Anda membutuhkan kuota internet yang lebih besar dibandingkan hari biasanya. Hati-hati, karena tagihan internet rumah juga bisa membengkak.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Tips Menghindari Menjadi Seorang Workaholic yang Boros

Untuk Menghindari hal-hal tersebut, sebaiknya mulai mengubah pola hidup dan pola kerja menjadi lebih wajar dan sesuai ketentuan saja. Ubah pola pekerjaan dengan cara :

1. Maksimalkan Waktu 8 Jam Sehari dengan Maksimal

loader
Maksimalkan Jam Kerja 8 Jam untuk Menyelesaikan Pekerjaan

Waktu untuk kita bekerja dan menjalani kehidupan setiap harinya adalah 8 Jam sehari. Bagi yang bekerja, normalnya harus diberikan libur selama 2 hari atau 1 hari dalam seminggu bekerja. Bekerja terlalu keras hingga di atas jam normal, cenderung akan membuat seorang karyawan menjadi stres. Anda juga mungkin sering kerja lembur di kantor karena banyaknya pekerjaan yang belum selesai. Jika memang Anda bisa mengatur dan menghargai waktu dengan baik, maka seharusnya bekerja bisa dilakukan secara efektif dan efisien.

2. Jadilah Seorang Disiplin

loader
Menjadi Lebih Disiplin

Jadilah seorang yang Disiplin dalam waktu. Ketahuilah kapan waktu harus bekerja dengan maksimal, dan kapan waktu untuk bersenang-senang. Saat bekerja, orang yang Disiplin akan tetap fokus dalam menyelesaikan pekerjaanya, mereka tidak akan terganggu oleh keisengan yang bersifat selingan yang malah akan menyita banyak waktu mereka, seperti bermain games atau melihat online shop.

3. Karyawan juga Memiliki Kehidupan Pribadi

loader
 Habiskan Hari Libur Kerja dengan Bersantai atau Berkumpul dengan Teman-Teman

Kita harus memahami bahwa kita yang bekerja adalah seorang karyawan, yang tentunya akan bekerja karena membutuhkan sesuatu. Karyawan mungkin menginginkan penghargaan khusus dari perusahaannya, atas kerja samanya dan ikut serta meningkatkan kemajuan perusahaan.  Namun di balik itu, kita juga harus sadar bahwa kita juga manusia biasa yang memiliki kehidupan pribadi yang juga harus seimbang. Sekarang, untuk apa kita terlalu gila kerja, bila kita sebenarnya tidak mendapatkan reward dari pekerjaan itu sendiri.

Baca Juga: Alasan Mengapa Pulang Tepat Waktu Saat Bekerja itu Penting

Mulai Fokus untuk Merintis Bisnis Juga

Saat ini mungkin kita sangat ingin bekerja secara maksimal untuk perusahaan kita, namun pastikan memiliki batas waktu berapa lama akan menjadi pekerja keras seperti ini. Kemudian, Anda mulai untuk merintis bisnis juga, karena dengan memiliki bisnis sendiri, kita tidak lagi harus bekerja terlalu keras, dengan jam kerja yang tetap seperti saat bekerja di kantoran.

Baca Juga: Ini Dia Tren Bekerja di Kantor Modern