Ini Dia Syarat Mengurus Pernikahan WNI dan WNA

Bagi pasangan yang akan menikah, berbagai persiapan terkait dengan pernikahan tersebut tentu akan sangat menyita waktu mereka. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan sejak awal, termasuk pemenuhan berbagai syarat wajib untuk melangsungkan pernikahan itu sendiri.

Bagi yang menikah sesama Warga Negara Indonesia (WNI) ini mungkin bisa dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, mengingat berbagai persyaratan yang diminta juga tidak akan terlalu rumit. Namun bagi pasangan yang menikah beda negara (WNI dengan WNA), sejumlah persyaratan yang diminta akan sedikit lebih rumit dan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkannya, mengingat berbagai dokumen dari kedua negara akan dibutuhkan untuk hal ini.

Pernikahan antara WNI dengan WNA akan membutuhkan sejumlah proses yang terbilang cukup panjang, sebab pengurusan berbagai dokumen pernikahan tersebut akan dilakukan di kedua negara pasangan yang bersangkutan. Hal seperti ini tentu patut menjadi sebuah perhatian khusus, sebelum akhirnya memilih waktu dan juga berbagai persiapan lainnya terkait dengan pernikahan itu nantinya.

Jangan sampai gedung dan katering telah dipesan, sementara berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk melangsungkan pernikahan itu sendiri belum selesai. Pengurusan berbagai dokumen pernikahan antara WNI dengan WNA akan membutuhkan waktu yang cukup panjang, tergantung pada kinerja kantor kedutaan dan juga urusan imigrasi lainnya.

Ada baiknya untuk melengkapi berbagai dokumen ini terlebih dahulu, sebelum mengurus berbagai kebutuhan lainnya yang bisa dilakukan dalam waktu yang singkat saja.

Baca Juga : Tips Mempersiapkan Tabungan untuk Pernikahan Anda dan Pasangan

Menikah di KUA

menikah di KUA

Menikah di KUA via skanaa.com

 

Jika ingin menikah secara resmi, maka pernikahan harus dilakukan di KUA oleh kedua pasangan (WNI dengan WNA). Hal ini tentu akan membutuhkan sejumlah dokumen pengantar, di mana proses pengurusannya dapat dimulai sebagai berikut ini:

1. Dokumen yang Dibutuhkan di KUA

Sebelum mengurus pernikahan di KUA, maka Akan dibutuhkan sejumlah dokumen awal berupa surat N1, N2, dan N4. Hal ini bisa diurus dengan mengikuti beberapa tahap di bawah ini:

  • Mendatangi ketua RT setempat, di mana salah satu pasangan (WNI) tersebut berdomisili dan meminta surat pengantar ke kelurahan. Setelah mendapatkan surat pengantar ini, pastikan surat tersebut telah ditandatangani dan distempel oleh RT dan RW setempat, sebelum akhirnya dibawa ke kantor kelurahan.
  • Bawa semua surat pengantar tersebut ke kelurahan. Jangan lupa untuk melampirkan fotokopi KTP, akte lahir, dan juga kartu keluarga. Pihak kelurahan akan memproses dan mengeluarkan surat N1, N2, dan juga N4 untuk proses selanjutnya di kecamatan.
  • Surat N1, N2, dan juga N4 tersebut selanjutnya di bawa ke kantor kecamatan, di sana surat-surat ini akan ditandatangani dan distempel oleh camat.

Setelah persyaratan awal tersebut terpenuhi, maka langkah selanjutnya adalah mengurus pernikahan ke kantor KUA terdekat. Sebelum mendatangi kantor KUA, jangan lupa untuk mempersiapkan beberapa syarat berikut ini:

Dari pihak WNI:

  • Surat keterangan belum / tidak menikah yang ditandatangani oleh RT dan RW.
  • Formulir N1, N2, dan N4 dari Kelurahan dan Kecamatan
  • Formulir N3 dari KUA (surat persetujuan mempelai yang harus ditandatangani oleh kedua mempelai)
  • Fotokopi KTP.
  • Akta Kelahiran.
  • Kartu Keluarga.
  • KTP orang tua.
  • Buku nikah orang tua (jika Anda merupakan anak pertama).
  • Data 2 orang saksi pernikahan, berikut fotokopi KTP yang bersangkutan.
  • Pasfoto 2x3 (4 lembar) dan 4x6 (4 lembar).
  • Bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi Bangunan) terakhir.
  • Prenup (perjanjian pra nikah).

Dari pihak WNA:

  • CNI (Certificate of No Impediment) atau surat izin menikah di negara lain yang dikeluarkan dari kedutaan calon suami / istri.
  • Fotokopi akta kelahiran.
  • Fotokopi  kartu identitas (KTP) dari negara calon suami / istri.
  • Fotokopi paspor.
  • Surat keterangan domisili (alamat calon suami / istri saat ini).
  • Pasfoto 2x3 (4 lembar) dan 4x6 (4 lembar).
  • Surat keterangan mualaf (jika agama sebelumnya bukan Islam).

Di dalam mengurus berbagai syarat pernikahan ini, semua dokumen dalam bahasa asing harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Hal ini harus dilakukan oleh seorang penerjemah tersumpah. Hindari juga untuk memberikan berbagai dokumen yang asli kepada pihak KUA, sebab ini sangat berisiko terhadap keamanan dokumen tersebut. Cukup sertakan berbagai dokumen yang dibutuhkan tersebut dalam bentuk fotokopian saja, dan yang aslinya tetap dibawa pulang.

Baca Juga : 5 Cara Melakukan Negosiasi Dengan Wedding Organizer

2. Dokumen untuk Mendapatkan CNI dari Kedutaan Asing

Untuk mendapatkan CNI (surat single) dari kedutaan asing, dibutuhkan beberapa syarat berikut ini:

  • Akta kelahiran terbaru (asli).
  • Fotokopi kartu identitas (KTP) dari negara asal.
  • Fotokopi paspor.
  • Bukti tempat tinggal / surat domisili (bisa berupa fotokopi tagihan telepon / listrik.
  • Formulir pernikahan dari kedutaan yang bersangkutan.

3. Dokumen WNI yang diminta Kedutaan Asing:

  • Akta kelahiran asli dan fotokopi.
  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi surat N1, N2 dan N4 dari Kelurahan.
  • Fotokopi prenup (jika ada).

Sebelum menyerahkan semua dokumen persyaratan ini ke kedutaan, ada baiknya untuk memfotokopi terlebih dahulu semua dokumen tersebut sebagai data pegangan, sebab pihak kedutaan tidak akan mengembalikan dokumen tersebut nantinya. Setelah semua persyaratan ini dipenuhi, maka proses selanjutnya adalah menunggu kabar dari kedutaan.

Proses ini mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup panjang, tergantung pada kebijakan dan juga kinerja kedutaan dari negara yang bersangkutan. Beberapa kantor kedutaan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan untuk proses tersebut, atau bahkan bisa lebih lama lagi.

Beberapa kantor kedutaan juga akan melakukan interview kepada calon pasangan yang akan menikah, namun hal ini tidak selalu dijalankan oleh semua kedutaan. Setelah semua dokumen tersebut diproses, maka pihak kedutaan akan menghubungi dan memberitahu bahwa surat-surat tersebut telah bisa diambil kembali.

4. Biaya Pernikahan di KUA

biaya pernikahan

Biaya Pernikahan via ummi-online.com

 

Jika semua persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan telah terpenuhi, maka pernikahan dapat dilangsungkan di KUA. Bagi yang akan melangsungkan pernikahan di kantor KUA, maka tidak akan dikenakan biaya apapun.

Hal ini telah diatur di dalam PP No. 48 Tahun 2014 yang berlaku mulai 7 Juli 2014, yang menyatakan bahwa biaya pernikahan di KUA adalah Rp0 (nol) / gratis. Ini berlaku untuk semua pernikahan yang  dilakukan pada jam kerja di dalam kantor KUA.

Namun jika pernikahan dilakukan di luar kantor KUA atau di luar jam kerja KUA, maka biaya yang dikenakan adalah Rp600.000,- (enam ratus ribu rupiah). Biaya ini akan masuk ke dalam kas negara dan dalam hal ini pihak KUA tidak boleh menerima pembayaran langsung dari calon pengantin. 

Pembayaran biaya nikah ini bisa dilakukan melalui tranfer bank yang telah ditentukan, yakni:

  • Bank Mandiri

     Nomor Rekening: 1030006226746

  • Bank BNI

     Nomor Rekening: 0346138083

  • Bank BRI

     Nomor Rekening: 023001002788304

Setelah melakukan pembayaran biaya ini, bukti pembayaran bisa diserahkan kepada pihak KUA, sehingga proses selanjutnya dapat dilakukan dengan segera. Pernikahan di KUA bisa dilakukan dengan mudah, jika mengikuti berbagai prosedur yang telah ditetapkan sejak awal.

Setelah menikah secara resmi di KUA, maka kedua pasangan pengantin akan mendapatkan buku nikah. Pernikahan di KUA akan tercatat secara otomatis di kantor catatan sipil, jadi tidak perlu untuk melakukan pendaftaran lagi di sana.

Namun, upayakan untuk segera melaporkan pernikahan tersebut ke kedutaan negara pasangan, agar pernikahan ini tercatat dan diakui oleh negara yang bersangkutan. Hal ini akan jauh lebih mudah jika Anda lakukan sejak awal, agar berbagai masalah di kemudian hari bisa Anda hindari bersama pasangan.

Ikuti Prosedur yang Seharusnya

Mengurus berbagai dokumen dan juga persyaratan pernikahan tentu akan membutuhkan waktu yang cukup panjang, apalagi jika pernikahan ini dilakukan antara pasangan WNI dengan WNA. Kedutaan dan juga negara asal pasangan mungkin akan meminta sejumlah persyaratan khusus, untuk itu selalu siapkan segala dokumen tersebut sejak awal.

Jika tidak ingin mengalami kendala dalam proses pengurusan dokumen ini, maka ada baiknya untuk mengikuti semua prosedur yang dibutuhkan sejak awal, sehingga pengurusan dokumen dapat berjalan dengan lancar. Jika dokumen bisa diurus dengan baik dan lancar, maka pernikahan dapat digelar dengan segera.

Baca Juga : Biaya Nikah: 12 Cara Unik Untuk Menghematnya