Ini Dia Untung dan Rugi Mengambil Asuransi Unit Link

Mungkin Anda menjadi salah satu orang yang menggunakan layanan asuransi. Atau bahkan menggunakan dua atau lebih produk asuransi yang berbeda sekaligus. Namun, apakah Anda telah paham betul akan keuntungan dan kerugian yang terdapat di dalam produk asuransi yang Anda gunakan selama ini?

Unit link menjadi salah satu produk asuransi yang paling banyak ditawarkan. Produk ini begitu populer hingga hampir semua perusahaan asuransi menjadikannya sebagai produk unggulan. Sebagaimana diketahui, unit link bukan asuransi murni. Sebab terdapat instrumen investasi di dalamnya.

Sebagian orang bahkan berpikir jika membeli asuransi unit link, sama saja sedang melakukan investasi. Sementara manfaat asuransi di dalamnya hanyalah sebagai bonus atau manfaat tambahan saja. Pemikiran seperti ini tentu sangat tidak tepat.

Baca Juga: Sebelum Membeli Asuransi Unit Link, Cermati Ini Dahulu

Kenali dengan Jelas Sejak Awal

Apa pun tujuan Anda ketika membeli asuransi unit link, Anda tentu wajib paham mengenai kinerja produk ini secara detail. Hal ini akan menjamin tujuan Anda bisa berhasil dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai Anda mengalami kerugian, hanya karena tidak mengerti secara jelas mengenai produk asuransi unit link yang digunakan.

Jika melihat bagaimana gencarnya perusahaan asuransi dalam mempromosikan produk yang satu ini, Anda tentu bisa melihat secara kasat mata bahwa produk ini cukup menguntungkan. Namun, hal yang sama belum tentu terjadi bagi Anda selaku nasabahnya.

Untuk itu, penting bagi Anda memahami apa saja manfaat dan kerugian yang terdapat di dalam produk asuransi unit link agar bisa menimbang kelayakan produk tersebut. Simak keuntungan dan kerugian asuransi unit link berikut sebagai bahan pertimbangan.

1. Asuransi Bergantung pada Investasi

Asuransi Unit Link
Ilustrasi Asuransi via shutterstock.com

Unit link berbeda dengan asuransi lainnya di mana Anda akan membayar sejumlah premi yang kemudian ditempatkan perusahaan asuransi sebagai dana investasi. Dalam hal ini, jelas terlihat bahwa hasil investasi tersebut akan menentukan nilai polis pada masa yang akan datang.

Hasil investasi inilah yang akan digunakan untuk membayar biaya asuransi Anda dan juga membentuk nilai polis yang akan bisa ditarik kembali pada masa yang akan datang (misalnya asuransi pendidikan atau asuransi pensiun).

Dalam hal ini, jika investasi memiliki kinerja yang baik dan menunjukkan peningkatan, semua biaya tentu akan tertutupi dengan baik oleh hasil investasi tersebut. Namun, jika ternyata pada kondisi tertentu kinerja investasi merosot dan menunjukkan penurunan, Anda selaku nasabah harus menambah dana (top up) ke unit link untuk menutupi berbagai biaya yang dibutuhkan agar asuransi tersebut tetap aktif dan bisa digunakan.

2. Adanya Peningkatan Biaya Asuransi

Biaya Asuransi Unit Link
Ilustrasi Biaya Asuransi Unit Link via shutterstock.com

Tidak ada premi yang tetap dalam unit link meskipun dalam proposalnya dibuat tetap. Anda tentu bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi, sedangkan Anda membayar premi yang tetap setiap tahunnya (jika investasi tidak merosot). Dalam hal ini, selisih biaya tersebut akan diambil dari nilai polis yang Anda miliki sehingga tidak perlu membayarkan selisih kenaikan tersebut.

Hal ini tentu akan membuat nilai polis Anda berkurang. Apabila pertumbuhan investasi dapat lebih besar daripada selisih biaya tersebut, selisih biaya tersebut bisa tertutupi. Namun, kalau sewaktu-waktu investasi merosot, Anda harus melakukan top up agar asuransi tersebut bisa tetap aktif sebagaimana mestinya.

3. Biaya-Biaya yang Disertakan dalam Unit Link

Biaya Unit Link
Ilustrasi Manfaat Proteksi Asuransi via shutterstock.com

Mengingat unit link memiliki manfaat investasi, sudah jelas akan ada sejumlah biaya yang dikenakan. Hal ini wajib dipahami sejak awal karena biaya ini terbilang cukup besar.

Investasi Anda akan dikelola perusahaan asuransi. Jadi, sudah pasti Anda memiliki sejumlah kewajiban atas hal ini. Setidaknya, ada beberapa biaya yang akan dikenakan pada investasi Anda. Pertama, biaya akuisisi yang merupakan biaya yang wajib dibayarkan atas pelayanan yang didapatkan dari perusahaan asuransi. Biaya ini meliputi komisi agen dan biaya operasional perusahaan asuransi.

Kedua, spread dari jual beli investasi merupakan biaya selisih yang terdapat di antara harga jual dan harga beli produk investasi yang akan digunakan nantinya. Ketiga, biaya pembelian investasi yang akan dibayarkan ketika melakukan top up. Keempat, biaya administrasi yang akan dibayarkan setiap bulannya.

Jumlah biaya ini terbilang cukup besar dan pastinya akan mengurangi nilai investasi yang Anda tanamkan dalam unit link. Untuk itu, sangat penting bagi Anda memahami berbagai biaya ini sejak awal.

4. Unapplied Premium dalam Unit Link

Polis Asuransi Unit Link
Ilustrasi Polis Asuransi via shutterstock.com

Unapplied premium merupakan bagian dari premi Anda yang diinvestasikan dan masuk ke nilai polis. Sesuai dengan penempatannya, sudah pasti unapplied premium ini akan mengurangi manfaat proteksi yang bisa didapatkan dari asuransi tersebut.

Namun, masalah lainnya adalah jumlah unapplied premium ini justru terbilang sangat besar, bahkan bisa mencapai 80% dari premi yang dibayarkan sehingga manfaat perlindungan Anda juga akan jauh dari kata maksimal.

Apa tujuan dari adanya unapplied premium ini? Unapplied premium nantinya secara otomatis berfungsi untuk menutupi premi yang tidak terbayarkan. Atau ketika seharusnya dilakukan top up dan nasabah tak sanggup membayarnya, unapplied premium yang akan menanggungnya.

5. Nol Investasi pada Tahun Pertama

Investasi Unit Link
Ilustrasi Investasi via shutterstock.com

Asuransi membutuhkan sejumlah biaya yang cukup besar sehingga pembayaran premi Anda pada tahun pertama tidak akan ditempatkan ke investasi oleh perusahaan asuransi. Seluruh premi Anda akan dibayarkan untuk biaya akuisisi pada tahun pertama.

Sebesar 70% dana ini akan digunakan perusahaan asuransi untuk mengelola polis Anda, sedangkan 30%-nya digunakan sebagai komisi agen asuransi. Jadi, investasi Anda belum berjalan pada tahun pertama. Bahkan, tidak maksimal hingga tahun kelima. Sebab biaya akuisisi ini masih akan ditagihkan selama kurun waktu tersebut.

6. Cuti Premi Akan Kurangi Nilai Investasi

Cuti Premi
Ilustrasi Cuti via shutterstock.com

Sebagaimana penawarannya, unit link tentu hanya akan meminta Anda membayar premi selama 10 tahun pertama dan selanjutnya cuti premi diberlakukan. Namun, jika Anda pahami dengan baik bahwa setelah tahun ke-10, premi Anda akan dibayarkan dari investasi yang dimiliki di sana. Dari situ Anda akan mengerti bahwa tidak ada yang gratis di sini. Akibatnya, nilai investasi Anda berkurang.

7. Investasinya Terbatas

Investasi Unit Link
Ilustrasi Perkembangan Investasi via shutterstock.com

Unit link tidak akan memberi Anda kebebasan untuk mengubah investasi. Mengingat investasi tersebut ditangani perusahaan asuransi. Anda tidak akan leluasa untuk mengevaluasi dan mengganti bentuk investasi sehingga hal ini akan sangat merugikan bagi Anda.

Baca Juga: Pahami Ini agar Tidak Mengira Unit Link adalah Tabungan

Pahami Aturan dan Manfaatnya Sebelum Ambil Unit Link

Asuransi unit link mungkin menjadi cara mudah bagi sebagian orang dalam memproteksi diri sekaligus berinvestasi. Namun, berbagai ketentuan di dalamnya juga tidak akan membuat manfaat investasi tersebut maksimal. Begitu juga dengan manfaat asuransinya. Jika ingin membeli investasi dan asuransi sekaligus, ada baiknya memahami semua aturan dan manfaat serta kerugian yang akan Anda dapatkan di dalamnya.

Baca Juga: Ini Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Membeli Unit Link