Inilah 4 Poin Penting BPJS Kesehatan yang Luput dari Perhatian

Menggunakan layanan BPJS Kesehatan menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia belakangan ini. Hal ini tentu sangat wajar, mengingat BPJS Kesehatan dapat memberi banyak kemudahan bagi masyarakat untuk bisa mengakses layanan kesehatan yang memadai dengan sejumlah dana yang terjangkau. Meskipun demikian, sejumlah kendala tetap dirasakan masyarakat ketika mengakses layanan tersebut, terutama terkait dengan ketentuan yang diterapkan Pemerintah.

Tak sedikit yang mengabaikan berbagai peraturan yang berlaku meskipun pada dasarnya, hal ini diterapkan demi kebaikan. Hal yang sama juga kerap terjadi dalam BPJS Kesehatan di mana tak sedikit penggunanya masih kurang memahami berbagai aturan yang terdapat di dalamnya. Hasilnya bisa dipastikan. Berbagai masalah dan kendala akan menjadi penghalang nantinya. Hal seperti ini sepatutnya tidak perlu terjadi. Sebab yang akan dirugikan atas ketidakpahaman tersebut adalah peserta sendiri.

Untuk menghindari masalah dan kendala dalam mengakses layanan BPJS, sangat penting bagi peserta untuk memahami semua aturan yang terdapat di dalamnya. Simak empat poin penting berikut ini yang terdapat dalam layanan BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Ingin Pindah Fasilitas Kesehatan di BPJS Kesehatan? Ini Caranya

1. Jika Ingin Terdaftar, Daftarkan Juga Seluruh Anggota Keluarga

BPJS Kesehatan Keluarga
Lindungi Seluruh Anggota Keluarga dengan Ikut Asuransi atau BPJS 

Hal ini akan berlaku secara otomatis pada peserta yang melakukan pendaftaran perorangan secara online (tidak melalui perusahaan). Ketika melakukan pendaftaran, calon peserta wajib memasukkan NIK yang tertera di dalam Kartu Keluarga. Setelah NIK tersebut dicantumkan, nama semua anggota keluarga yang terdapat dalam Kartu Keluarga tersebut secara otomatis akan keluar pada layar komputer.

Hal ini sebenarnya telah sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah yang mewajibkan bahwa seluruh anggota keluarga yang tercantum dalam Kartu Keluarga wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan. Hal ini telah diatur dalam Peraturan BPJS Kesehatan No. 4 Tahun 2014. Berdasarkan ketentuan ini, bisa dipastikan Anda tidak bisa mendaftarkan diri tanpa mengikutsertakan anggota keluarga lainnya yang tertera dalam Kartu Keluarga.

Namun, banyak orang merasa bahwa ini adalah sebuah bentuk pemaksaan meskipun dengan jelas hal tersebut telah diatur dalam peraturan. Mengingat adanya peraturan ini, peserta wajib untuk selalu melakukan memperbarui Kartu Keluarga yang dimiliki. Sebab Kartu Keluarga akan menjadi acuan dalam melakukan pedaftaran BPJS Kesehatan.

Berbagai perubahan yang terjadi dalam susunan Kartu Keluarga sebaiknya segera diperbarui agar tidak ada sejumlah kesalahan atau ketidaksesuaian nantinya. Memperbaruinya sejak awal tentu akan jauh lebih mudah daripada memperbaikinya di kemudian hari setelah terjadinya pendaftaran.

2. BPJS Kesehatan Mulai Efektif 14 Hari Kemudian Setelah Didaftarkan

Virtual Account BPJS Kesehatan
Tunggu hingga 14 Hari Sejak Pendaftaran, Baru BPJS Bisa Digunakan

BPJS Kesehatan tidak bisa langsung digunakan setelah dilakukan pendaftaran. Setidaknya, butuh waktu 14 hari setelah pendaftaran. Artinya, seseorang tidak bisa mendaftarkan diri dan langsung menggunakannya saat itu juga. Sebab Pemerintah secara khusus telah membuat peraturan terkait hal tersebut.

Berdasarkan Peraturan BPJS Kesehatan No. 1 Tahun 2015, pembayaran iuran pertama paling cepat dapat dilakukan setelah 14 hari kalender setelah Virtual Account (VA) diterbitkan. Lalu, setelah melakukan pembayaran iuran pertama (minimal 1 bulan) melalui VA yang dimiliki, peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan kartu peserta. Setelah kartu ini diterima peserta, fasilitas BPJS Kesehatan bisa digunakan peserta.

Hal ini sering kali menjadi masalah bagi peserta di mana sebagian besar orang memang berniat untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan hanya setelah sakit dan membutuhkan pertolongan medis. Meskipun Pemerintah secara tegas telah mengatur ketentuan tersebut dengan jelas, tetap saja sejumlah orang lebih memilih untuk menunda atau menghindari pendaftaran sejak awal. Tentunya dengan berbagai alasan yang dianggap benar.

Jika ingin mengakses layanan BPJS Kesehatan, tentu tidak ada salahnya untuk segera mendaftar sejak sekarang. Hal ini bahkan akan jauh lebih mudah dan membuat calon peserta tenang. Dibandingkan jika mendaftar secara terburu-buru dan mendadak setelah membutuhkan pertolongan medis. Bagaimana jika kondisi kesehatan tidak dapat menunggu hingga 14 hari? Ini sangat berisiko, bukan?

3. Meskipun Dalam Kandungan, Bayi Sudah Bisa Didaftarkan

BPJS Kesehatan Bayi
Anak dalam Kandungan Pun Boleh Ikut Memiliki BPJS Kesehatan

Meski bayi belum lahir (masih berada dalam kandungan), orang tuanya tetap bisa mendaftarkannya sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ini akan sangat membantu dan mempermudah orang tua dalam menjamin layanan kesehatan yang bisa didapatkan bayinya kelak. Setelah kelahirannya, bayi tentu akan membutuhkan sejumlah perawatan sehingga sangat tepat jika mendaftarkannya sejak awal.

Pendaftaran ini dapat dilakukan dengan mengikuti beberapa ketentuan sebagai berikut.

  • Bayi yang masih dalam kandungan dapat didaftarkan sejak telah terdeteksi adanya denyut jantung dalam kandungan. Hal ini harus dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan dokter atau bidan.
  • Dokter atau bidan yang memberikan surat keterangan di atas harus yang bekerja di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes I) yang memiliki kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
  • Iuran pertama dari bayi yang masih dalam kandungan dibayarkan paling cepat setelah bayi dilahirkan dalam keadaan hidup dan paling lama 30 hari kalender sejak Hari Perkiraan Lahir (HPL).
  • Jaminan kesehatan berlaku bagi bayi peserta BPJS Kesehatan sejak iuran pertama dibayarkan.

4. BPJS Kesehatan Berlaku Hingga 6 Bulan ke Depan Setelah PHK

BPJS PHK
Bagi yang Belum Lagi Bekerja, Tenang, BPJS Masih Beri Perlindungan

BPJS Kesehatan memiliki jenis kepesertaan yang dilakukan lewat tempat bekerja, yakni Peserta Penerima Upah (PPU). Iuran PPU tersebut akan dibayarkan sebagian oleh perusahaan tempatnya bekerja, sedangkan sebagian lagi oleh karyawan yang menjadi peserta tersebut. Lalu, bagaimana jika peserta mengalami PHK?

Meski peserta telah mengalami PHK dan sejumlah iuran tersebut tidak lagi dibayarkan, peserta tetap dapat menggunakan BPJS Kesehatan selama enam (6) bulan sejak yang bersangkutan mengalami PHK (tanpa pembayaran iuran). Hal ini tentu akan sangat membantu, mengingat PHK pasti akan membawa dampak yang buruk ke keuangan para pekerja.

Baca Juga: BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Mana yang Lebih Baik?

Ketahui Sejak Awal supaya Mudah Mendapatkan Layanan

Menggunakan BPJS Kesehatan menjadi pilihan banyak orang belakangan ini di mana hal ini memang cukup membantu dalam mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai dan terjangkau. Pahami dengan jelas berbagai aturan BPJS Kesehatan yang ada sehingga tidak menemui kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan tersebut.

Baca Juga: Syarat-Syarat Perubahan Data BPJS Kesehatan