Inilah Panduan Bebas Finansial bagi Mahasiswa

Bebas finansial diartikan lebih ke arah mampu membiayai kebutuhan sehari-hari. Kalau Anda masih kuliah dan mendapatkan bantuan biaya dari orang tua, alangkah senangnya bila sudah mampu bebas finansial. Sampai saat ini hampir semua mahasiswa yang kuliah mendapatkan biaya kuliah dari orang tuanya.

Kalau pun mereka mendapatkan beasiswa, tetap saja hal tersebut terasa masih kurang untuk kebutuhan sehari-hari. Belum lagi jika kiriman orang tua terlambat. Jadi, pasti rencana Anda bisa tertunda akibat uang yang Anda punya tidak ada.

Untuk menghindari hal seperti itu, tak ada salahnya mulai belajar mandiri dari sekarang. Panduan bebas finansial berikut ini bisa menjadi referensi yang baik untuk dilakukan.

Baca Juga: 25 Universitas Terbaik di Dunia

1. Tulis dan Analisis Biaya serta Pengeluaran Bulanan

Anggaran Keuangan Mahasiswa

Catat Setiap Pemasukan dan Pengeluaran via spiible.com

 

Bagi Anda mahasiswa baru, ada baiknya mulai belajar mengatur keuangan. Poin penting dalam mengatur keuangan adalah mencatat semua biaya dan pengeluaran dalam satu bulan. Untuk pendapatan, biasanya mahasiswa baru sudah mendapatkan jatah bulanan dari orang tuanya.

Hal-hal kecil seperti ngopi, berkumpul bersama teman, dan beberapa hal kurang penting lainnya mulailah Anda catat dan analisis. Selama hal-hal kecil tersebut memberi manfaat, lakukanlah. Jika tidak banyak manfaatnya, hilangkan saja hal-hal tersebut untuk menghemat biaya. Untuk memudahkan analisis, Anda bisa menggunakan aplikasi pengatur keuangan untuk smartphone android.

2. Terapkan Rumus 50/20/30

Rumus Keuangan

 

Rumus Keuangan 50/20/30 via blog.mint.com

 

Rumus simpel ini banyak membantu orang untuk mengatur keuangan. Dengan rumus ini, Anda jadi tahu  ke mana dan di mana sebaiknya memanfaatkan uang Anda. Sebab banyak ahli anggaran yang merekomendasikan rumusan ini.

Anda mungkin pernah mendengar tentang hal tersebut sebelumnya. Untuk lebih mudahnya, rumusan ini menempatkan anggaran Anda ke dalam tiga kategori sederhana:

  • Sekitar 50% dihabiskan untuk kebutuhan primer yang meliputi semua kebutuhan pokok, seperti  biaya kost, makan sehari-hari, dan tagihan lain semisal pulsa handphone, uang kuliah, dan sebagainya.
  • Sekitar 20% ditabung atau untuk melunasi pinjaman (jika ada).
  • Sekitar 30% untuk keperluan pribadi di luar kebutuhan pokok, seperti biaya untuk internet, sesekali makan bersama teman-teman, atau kebutuhan ringan lainnya.

3. Cari Biaya Kost yang Murah

Kost Murah

Cari Kost Berbiaya Murah via chollojoya.com

  

Bagi seorang mahasiswa, tinggal di kost bukanlah untuk mencari kebebasan atau kemewahan. Jangan sampai biaya kost ini mengambil porsi yang signifikan dan menguras anggaran Anda. Banyak ahli keuangan merekomendasikan untuk menghabiskan uang untuk keperluan pribadi tidak lebih dari 30% dari jatah kiriman orang tua untuk sekedar biaya kost atau kontrak rumah.

4. Pertimbangkan untuk Kost Sekamar Berdua

Kost Wanita

Satu Kamar Berdua Menghemat Pengeluaran via kiwizone.co.nz

 

Kost dengan sistem sekamar berdua bisa menghemat biaya sewa bagi mahasiswa. Hal ini sudah umum terjadi di banyak kampus. Jika rata-rata jatah kiriman dari orang tua sebesar Rp1.000.000, dengan sewa kost Rp500.000 bisa dibagi berdua dengan teman sekamar.

Tentu saja biaya ini jauh lebih ringan dibandingkan membayar sendiri biaya kost. Mungkin yang baru pertama kali mencoba akan merasa dalam situasi yang canggung. Namun, bagi yang sudah terbiasa, sekamar berdua justru lebih membuat Anda mudah bergaul dan memiliki banyak teman.

5. Kurangi Biaya Makan di Luar

Makan Murah

Jangan Sering-Sering Makan di Luar agar Tidak Boros via eatingedinburgh.com

 

Makanan adalah sebuah kebutuhan, tetapi sering pergi keluar untuk makan bisa menghabiskan banyak biaya. Terlebih Anda adalah mahasiswa yang mengandalkan kiriman orang tua. Kalau pun harus makan keluar bersama teman-teman kuliah, sebaiknya bayar sendiri-sendiri dan di tempat yang harganya terjangkau. Itu pun sebaiknya hanya dilakukan saat weekend. Untuk makan sehari-hari, sebaiknya carilah makanan di warung hemat sekitar kost. Lebih baik lagi kalau bisa masak sendiri.

6. Manfaatkan Apa yang Dimiliki

  Motor Vespa

Selama Masih Baik, Kenapa Harus Beli Baru? via gainesville.com

 

Godaan mahasiswa biasanya datang dari gaya hidup teman-temannya. Mulai dari yang paling kecil seperti handphone baru hingga sepeda motor terbaru. Bila Anda sudah memiliki handphone dan sepeda motor yang masih layak digunakan, lebih baik dimanfaatkan saja. Tidak perlu tergoda dengan merek baru yang belum tentu benar-benar Anda butuhkan selain untuk sekadar mengikuti gaya hidup yang sedang tren.

7. Carilah Hiburan Gratis

Konser Gratis

Manfaatkan Hiburan Gratis yang Ada via newsexaminer.net

 

Namanya juga mahasiswa, sudah wajar jika yang dicari adalah harga murah dan kalau bisa gratis, termasuk dalam menikmati hiburan. Kadang yang namanya hobi menjadikan diri gelap mata. Ingatlah, dalam setiap hobi yang berbayar, selalu ada cara untuk mendapatkan yang gratis.

Ambil contoh jika hobi menonton film terbaru, Anda harus mengeluarkan biaya sampai Rp50.000 untuk menonton di bioskop. Daripada harus mengeluarkan uang, kenapa tidak mengikuti kuis mendapatkan tiket nonton film yang sering di-posting di media sosial? Prinsipnya, ada banyak cara untuk mencari gratisan dari hobi yang berbayar tersebut.

8. Mencari Penghasilan Tambahan

Part Time Mahasiswa

Manfaatkan Waktu Luang untuk Menambah Penghasilan via fastjapan.com

 

Memang sebagai seorang mahasiswa, kewajiban utama Anda adalah menimba ilmu di kampus dengan sebaik-baiknya. Untuk persoalan uang untuk kebutuhan sehari-hari, sebagai mahasiswa tentu tak perlu pusing-pusing memikirkannya.

Sebab orang tua masih akan menanggung sepenuhnya. Namun, masalahnya adalah uang saku yang diberikan orang tua sering kali kurang mencukupi kebutuhan bulanan. Di sinilah Anda dituntut untuk bisa mandiri.

Oleh karena itu, Anda perlu berusaha sendiri untuk menambah pundi-pundi uang di dompet. Cara paling mudah dan praktis adalah dengan bekerja paruh waktu sebagai freelancer. Banyak pekerjaan yang bisa didapatkan secara freelance, seperti menjadi guru privat, menjadi penulis naskah, atau mengerjakan proyek online sesuai skill dan bidang yang dipelajari semisal desain grafis atau pemrograman komputer.

Dengan cara tersebut, Anda tak perlu keluar dari kamar dan menghabiskan biaya transportasi. Bahkan, Anda bisa dapat tambahan penghasilan dari pekerjaan freelance tersebut.

Baca Juga: 7 Jenis Pekerjaan Freelance Terpopuler

Mulailah Berhemat dan Carilah Pendapatan Tambahan

Uraian di atas memberi gambaran bagaimana Anda bisa semakin mandiri secara kreatif menyiasati kebutuhan, khususnya jika status Anda masih mahasiswa yang mengandalkan kiriman biaya kuliah dari orang tua.

Selain berhemat, Anda sebenarnya juga bisa lebih kreatif dengan menambah penghasilan. Ada banyak cara untuk menambah penghasilan yang bisa dilakukan seorang mahasiswa. Kuncinya, Anda mesti kreatif dan punya tekad yang kuat.

Baca Juga: 6 Ide Bisnis Waralaba yang Menguntungkan