Investasi Fintech P2P Lending Pas Banget Buat Bunda yang Mau Untung Gede

Ibu rumah tangga (IRT) umumnya hanya melakukan pekerjaan rumah tangga saja, seperti membersihkan rumah, mengurus anak, dan lainnya. Namun sudah banyak IRT yang menjalankan bisnis sampingan untuk menambah penghasilan keluarga.

Di era digital sekarang ini, ibu rumah tangga tak hanya terbatas pada hal di atas. Kini, ibu rumah tangga selain mengurus rumah tangga, bisnis sampingan, juga dapat memikirkan masa depan keuangan dengan cara berinvestasi.

Investasinya macam-macam, bisa dengan membeli emas perhiasan atau logam mulia, portofolio reksadana, surat utang negara (SUN) maupun seperti yang saat ini sedang marak adalah investasi atau pendanaan di fintech peer to peer (P2P) lending.  

Baca Juga: Seperti Hidup, Tanam Modal di Fintech P2P Lending Juga Punya Risiko. Apa Saja?

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Memahami Investasi dan Konsep P2P Lending

P2P Lending
Memahami Investasi dan P2P Lending

Sebelum memahami apa itu P2P Lending, sebaiknya Anda perlu tahu dulu pengertian investasi. Investasi secara sederhana adalah cara seseorang untuk mengembangkan uang atau dana melalui penanaman modal di sejumlah instrumen, seperti saham, reksadana, obligasi atau surat utang, emas, properti, dan masih banyak lainnya.

Dari kegiatan investasi, biasanya Anda akan mendapatkan keuntungan atau imbal hasil per bulan atau per tahun. Jadi jika Anda ingin mempersiapkan keuangan untuk hari tua, biaya pendidikan anak, mengumpulkan DP atau uang muka rumah, Anda dapat menggunakan cara investasi.

Sedangkan P2P Lending memiliki makna interaksi langsung antara dua orang dengan kemampuan yang sama dalam satu waktu. P2P Lending merupakan suatu sistem (platform) yang mempertemukan pemberi pinjaman (lender) dengan peminjam (borrower).

Dalam P2P, ada imbal hasil yang akan diperoleh lender per bulan atau per tahun. Sementara si borrower akan dikenakan bunga setiap bulan dari pinjaman tersebut.

Manfaat Tanam Modal di P2P Lending bagi Ibu Rumah Tangga

P2P Lending
Manfaat Tanam Modal P2P Lending untuk Ibu Rumah Tangga

Dengan menanamkan modal di fintech P2P lending, Anda dapat membantu orang lain yang sedang menghadapi masalah keuangan. Misalnya untuk membuka usaha, biaya pendidikan anak yang mendesak, sampai kebutuhan lainnya.

Investasi atau melakukan pendanaan di p2p lending juga punya manfaat, termasuk untuk ibu rumah tangga yang notabene-nya mengandalkan penghasilan dari sang suami.

Baca Juga: Makin Menggurita, Ini Aturan Baru Pengawasan Fintech di Indonesia

1. Modal Investasi Kecil

Fintech P2P lending menawarkan modal investasi sangat terjangkau untuk ibu rumah tangga. Mulai dari Rp100 ribu, Anda sudah bisa menjadi lender. Anda dapat menyisihkannya dari uang belanja bulanan yang diberikan sang suami. Jadi, sebetulnya tergantung pintar-pintar si ibu dalam mengatur keuangan.

2. Imbal Hasil Lebih Besar dari Deposito

Dibanding deposito, imbal hasil yang dapat diperoleh dengan menanamkan modal di p2p lending lebih besar. Ada fintech p2p lending yang menawarkan imbal hasil hingga 16% per tahun. Bahkan ada yang mengimingi 18% setahun. Sedangkan suku bunga deposito berkisar 4-7% setahun.

Lumayan banget kan, buat investasi yang modalnya minim, tapi imbal hasil menggiurkan sekali. Dengan begitu, keuangan keluarga dapat lebih baik bila investasi ini bersifat jangka menengah dan panjang.

P2P Lending
Investasi P2P Lending

3. Mudah Dipelajari dan Diterapkan

Jenis investasi atau pendanaan di p2p lending mudah dipelajari dan diterapkan ibu rumah tangga, bila dibandingkan investasi lain. Sebab konsepnya sangat sederhana, pinjam meminjam uang saja. Anda hanya perlu membenamkan modal di fintech lending yang dipilih, kemudian setiap bulan atau setiap tahun menerima keuntungannya.

Mudah dipelajari dan diimplementasikan kapan saja. Walaupun ibu rumah tangga sibuk mengurus keluarga, tapi kegiatan penanaman modal ini tidak akan mengganggu segudang aktivitas Anda. Bisa dipantau melalui aplikasi di ponsel atau website.  

4. Minim Risiko Bila Uang Diinvestasikan di Fintech Lending Legal

Siapa sih yang tidak khawatir terjerat investasi bodong? Apalagi saat ini banyak fintech p2p lending ilegal berkeliaran. Menjerat mangsa, baik lender maupun borrower.

Sebelum investasi, pastikan Anda memilih fintech lending yang terdaftar resmi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan begitu, risiko investasi lebih minim karena semua proses di awasi oleh otoritas. Jangan sampai ingin untung malah buntung lantaran kena penipuan investasi bodong.

Ibu Rumah Tangga Juga Harus Melek Investasi

Yang melek investasi sekarang ini bukan hanya untuk milenial saja. Ibu rumah tangga pun harus demikian. Pilih produk investasi yang sesuai dengan keinginan dan bujet keluarga. Pertimbangkan juga dengan berbagai risikonya, jangan sekadar keuntungan saja.

Dengan berinvestasi, ibu rumah tangga dapat ikut menopang perekonomian keluarga. Uang belanja bulanan diputar untuk kegiatan bermanfaat, sehingga akan memperoleh hasil besar di kemudian hari. Masa depan keuangan keluarga terjamin.

Baca Juga: Sama-sama Beri Pinjaman Online, Ini Bedanya Fintech Lending Ilegal dan Legal