Jadi Karyawan di Startup Vs Korporasi, Ini Dia Plus dan Minusnya

Memutuskan untuk segera bekerja dan merintis karir di bidang tertentu, kamu mungkin akan dihadapkan pada banyak perusahaan, baik itu yang bergerak dalam skala kecil dan masih pemula (startup) atau bahkan sebuah korporasi ternama yang telah mapan dalam segalanya. Kedua perusahaan ini jelas berbeda jauh, termasuk sistem kerja dan berbagai aturan lainnya yang diterapkan oleh keduanya.

Jika startup adalah perusahaan pemula yang sedang berupaya untuk bisa menjadi lebih besar, maka korporasi merupakan perusahaan besar yang telah mapan dan memiliki sistem serta berbagai aturan tersendiri yang dijalankan secara terstruktur. Memilih salah satu di antara kedua perusahaan ini, tentu membutuhkan pertimbangan yang matang. Bagaimanapun juga, kamu pasti tidak ingin membuang-buang waktu yang berharga di sebuah perusahaan yang tidak tepat, bukan?

Pada dasarnya, baik startup maupun korporasi memiliki keunggulan masing-masing. Hal inilah yang wajib kamu pahami dengan baik sejak awal, agar kamu bisa menemukan pekerjaan yang paling tepat dan sesuai dengan kamu. Jika kamu bisa merasa nyaman di dalam sebuah perusahaan, tentu kinerja kamu juga akan jauh lebih baik dan maksimal.

Namun sebaliknya, saat tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan perusahaan yang baru kamu masuki, maka bisa dipastikan kamu akan merasa tidak nyaman dan bahkan tidak bisa memberikan kontribusi terbaik yang kamu miliki untuk perusahaan. Sangat penting untuk memilih tempat bekerja yang paling tepat, terutama bagi kamu yang masih fresh graduate dan bekerja untuk pertamakalinya.

Kenali plus-minus di dalam perusahaan startup dan korporat berikut ini, agar kamu bisa memilih perusahaan yang paling tepat untuk tempatmu bekerja nanti:

Anda Bingung Cari Kredit Motor Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Kredit Motor Terbaik! 

1. Budaya Kerja

budaya kerja
Budaya Kerja

Sebelum memasuki sebuah perusahaan, maka mengenali budaya kerja yang akan kamu temui di sana nanti tentu menjadi hal yang penting. Jangan sampai kamu datang wawancara ke sebuah perusahaan korporat dengan mengenakan celana jeans dan sneakers, sebab bisa saja kamu akan diusir oleh satpamnya. Di dalam prakteknya, strartup dan korporat jelas memiliki budaya kerja yang sangat berbeda.

  • Startup

Memiliki lingkup kerja yang kecil dan hanya terdiri dari kelompok pekerja yang kurang dari 50 orang saja, jelas lingkungan kerja startup akan lebih fleksibel dan bahkan terasa lebih hangat. Di sini kamu bisa dengan mudah saling mengenal dengan karyawan lainnya, bahkan meski baru bekerja dalam satu dua hari saja. Kamu bisa berpakaian dengan sesuka hati (dalam batas kesopanan), sebab startup tidak mengharuskan karyawannya untuk mengenakan jenis pakaian tertentu, apalagi seragam yang terkesan kaku.

Biasanya startup akan dipenuhi dengan talenta-talenta muda atau bahkan fresh graduate, sehingga kamu akan banyak bekerja dengan orang-orang yang seumuran dengan kamu. Kamu bisa menikmati kantor yang unik dengan setting yang dibuat sedemikian rupa, agar kamu dan karyawan lainnya betah dan bisa bekreasi dengan senang hati. Jadi jangan kaget, kalau di kantor startup kamu bisa menemukan tempat untuk bobok siang atau pantry yang penuh camilan.

Namun budaya kerja yang kurang formal ini justru kadang-kadang membuat kesan yang kurang baik, terutama bagi orang-orang dekat kamu, sebab kemungkinan mereka akan sulit percaya bahwa kamu telah bekerja di sebuah perusahaan, mengingat selama ini kesan bekerja itu selalu identik dengan seragam.

Bukan hanya itu saja, lingkungan kerja yang tidak formal ini juga kerap memberi kesan kurang profesional, sebab bisa saja kamu pulang ke rumah dengan selalu membawa pekerjaan, atau bahkan lembur hingga malam saat pekerjaan banyak di kantor. 

  • Korporasi

Berbeda halnya ketika kamu masuk dan bekerja di sebuah korporasi, maka kamu akan dihadapkan pada suasana perkantoran yang formal, lengkap dengan fasilitas standar, seperti: lobi, petugas keamanan, resepsionis, jam kerja yang jelas, dan yang lainnya.

Semua ini tentu akan membuat suasana begitu terasa kantoran sekali, sebab segala sesuatunya terjadwal dan telah memiliki prosedur masing-masing sejak awal. Kamu akan terbiasa dengan aturan ketat jam kantor, seragam, cuti, serta kebijakan lainnya yang diterapkan oleh perusahaan.

Baca Juga: Hal yang Dapat Dinegoisiasi Saat Mendapat Tawaran Kerja Selain Gaji

2. Gaji dan Fasilitas Lainnya

gaji
Gaji

Gaji tentu selalu menjadi sebuah pertimbangan penting saat akan memasuki sebuah perusahaan, sebab hal ini akan menentukan kualitas kehidupan kamu di masa yang akan datang. Gaji cukup atau tidak, tentu akan tergantung pada diri kita sendiri, namun besaran gaji yang bisa kita dapatkan dari pekerjaan tentu selalu menjadi hal yang patut untuk diperhitungkan dengan baik.

  • Startup

Jujur saja, sebagian besar startup hanya mampu memberikan gaji pas-pasan saja bagi karyawannya, meskipun ada beberapa yang bisa membayar lebih daripada standar korporasi. Hal ini bahkan masih ditambah dengan minimnya (kemungkinan tidak ada) bonus atas pencapaian kerja, mengingat perusahaan ini masih baru berdiri dan belum stabil dalam keuangannya. Berbagai tunjangan juga kemungkinan tidak diberikan oleh perusahaan, terutama jika ternyata tempat kamu bekerja baru saja mulai merintis usaha. Gaji saat ini saja kurang menjanjikan, apalagi untuk pensiun, bukan?

  • Korporasi

Di lain sisi, sebuah korporasi tentu telah memiliki pondasi yang kuat, termasuk di lini keuangannya. Korporasi memiliki kemampuan yang baik dalam memenuhi semua gaji serta tunjangan yang layak bagi karyawannya, termasuk bonus yang memang telah diprogramkan di dalam perusahaan. Bukan hanya itu saja, perusahaan besar juga kebanyakan telah menyiapkan dana pensiun bagi karyawannya, sehingga masa tua mereka kelak lebih terjamin.

Baca Juga: Anda Bekerja di Perusahaan yang Tepat Bila Bisa Menjawab Positif Pertanyaan Ini

3. Kesempatan Berkarir dan Belajar

berkarir dan belajar
Berkarir dan Belajar

Meski bekerja, peluang untuk mempelajari banyak skill yang baru tentu menjadi hal yang patut untuk selalu dicari, sebab hal ini akan menambah kemampuan kerja kamu di masa yang akan datang, sekaligus mempengaruhi perkembangan karir kamu ke depannya.

  • Startup

Perusahaan ini akan memberikan kamu kesempatan yang sangat luas untuk belajar banyak hal, bahkan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan kamu sekalipun. Startup hanya memiliki sedikit karyawan, sehingga semua karyawannya harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai jenis pekerjaan sekaligus. Ini akan menjadi keuntungan bagi kamu, mengingat kamu tidak akan selalu memiliki kesempatan untuk belajar banyak skill secara gratis.

Namun hal ini juga akan memaksa kamu belajar banyak hal yang baru, bahkan secara otodidak sekalipun. Terkait dengan karir, tentu startup belum memiliki jenjang karir yang jelas, sebab perusahaan ini baru saja dirintis dalam skala yang kecil.

  • Korporasi

Perusahaan yang telah stabil ini tentu akan memiliki jenjang karir yang jelas, meskipun ini adalah tantangan yang sulit. Namun di perusahaan besar, pekerjaan bisa saja hanya hal yang sama saja selama bertahun-tahun, sehingga kemampuan kamu tidak akan berkembang dengan baik, meskipun kamu memiliki banyak keahlian di dalam dirimu.

Belajar atau Berkarir?

Baik startup maupun korporasi, sama-sama memiliki sejumlah nilai lebih dan juga kekurangan. Jika ingin belajar dan menambah keahlian, tentu startup adalah pilihan yang paling tepat. Namun jika ingin berkarir dan mendapatkan berbagai fasilitas yang “jelas” bagi masa depan, maka korporasi mungkin menjadi tempat yang lebih tepat. Lalu, maka yang menjadi pilihan kamu.

Baca Juga: Perhatikan 5 Hal Ini Saat Memilih Tempat Kerja