Jadikan Pasanganmu sebagai Partner Mengatur Keuangan

membahas masalah keuangan dengan pasangan

Apa yang sering kamu bicarakan ketika bersama dengan pasangan? Menyamakan persepsi mengenai masa depan? Apakah kamu juga membicarakan mengenai keuangan?

Ada pandangan umum dalam masyarakat yang perlu diluruskan mengenai keuangan dalam suatu hubungan. Sebagian besar orang menganggap bahwa membicarakan keuangan dalam suatu hubungan adalah hal yang tidak etis dan tabu untuk dibicarakan. 

Mengapa demikian? Hal ini bisa terjadi karena ada perbedaan pandangan mengenai nilai uang dan cara mengatur keuangan.

Masalah keuangan sebenarnya adalah masalah kecil, tapi jika dibiarkan bisa menimbulkan masalah yang lebih besar sehingga hindarilah hal ini terjadi pada rumah tanggamu. Jadikan pasanganmu sebagai teman dalam mengatur keuangan dengan cara berikut:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Terbuka dan Saling Percaya

Kejujuran adalah salah satu modal utama dalam membangun hubungan yang baik. Termasuk kejujuran mengenai keuangan.

Ketika menjalani sebuah hubungan cobalah menjadi terbuka dan saling menghargai pendapat mengenai keuangan. Bagaimana masing-masing menilai uang dan bagaimana masing-masing ingin mengelola keuangan. 

Walaupun bukan tujuan utama dalam sebuah hubungan, jika kamu dan pasanganmu mempunyai visi yang sama mengenai pengelolaan keuangan akan membantu mencegah adanya konflik.

Kamu juga perlu terbuka mengenai kekurangan dalam mengatur keuangan. Dengan begitu pasanganmu bisa melengkapi kekurangan tersebut atau setidaknya kamu dan pasangan bisa menemukan solusi untuk masalah tersebut.

2. Ciptakan Tim Kerja yang Baik

Ketika menjalin suatu hubungan apalagi pernikahan, melibatkan lebih dari satu orang. Tentu akan ada lebih dari satu pemikiran dan cara pandang.

Ibaratkan pasangan kamu adalah rekan kerja dalam berbagai bidang kehidupan. Termasuk dalam mengelola keuangan, mengatur anggaran belanja dan mempersiapkan dana darurat.

Bangun kerjasama tim yang kuat dengan membagi peran sesuai kemampuan. Jika sudah berbagi peran, percayakan pengelolaan keuangan kamu bersama dengan pasangan. 

Jangan sungkan untuk saling mengingatkan. Jika kamu menganggap pasangan sebagai rekan kerja dalam tim, maka tidak ada pihak yang dominan dalam mengatur keuangan. Semua mempunyai peran dan kedudukan yang sama.

Baca Juga:  Milenial, Simak Nasihat Para CEO Ini dalam Mengatur Uang

3. Terapkan Target Pemasukan dan Pengeluaran Bersama

Dalam sebuah pernikahan, prioritas individu akan tergeser oleh prioritas bersama. Kamu dan pasangan pasti punya prioritas yang lebih besar menyangkut kebahagiaan bersama.

Sebagai contoh, kamu pasti lebih memprioritaskan biaya sekolah anak daripada membeli tas yang selama ini kamu idamkan. Hal ini mungkin berlaku juga untuk beberapa hal seperti keinginan membeli mobil atau rumah yang lebih nyaman.

Target yang kamu buat ditujukan untuk kepentingan bersama. Selalu jaga komunikasi, walaupun mengenai pengeluaran terkecil yang kamu lakukan. Hal ini dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman.

Hal ini juga berlaku untuk target pemasukan. Keinginan membeli rumah yang lebih besar dan nyaman harus diwujudkan dengan menargetkan pemasukan yang sesuai. Kamu bisa berdiskusi dengan pasangan terkait target pemasukan yang ingin dicapai.

4. Tinjau Kembali Keuangan Bulanan

Seperti mengelola keuangan pribadi, keuangan bersama pun perlu adanya evaluasi. Tinjau kembali pengeluaran bulanan kamu. Selain itu kamu juga bisa mengecek tabungan, kartu kredit, cicilan atau tagihan lainnya.

Pilihlah waktu yang tepat untuk berdiskusi dan meninjau kembali pengeluaran kamu dan pasangan bulan ini. Kamu juga bisa menargetkan rencana untuk berhemat di bulan selanjutnya atau penghargaan kecil atas usaha bersama.

5. Apresiasi Atas Keberhasilan Bersama

Ketika kamu dan pasangan berhasil mencapai target pemasukan atau pengeluaran tertentu, lakukan apresiasi walaupun sederhana. Kamu bisa merayakannya dengan makan malam romantis di halaman rumah atau sekedar nonton film bersama.

Hal ini sebagai bentuk apresiasi setelah usaha yang kamu dan pasanganmu lakukan. Adanya perayaan menunjukkan usaha yang kamu lakukan lebih terasa. 

Dengan perayaan ini pula, kamu dan pasangan akan lebih bersemangat untuk mencapai target pemasukan atau pengeluaran yang akan datang. 

6. Memanfaatkan Aplikasi Perencanaan Keuangan 

Apa pendapatmu mengenai pihak ketiga dalam suatu hubungan? Pihak ketiga dalam sebuah pernikahan tidak selamanya buruk. Dalam hal ini, pihak ketiga yang dimaksud adalah aplikasi perencanaan keuangan. 

Jika kamu dan pasangan terlalu sibuk untuk mengecek pemasukan dan pengeluaran, aplikasi keuangan bisa memberi sedikit bantuan. Aplikasi yang terhubung dengan akun kamu akan melacak pergerakan uang kamu.

Aplikasi ini juga bisa memberi solusi mengenai target pemasukan jika kamu dan pasangan belum bisa memutuskan setelah melakukan banyak pertimbangan.

Baca Juga: Selain Uang Belanja, Anggaran Hobi Suami Juga Perlu Diatur Agar Gak Kebablasan

Apakah pasangan kamu juga bisa menjadi partner mengatur keuangan?

Jika kamu dan pasangan jarang membicarakan keuangan, kamu bisa memulainya dari sekarang. Beberapa cara di atas membantu kamu berkomunikasi dengan pasangan terkait pengelolaan keuangan.

Jangan sampai terjadi konflik dalam sebuah hubungan karena masalah keuangan. Jadi, jaga terus komunikasi dan kepercayaanmu dengan pasangan dalam mengelola keuangan.

Baca Juga: Belanja Online Aman? Selain Kartu Kredit Gunakan Alat Bayar ini