Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan: Tarif Iuran, Cara Daftar, dan Cara Klaimnya

“Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.” Itulah peribahasa yang akan mengingatkan kita bahwa hidup dan nasib manusia adalah rahasia Tuhan, termasuk kematian. Tidak ada orang yang tahu kapan kematian datang dan bagaimana caranya. Tapi risiko meninggal dunia bisa diantisipasi dengan program perlindungan jaminan sosial.

Hal ini pun berlaku bagi pekerja yang memiliki tingkat risiko kematian lebih tinggi. Biasanya, sejumlah perusahaan telah mendaftarkan pekerja atau pegawainya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu layanannya mencakup program Jaminan Kematian (JKM).

Baca Juga: Cermati.com Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Kepesertaan Mandiri dengan Digital Onboarding

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Apa Itu Program Jaminan Kematian?

Jaminan Kematian BPJS TK
Jaminan Kematian BPJS TK

Jaminan Kematian (JKM) adalah manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Dalam hal ini, saat peserta meninggal dunia, kepesertaannya di BPJS Ketenagakerjaan tercatat masih aktif.

Kalau peserta tersebut merupakan tulang punggung keluarga dan wafat, maka aliran penghasilan akan terputus. Nah JKM ini bertujuan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dalam bentuk biaya pemakaman, uang santunan, sampai beasiswa untuk anak.

Manfaat Jaminan Kematian

Jaminan Kematian BPJS TK Manfaat Jaminan Kematian via Website Resmi BPJS  TK

Kalau memenuhi kriteria di atas, maka ahli waris peserta berhak atas manfaat Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan yang total nilainya sebesar Rp36 juta. Antara lain berupa:

1. Santunan kematian sebesar Rp16,2 juta

2. Santunan berkala sebesar Rp200 ribu per bulan dan diberikan selama 24 bulan. Kalau dihitung 24 x Rp200 ribu = Rp4,8 juta. Uang santunan berkala ini dapat diambil sekaligus

3. Biaya pemakaman sebesar Rp3 juta

4. Bantuan beasiswa bagi satu orang anak dari peserta yang telah memasuki masa iur paling singkat lima tahun atau 60 bulan sebesar Rp12 juta.

Sementara bagi pekerja migran Indonesia atau biasa disebut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri, manfaat khusus dari program JKM ini, antara lain:

1. Santunan kematian sebesar Rp85 juta (belaku selama TKI di negara penempatan)

2. Santunan berkala sebesar Rp4,8 juta dibayar sekaligus

3. Biaya pemakaman sebesar Rp3 juta

4. Santunan sekaligus Rp16,2 juta

5. Beasiswa untuk dua anak dibayar per tahun:

  • TK/SD/sederajat Rp1,2 juta
  • SLTP/sederajat Rp1,8 juta
  • SLTA/sederajat Rp2,4 juta
  • Perguruan Tinggi/pelatihan Rp3 juta.

Itu kan manfaat bagi peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Bagaimana jika peserta wafat karena kecelakaan kerja?

  • Untuk kasus yang satu ini, masuk dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang memberikan santunan kematian akibat kecelakaan kerja. Besarannya 48 kali upah atau gaji yang dilaporkan perusahaan (pemberi kerja) atau peserta.
  • Misalnya gaji peserta yang dilaporkan perusahaan ke BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp5 juta, maka 48 x Rp5 juta, maka santunan yang diterima sebesar Rp240 juta.
  • Akan tetapi, program JKK ini di luar JKM, sehingga perusahaan sebagai pemberi kerja harus mengikutsertakan pekerjanya pada program JKK, selain JKM.

Baca Juga: Program BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Lepas

Besaran Iuran Jaminan Kematian

Besar Iuran JKM BPJS TK
Besar Iuran JKM BPJS TK

Besaran iuran program Jaminan Kematian, meliputi:

1. Pekerja Penerima Upah (PU): Setiap orang yang bekerja dengan menerima gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk lain dari pemberi kerja. Dalam hal ini, perusahaan yang membayar iuran program JKM sebesar 0,3% dari upah pekerja sebulan yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

2. Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU):

  • Pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan, contohnya pemberi kerja
  • Pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri dan tidak termasuk pekerja yang bukan menerima upah, contoh tukang ojek, supir angkot, pedagang keliling, dokter, pengacara, artis, dan lainnya.
  • Iuran yang dikenakan untuk ikut JKM bagi BPU sebesar Rp6.800 per bulan

3. Jasa Konstruksi: Iuran ditanggung penuh oleh kontraktor dengan besaran iuran mulai dari 0,21% berdasarkan nilai proyek konstruksi.

4. Pekerja Migran Indonesia: Mencakup dua program JKK dan JKM dengan jumlah iuran Rp370 ribu untuk 31 bulan.

Cara Daftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Cermati Indonesia (@cermati) pada

Untuk program JKK, JKM, Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun, begini cara daftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan:

  • Melakukan pendaftaran dengan menghubungi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat atau secara online melalui website bpjsketenagakerjaan.go.id atau lewat BPJS Ketenagakerjaan Service Point Office bank kerja sama
  • Mengisi formulir untuk pendaftaran perusahaan (F1)
  • Mengisi formulir untuk pendaftaran pekerja (F1a)
  • Membayar iuran pertama sesuai jumlah yang telah dihitung dan ditetapkan BPJS.

Selain lewat situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, bagi BPU atau pekerja mandiri yang ingin daftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan juga bisa melalui Cermati.com. Via laman resmi marketplace produk keuangan terbesar di Indonesia ini, pendaftaran bisa dilakukan dari ponsel pintar (smartphone) dalam waktu kurang dari lima menit.

Caranya sangat mudah:

1. Masuk ke https://www.cermati.com/bpjs-ketenagakerjaan

2. Klik “Daftar Baru”

3. Masukkan nomor ponsel Anda, lalu klik “Lanjutkan”

4. Masukkan nomor KTP

5. Isi data diri, meliputi nomor KTP, pilih jenis pekerjaan, jumlah penghasilan, jam kerja, kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan, serta pilihan paket program BPJS Ketenagakerjaan yang dikehendaki, seperti JKK, JKM, atau JHT

6. Selanjutnya pilih periode pembayaran (1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan), lalu klik konfirmasi

7. Setelah itu pilih metode pembayaran. Kemudian lakukan pembayaran dan konfirmasi lagi bila Anda membayar via transfer bank. Sedangkan untuk pengguna kartu kredit, tidak perlu konfirmasi

8. Selesai dan Anda sudah terdaftar secara aktif sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan.

Cara Mengajukan Klaim Jaminan Kematian

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh BPJS Ketenagakerjaan (@bpjs.ketenagakerjaan) pada

Ahli waris dapat mengajukan klaim jaminan kematian atau pencairan ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa semua dokumen asli dan melampirkan persyaratan sebagai berikut:

1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) peserta dan ahli waris

2. Surat keterangan kematian dari pejabat yang berwenang

3. Surat keterangan ahli waris dari pejabat yang berwenang

4. Dokumen pendukung lainnya apabila diperlukan.

Lengkapi Manfaat dengan Asuransi

Meski sudah terdaftar sebagai peserta JKM BPJS Ketenagakerjaan, tak ada salahnya kamu melengkapi dengan asuransi jiwa. Produk asuransi tersebut dapat memberi perlindungan dari risiko kematian. Manfaat yang diperoleh tentu saja dobel, dari JKM dan asuransi sehingga akan sangat membantu ahli waris untuk menopang kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Pencairan Jamsostek - BPJS Ketenagakerjaan 100%, Apa Syaratnya?