Jangan Ajukan Kartu Kredit Lagi Jika Kamu Masih Memiliki Sifat Berikut Ini

Penyediaan layanan kartu kredit oleh pihak bank merupakan sebuah produk perbankan yang memiliki banyak keuntungan bagi nasabah. Namun, pengguna harus jeli, baik melihat keunggulan maupun melihat kekurangan yang ditawarkan. Jika tidak waspada dengan penggunaannya, ingatlah bahwa kartu kredit dapat membawa malapetaka.

Terdapat beberapa kondisi yang mengurangi kesempatan Anda untuk menjadi pengguna kartu kredit yang tepat. Sialnya, kondisi tersebut dapat menimpa siapa saja dengan sifat dasar mereka. Intinya, sifat yang dimiliki seseorang memengaruhi kelayakan orang tersebut dalam menggunakan kartu kredit. Oleh karena itu, pertimbangkan dengan hati-hati keinginan untuk mengajukan kartu kredit jika Anda masih memiliki sifat berikut.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Boros

  boros

Jangan sekali-kali mengajukan kartu kredit apabila Anda merupakan individu yang boros. Bisa-bisa Anda bisa berbelanja setiap waktu karenanya. Pasalnya, kerugian utama dari penggunaan kartu kredit terjadi saat nasabah tidak mampu untuk melunasi tagihan kreditnya. Belum lagi suku bunga yang dibebankan cenderung tinggi sehingga dinilai sangat merugikan.

Kartu kredit ditujukan kepada nasabah yang mampu mengontrol perilaku pembeliannya. Mereka tahu dengan baik mana kebutuhan yang bersifat primer dan mana yang sekunder. Sehingga pelunasan dapat dilakukan dengan mudah sebab tagihannya terkontrol dan tidak dikenakan bunga kredit.

Baca Juga: Pengertian Dana Tunai Kartu Kredit dan Cara Menggunakannya

2. Mudah “Lapar Mata”

  lapar mata

Kondisi yang sering diangggap lumrah dan mudah kita jumpai ini ternyata dapat sangat merugikan pengguna kartu kredit. Pasalnya, sebanyak apapun limit kartu kredit, jika penggunaannya tidak dikontrol pasti akan habis juga. Oleh karena itu, jangan berfikir untuk menggunakan transaksi kartu kredit jika Anda adalah seorang yang mudah tertarik dengan sesuatu dan langsung ingin membelinya.

Misalnya Anda senang mengunjungi situs jual beli online dan mudah tertarik dengan barang yang ditawarkan. Hasilnya, Anda akan mengandalkan kartu kredit untuk membeli barang-barang tersebut karena lapar mata. Tau-tau tagihan membengkak. Jadi, jangan lapar mata ya kalau punya kartu kredit.

3. Rencana Keuangan Selalu Meleset

rencana keuangan selalu melesat  

Jika Anda merupakan individu yang tidak dapat mengikuti rencana keuangan yang sudah ditetapkan sendiri, urungkan niat untuk menggunakan kartu kredit sekarang juga. Rencana keuangan yang selalu meleset secara tidak langsung selain menunjukan ketidakmampuan dalam mengatur pengeluaran juga menunjukkan ketidakmampuan untuk membayar utang kredit secara full payment dan tepat waktu.

Untuk menyiasatinya, Anda dapat menggunakan jasa penasihat keungan guna mendapatkan saran-saran berguna terkait masalah keuangan. Setelah mempelajari bagaimana cara menggunakan kartu kredit dengan bijak, barulah ikuti keinginan Anda untuk menggunakan kartu kredit.

Baca Juga: Mengapa Kartu Kredit Lebih Aman dari Kartu Debit? Ini Jawabannya

4. Tidak Adanya “Alarm”

alarm keuangan

Alarm di sini maksudnya orang lain baik itu keluarga maupun teman dekat yang peduli dengan kehidupan finansial Anda. Kehadiran teman tersebut akan dibutuhkan sebab mereka akan mengingatkan kala penggunaan kartu kredit sudah berada di luar batas wajar. Terlebih, teman tersebut bisa membantu untuk merumuskan rencana keuangan yang baik.

Sebenarnya terdapat faktor kepercayaan yang berlaku pada kondisi ini. Sudah sewajarnya Anda lebih memilih untuk mendengarkan nasihat dari orang yang dipercaya ketimbang orang lain yang kurang dikenal.

5. Tidak Menyadari Kartu Kredit Sering “Lenyap”

kartu kredit dipakai keluarga  

Hentikan transaksi kartu kredit jika memergoki anggota keluarga atau teman yang menggunakan kartu kredit tanpa izin. Masalah seperti ini selalu terjadi karena kurangnya kewaspadaan nasabah dengan barang berharga mereka. Lebih buruk lagi, beberapa nasabah bahkan membiarkan orang lain memanfaatkan limit kartu kredit yang dimilikinya.

Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat mencoba untuk meningkatkan kepekaan terhadap hilangnya kartu kredit sementara. Jika perlu, ambil tindakan tegas seperti menonaktifkan kartu kredit saat hilang agar tidak ada tagihan yang akan merugikan di masa depan.

6. Kurang Mengontrol Setiap Transaksi

  tidak mengontrol transaksi

Jika Anda adalah orang yang malas untuk mengontrol semua transaksi yang dilakukan namun belum dibayar, bersiap-siaplah dihantui utang kredit. Bagaimana tidak, mencatat segala bentuk transaksi merupakan hal yang harus dilakukan semua pengguna kartu kredit.

Kehilangan nota pembelian sama saja menghilangkan bukti bahwa tagihan sudah dilunasi. Walaupun dapat dengan mudah dilacak oleh layanan penyedia kartu kredit, pasti ada saat dimana kemalasan Anda tersebut dimanfaatkan orang lain untuk melakukan transaksi “gelap”.

Pikirkan Kembali Sebelum Bertransaksi dengan Kartu Kredit

Jika kondisi-kondisi yang telah dijelaskan sedang Anda hadapi, pikirkanlah kembali keinginan untuk mengajukan kartu kredit. Jangan sampai penggunaannya justru merusak kestabilan kehidupan finansial.

Selain itu, ingatlah bahwa kerugian yang ditimbulkan kartu kredit bukan hanya berdampak pada penggunanya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, pertimbangkan dengan bijak kekurangan dan kekurangan yang dapat diambil sebelum menjadikan kartu kredit sebagai alat transaksi utama.

Baca Juga: Moms, Jangan Mudah Percaya 3 Mitos Kartu Kredit Ini