Jangan Asal Apply, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Mengajukan Asuransi

Sesuatu yang berdampak pada jangka panjang perlu dipertimbangkan secara matang. Sama halnya seperti asuransi yang masa berlakunya bisa mencapai belasan, puluhan, bahkan seumur hidup. Sebagai salah satu instrumen keuangan, asuransi cukup ideal untuk memenuhi kebutuhan Anda dan keluarga. Untuk itu, jangan salah pilih agar manfaat tersebut bisa dirasakan setiap saat. Untuk itu, sebelum mengajukan asuransi, sebaiknya perhatikan dan pahami hal-hal berikut ini, antara lain:

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. Pahami Jenis Asuransi yang Ditawarkan

asuransi
Pahami jenis asuransi yang ditawarkan

Seperti yang Anda tahu bahwa asuransi terdiri dari beberapa jenis, yaitu asuransi kesehatan, jiwa, pendidikan, kendaraan bermotor, dan bangunan. Setiap asuransi tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Selain itu, ada golongan tertentu yang terdapat di dalamnya. Sebagai contoh asuransi kesehatan yang terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas I, II, dan III. Mulai dari pelayanan hingga premi per bulan, setiap kelas mempunyai range yang berbeda-beda.

Sebelum menentukan pilihan, coba pahami informasi yang tersedia di brosur pendaftaran. Jika ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas, jangan ragu untuk kunjungi ke kantornya dan tanyakan kepada petugas asuransi. Pastikan Anda memiliki jenis asuransi yang tepat.

2. Jumlah Biaya Pertanggungan yang Diberikan

Anda berhak mendapatkan uang pertanggungjawaban ketika tertimpa musibah, seperti sakit atau kecelakaan. Jumlahnya berbeda-beda tergantung kelas dan biaya premi yang dibayar setiap bulan. Jika premi semakin besar, maka fasilitas dan uang pertanggungan yang diberikan pun semakin besar. Begitu juga sebaliknya.

Namun ingat, biaya pertanggungan hanya diberikan saat Anda mengajukan klaim yang disertai dengan bukti-bukti tertulis. Misalnya identitas, bukti polis, dan bukti pembayaran rumah sakit. Tanpa adanya bukti, maka proses pencairan biaya pertanggungan akan tertunda sampai Anda melampirkan bukti sesuai yang diminta oleh perusahaan asuransi.

Baca Juga: Pengertian Asuransi Syariah dan Perbedaannya dengan Asuransi Konvensional

3. Ketahui Rumah Sakit Rekanan

rumah sakit
Ketahui rumah sakit rekanan

Jangan lupa untuk menanyakan rumah sakit rekanan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Meskipun asuransi sudah memperluas jaringan rumah sakit rekanan, namun Anda perlu tahu nama-nama rumah sakitnya sebagai bahan pertimbangan jika ingin berobat. Pasalnya tidak semua rumah sakit rekanan beroperasi di wilayah tempat tinggalmu.

Tidak ketinggalan juga untuk mengetahui jarak rumah sakit. Jika jaraknya terlalu jauh, lebih baik cari perusahaan asuransi lain yang sekiranya mempunyai jaringan rumah sakit rekanan yang dekat dengan daerah tempat tinggal. Jika Anda, pasangan atau anak mengalami kesehatan tubuh yang menurun dan butuh penanganan dokter, maka bisa mendapat pertolongan agar segera pulih.

4. Keuntungan Asuransi dalam Jangka Panjang

Sama seperti investasi, asuransi menawarkan keuntungan maksimal dalam jangka panjang, seperti 10-15 tahun. Bagi polis yang memilih jangka waktu kurang dari lima tahun, maka tingkat keuntungannya menjadi kurang maksimal. Alangkah baiknya, jika Anda menanyakan rumus penghitungan keuntungan asuransi, sehingga bisa menimbang total keuntungan yang bisa didapatkan dalam jangka waktu tertentu.

Meskipun tingkat keuntungan asuransi tidak fluktuatif seperti investasi, namun Anda bisa merasakan manfaat ganda. Sebagai contoh asuransi jiwa memberikan bunga majemuk kepada polis kalau polis memilih jangka waktu asuransi yang lebih panjang.

Baca Juga: Lagi Cari Asuransi? Inilah Kriteria Perusahaan Asuransi Berkinerja Baik

5. Ajukan Klaim di Waktu yang Tepat

claim
Ajukan klaim di waktu yang tepat

Mengajukan klaim tidak boleh sembarangan. Polis harus memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan untuk memudahkan dalam pengajuan klaim. Polis tidak bisa mengajukan klaim sesuka hati tanpa disertai surat atau bukti dari rumah sakit rekanan.

Selain memahami aturan klaim, Anda juga harus sabar menunggu hingga uang pertanggungjawaban cair. Jangka waktu pencairan berbeda-beda di setiap perusahaan, namun biasanya tidak lebih dari satu bulan.

6. Sesuaikan dengan Kebutuhan dan Kondisi Keuangan

Asuransi tidak digunakan untuk gaya-gayaan atau ajang pamer kepada orang lain, tapi lebih tepatnya untuk mengantisipasi diri sendiri dan keluarga terhadap kejadian yang tidak diinginkan. Sesuaikan jenis asuransi dengan kebutuhan Anda dan keluarga, karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Misalnya asuransi pendidikan yang lebih cocok jika ditujukan untuk anak-anak daripada orang dewasa.  

Di samping itu, perhatikan kondisi keuangan. Pilih premi bulanan yang tidak memberatkan keuangan Anda, karena jangka waktu pembayaran asuransi bukan hanya setahun, melainkan 5-15 tahun. Pastikan pembayaran asuransi terhindar dari penunggakan.

Ketahui Program Baru yang Ditawarkan oleh Asuransi

Ketika mengajukan asuransi, coba perhatikan hal-hal di atas agar surat permohonan asuransi Anda segera dikabulkan. Selain itu, tak ada salahnya juga terus mencari tahu program baru yang mungkin akan ditawarkan oleh pemerintah dan pihak swasta di masa mendatang. Pastikan Anda selalu mengupdate informasi terbaru agar keuntungan yang dirasakan dari asuransi menjadi lebih maksimal.

Baca Juga: Waspada Penipuan! Ini 5 Cara Cerdas Pilih Asuransi Kesehatan yang Tepat