Jangan Bayar Uang Muka KPR dengan KTA! Ini Efek Buruknya

Memiliki rumah idaman merupakan mimpi yang harus segera dipenuhi bagi setiap keluarga baru. Mewujudkannya pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyaknya spekulan properti semakin membuat harga hunian semakin mahal. Hampir semua orang yang membeli rumah selalu menggunakan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Repotnya lagi, untuk mengajukan KPR, nasabah juga harus mempersiapkan sejumlah uang yang cukup besar untuk down payment (DP) atau uang muka. Pembayaran uang muka KPR minimal 30 persen dari harga total. Jadi apabila rumah sederhana misal seharga 200 juta, maka Anda harus siap dana Rp60 juta untuk uang mukanya, belum termasuk biaya KPR

Kondisi ini membuat banyak orang ambil jalan pintas dengan mengambil Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk tambahan membayar DP tersebut. Penggunaan KTA sendiri sudah semakin variatif. Penggunaan KTA untuk uang muka KPR ini sebenarnya justru membuat Anda memiliki utang ganda yang justru kian memberatkan keuangan nasabah nantinya.

Penggunaan KTA untuk KPR sebenarnya sudah pernah disinggung oleh Direktur Konsumer Bank Central Asia Henry Koenaefi yang dimuat oleh kontan.co.id yang menerangkan bahwa kita bisa mengambil Kredit Tanpa Agunan untuk membayar uang muka.

Lona Gitari, Assistance Vice President Consumer Product Development Bank BNI juga menerangkan hal yang sama, yang pada intinya KTA untuk DP sah saja untuk dilakukan selama nasabah mampu membayar angsuran setiap bulannya.

Baca Juga: Perbedaan Membeli KPR Rumah Baru dan Rumah Bekas

Fakta Pengunaan KTA untuk Membayar Uang Muka KPR

Hindari Menggunakan KTA Sebagai DP KPR

Hindari Menggunakan KTA Sebagai DP KPR via kiplinger.com

Terlepas dari pernyataan-pernyataan di atas, kita juga perlu melihat mayoritas kenyataan yang ada di lapangan ketika seseorang mengambil KTA untuk DP KPR. Untuk masuk ke ranah itu, kita bisa mengambil contoh dengan melakukan simulasi sederhana. Apakah Anda pernah mendengar istilah “Tutup lubang gali lubang”, jika diibaratkan dengan peribahasa itu, maka penggunaan KTA untuk uang muka KPR bisa lebih buruk dari itu dan bisa saja menjadi “Menggali dua lubang secara bersamaan entah apa yang menjadi tutupnya.”

Kondisi seperti itu akan melanda Anda jika Anda tidak mempunyai penghasilan yang cukup untuk menutup dua lubang secara bersamaan. Dan meskipun penghasilan Anda cukup untuk mencicil kedua kredit tersebut secara bersamaan, maka dapat dipastikan strategi ini juga sangat tidak direkomendasikan. Mengapa tidak direkomendasikan? Mari kita simak ulasan berikut ini.

Baca Juga: Persiapkan 3 Hal Berikut Sebelum Mengajukan KPR

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Apakah KTA Baik Digunakan Sebagai DP KPR?

Kredit Tanpa Agunan memang memberikan kemudahan dalam prosedur terutama yang berkaitan dengan tidak adanya aset yang perlu dijaminkan. Tetapi justru karena itu berarti KTA memiliki biaya dan bunga yang lebih besar daripada jenis kredit dengan jaminan.

Di sisi lain, pemerintah telah mengatur tentang uang muka (DP) KPR yaitu minimal sebesar 30% dari total harga rumah. Hal ini akan membuat Anda menggunakan sebagian besar dana dari KTA untuk menutup kekurangan uang muka KPR yang nominalnya cukup besar tersebut.

Jika seandainya strategi KTA untuk DP KPR diterapkan, marilah kita simak simulasi berikut ini untuk mengetahui bagaimana hasilnya apakah merugikan atau menguntungkan.

Sebut saja Pak Doni bersama istrinya Bu Dina berencana untuk mengikuti program KPR. Katakanlah Pak Doni sekarang ini mempunyai penghasilan sebesar Rp6 juta per-bulan dan Bu Dina memiliki penghasilan sebesar Rp3 juta setiap bulan. Mereka mengidamkan rumah seharga Rp500 juta.

Untuk rumah dengan KPR tersebut berarti Pak Doni dan Bu Dina harus menyediakan down payment sebesar 30% yaitu sebesar Rp150 juta.

Yang menjadi masalah mereka sekarang hanya memiliki tabungan sebesar Rp110 juta. Akhirnya mereka sepakat untuk mengambil KTA sebesar Rp50 juta dengan tenor 3 tahun. Sebanyak Rp40 juta digunakan untuk menutup uang muka KPR dan sisanya digunakan untuk mengurus biaya administrasi KPR.

Sekarang Pak Doni dan Bu Dina mempunyai dua beban angsuran yaitu angsuran KTA dan angsuran KPR. Mari kita hitung angsuran KTA dengan bunga sebesar 1,5% setiap bulannya selama 3 tahun:

Hutang KTA: Rp50 juta
Bunga KTA: 1,5% per bulan
Tenor: 3 tahun
Cicilan pokok setiap bulan: Rp50 juta/36 (bulan) = Rp1.388.888
Bunga per-bulan: 1,5% x Rp50 juta = Rp750.000
Angsuran setiap bulan: Rp1.388.888 + Rp750.000 = Rp2.138.000
Total angsuran: Rp2.138888 x 36 bulan= Rp76.999.968

Selanjutnya Pak Doni dan Bu Dina juga masih harus membayar cicilan KPR yang besarnya kira-kira Rp5 juta setiap bulannya. Kalau penghasilan mereka digabungkan untuk melunasi kedua cicilan tersebut kira-kira akan seperti ini hasilnya:

Pendapatan keduanya = Rp6 juta + Rp3 juta = Rp9 juta setiap bulan
Cicilan KTA per-bulan = Rp2,1 juta
Cicilan KPR per-bulan = Rp5 juta
Cicilan KTA + KPR = Rp7,1 Juta
Sisa Penghasilan = Rp1,9 juta

Dengan contoh kalkulasi di atas Anda bisa membayangkan betapa bingungnya Pak Doni dan Bu Dina dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan sisa penghasilan sebesar itu selama minimal 3 tahun. Apakah bisa mereka mencukupi biaya sekolah anak, liburan dan lain sebagainya? Anda bisa membayangkan sendiri.

Temukan Waktu yang Tepat untuk Membeli Rumah

Banyak orang berpikir bahwa harga properti selalu meningkat pesat sehingga memutuskan harus beli sekarang juga dengan segala cara. Jika Anda tidak cukup punya uang, setidaknya untuk membayar uang muka, lebih baik sedikit bersabar sambil menabung dan tidak terburu-buru mengambil jalan pintas dengan mengambil produk KTA.

Uraian di atas cukup jelas menggambarkan betapa beratnya beban calon nasabah yang berniat memaksakan diri mengambil KTA untuk uang muka KPR.

Baca Juga: 8 Strategi Miliki Rumah Sebelum Usia 30 Tahun