Jangan Keburu Nafsu, Perhatikan Ini Dulu Sebelum Tergoda Diskon Besar

Menjelang akhir tahun, diskon dan promo mulai bertebaran. Beberapa e-commerce sudah siap menyambut Hari Belanja Online (Harbolnas) pada 11 November 2019 (11.11) dan puncaknya di 12 Desember 2019 (12.12) untuk merangsang minat orang berbelanja. Kalau sudah ada potongan harga, siapa sih yang enggak langsung melotot?

Godaan diskon memang tidak hanya ramai saat jelang akhir tahun, tapi juga ketika memasuki tanggal muda atau pada saat gajian. Paling serunya lagi kalau ada diskon gede-gedean sampai dengan 90%. Wah, ini mah bukan hanya kaum hawa yang tergiur, para pria pun juga pasti tertarik.

Kalau khilaf, bisa-bisa gaji sebulan ludes cuma untuk membeli barang diskonan. Alibinya “mumpung lagi murah, kapan lagi.” Jangan sampai seperti itu ya guys, karena kamu harus bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Yuk, sikapi dengan bijak serbuan diskon besar-besaran dengan cara ini:

Baca Juga: Harbolnas 11.11, Buruan Serbu Promo dan Diskon Gede di E-Commerce Ini

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Jangan Hanya Mengandalkan Diskon

Jangan Hanya Mengandalkan Diskon
Jangan Hanya Mengandalkan Diskon

Diskon besar-besaran merupakan salah satu strategi pemasaran dari perusahaan agar konsumen tertarik membeli barang atau jasa yang dijual. Sah-sah saja. Tinggal bagaimana sikap kamu sebagai konsumen. Di sinilah pentingnya untuk belajar tidak hanya mengandalkan diskon. Jangan langsung membeli karena ada diskon, apalagi untuk barang-barang non-kebutuhan.

Percayalah diskon itu tidak lari meski dikejar. Setiap bulan hampir selalu ada diskon. Jadi kalau kamu melewatkan diskon bulan ini, bulan depan pasti ada lagi. Tidak percaya? Nih ya biasanya diskon yang bertebaran, antara lain:

  • Januari: diskon Tahun Baru
  • Februari: diskon Hari Valentine
  • Maret: diskon Tahun Baru China
  • April: diskon Hari Kartini
  • Mei: diskon Hari Buruh, Hari Pendidikan Nasional. Di Mei 2019, ada diskon Ramadhan karena bertepatan dengan bulan puasa. 
  • Juni: diskon Lebaran 2019 dan diskon liburan sekolah.
  • Juli: diskon Tahun Ajaran Baru sekolah.
  • Agustus: diskon Hari Kemerdekaan
  • September: diskon September ceria
  • Oktober: diskon Hari Sumpah Pemuda
  • November: diskon Hari Pahlawan
  • Desember: diskon Natal dan menjelang Tahun Baru.

Ada juga diskon untuk memperingati Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Jakarta Great Sale, Midnight Sale, menyambut Hari Pelanggan Nasional, dan masih banyak lainnya. Jadi, jangan khawatir. Simpan uang Anda untuk membeli kebutuhan dengan diskon di bulan yang tepat. Tidak harus bulan ini, kok.

Baca Juga:  Tips Berbelanja Online saat Harbolnas Agar Tetap Hemat

2. Pahami Alasan Penjual Obral Diskon

Pahami Alasan Penjual Obral Diskon
Pahami Alasan Penjual Obral Diskon

Ini juga penting untuk kamu ketahui, yakni memahami alasan penjual memberi diskon besar-besaran. Ada beberapa motif, pertama, penjual mengiming-imingi diskon karena barang tidak laku. Kedua, ingin menghabiskan barang dengan model tertentu lantaran akan memproduksi model terbaru.

Ketiga, diskon hadir karena si penjual ingin memperkenalkan merek produk baru sehingga konsumen tertarik membeli. Alasan keempat, karena barang yang dijual sedikit cacat, misalnya pada jahitan atau lainnya. Jadi, ketahui dulu motif-motif ini sebelum kamu membeli sehingga kamu bisa menentukan kualitas dan mengambil keputusan apakah jadi membeli atau tidak barang tersebut.

3. Teliti, Tidak Semua Diskon Selalu Benar

Teliti, Tidak Semua Diskon Selalu Benar
Teliti, Tidak Semua Diskon Selalu Benar

Apa maksudnya? Biasanya penjual akan menaikkan harga jual terlebih dahulu sebelum memberi diskon. Naiknya tidak tanggung-tanggung, bisa dua kali lipatnya. Misalnya harga celana sebelumnya Rp200 ribu per potong, dinaikkan menjadi Rp400 ribu per potong. Lalu dijual dengan diskon 50%. Jadi sebetulnya harga setelah diskon, sama kan dengan harga awal Rp200 ribu. Itu artinya, sama saja tidak ada potongan harga.

Taktik lainnya dengan memberikan diskon besar-besaran 80% misalnya. Namun, sering dijumpai penulisaannya 50% + 30%. Misalnya, harga barang sebesar Rp1 juta. Dapat potongan harga 50% + 30%, maka harga jual menjadi Rp200 ribu saja? Ternyata salah. Bukan begitu cara menghitungnya.

Jika harga awal Rp1 juta, perhitungannya didiskon 50% dulu menjadi Rp500 ribu. Kemudian didiskon lagi 30% dari Rp500 ribu, menjadi Rp350 ribu. Jika dihitung dari harga awal Rp1 juta, maka konsumen sebetulnya hanya mendapat diskon 65% saja. Nah praktik seperti ini bukan berarti penjual berbohong. Itulah trik mereka, tinggal kamu sebagai konsumen yang harus lebih pintar.

Jadilah Pembeli Cerdas

Pastikan mempertimbangkan beberapa hal di atas sebelum akhirnya memutuskan membeli barang diskonan. Jangan aji mumpung, lantas kamu kalap berbelanja sampai duit habis, kantong jebol yang pada akhirnya menimbulkan penyesalan. Jadi pembeli yang bijak dan cerdas dalam mengelola keuangan dan melihat serbuan diskon besar-besaran.

Baca Juga: 3 Cara Tetap Gaya dan Hemat Ala Milenial