Jangan Sepelekan, Masalah Keuangan Ini Bisa Bikin Rumah Tangga Berantakan

Siapa yang tidak butuh uang? Orang hidup pasti perlu uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Uang dianggap bisa membeli segalanya, termasuk cinta dan kebahagiaan. Mampu membutakan hati dan pikiran seseorang, sehingga mereka rela melakukan apa saja demi yang namanya cuan.

Bagi pasangan suami istri, masalah ekonomi atau uang sering menjadi faktor pertengkaran hingga perceraian. Hubungan keluarga pun bisa rusak gara-gara uang. Masalah fulus memang tidak dapat disepelekan, apalagi dalam kehidupan rumah tangga.

Sebenarnya kenapa sih hubungan percintaan atau suami istri bisa retak karena masalah fulus? Ternyata ada 4 penyebabnya dan sebaiknya jangan Anda lakukan untuk menghindari pertengkaran hebat.

Baca Juga: 5 Langkah Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Saling Tertutup soal Keuangan Masing-Masing 

loader
Saling Tertutup soal Keuangan Masing-masing

Ketika Anda sudah menikah, jangan sekali-kali menutup diri mengenai keuangan kepada pasangan. Entah itu soal gaji, utang, atau lainnya yang berkaitan dengan uang. Terbuka lah mengenai hal-hal tersebut, contohnya punya utang. Jika berbicara jujur, maka Anda dan pasangan bisa saling berdiskusi mencari cara agar utang itu segera lunas. Tidak perlu malu kepada pasangan sendiri. 

Jangan lupa juga untuk menjelaskan mengapa Anda berutang agar pasangan Anda memakluminya. Ini juga penting jujur mengenai gaji yang Anda peroleh setiap bulan, begitupun dengan pasangan. Dengan demikian, Anda dan pasangan dapat mengatur keuangan bersama.

2. Tidak Saling Percaya

Kenapa orang merahasiakan keuangannya dari pasangan masing-masing? Salah satunya karena tidak saling percaya. Mereka lebih memilih untuk diam dan menutupinya. Kondisi ini akan memicu sebuah masalah akibat miskomunikasi. Jika memang sifatnya rahasia, katakan saja kepada pasangan, mengapa hal tersebut rahasia. Dengan berterus-terang kepada pasangan, berarti Anda menghargainya.

Tapi disarankan untuk terbuka soal keuangan dengan pasangan, agar tidak menimbulkan rasa curiga di satu pihak. Karena bermula dari curiga, maka akan muncul perselisihan kecil dan lama-lama membesar.

3. Beda Cara Mengelola Keuangan 

loader
Beda Cara Mengelola Keuangan

Perbedaan cara dalam mengelola keuangan juga dapat memicu pertikaian dalam rumah tangga. Misalnya Anda maunya berhemat, kumpulkan uang sebanyak mungkin di tabungan, namun pasangan Anda justru lebih santai memilih kebahagiaan keluarga dibanding banyak uang, namun tersiksa karena harus berhemat. Perbedaan cara pandang inilah yang sebenarnya harus Anda diskusikan bersama pasangan. Tujuannya supaya bisa mencapai titik tengah dari perbedaan cara mengelola uang tersebut.

Baca Juga: Tips untuk Menekan Biaya Pengeluaran Rumah Tangga

4. Tertutup Mengenai Kebutuhan 

Untuk sebuah kebutuhan, berterus-teranglah kepada pasangan Anda. Jika memang sedang memerlukan sesuatu yang mahal, katakanlah. Jangan menutupinya dari pasangan, misalnya Anda ingin berinvestasi di saham dan membutuhkan modal cukup besar, jujur dan jelaskan kepada pasangan Anda.

Jika memang dia tidak setuju, akan lebih baik jika Anda menunda melakukan hal tersebut sampai terjadi kesepakatan bersama. Mungkin pasangan Anda lebih mementingkan kebutuhan anak-anak, maka diskusikan berdua. Dengan begitu, akan menghindari kesalahpahaman dari masalah keuangan.

Menikah Berarti Satu Tujuan

Ketika sudah mengikat janji suci sehidup semati dalam sebuah ikatan pernikahan, maka segala kebutuhan menjadi tanggung jawab bersama. Semua hal harus dibicarakan untuk mencapai kesepakatan, termasuk masalah keuangan yang sangat sensitif. Diskusi tanpa emosi, sehingga dapat mengambil keputusan secara jernih.

Jangan sampai Anda dan pasangan bertengkar, apalagi sampai berpisah hanya karena uang. Pernikahan seharusnya membawa pasangan mencapai satu tujuan, yakni kebahagiaan. Dan uang tidak akan pernah bisa membeli kebahagiaan. Dengan berdiskusi, diharapkan dapat memperkuat jalinan cinta Anda dan pasangan karena masing-masing bisa menjadi istri atau suami sekaligus teman dalam segala hal. Indah bukan?

Baca Juga: 6 Anggaran Keperluan Rumah Tangga Yang Perlu Dihemat