Jasa Raharja, Kenali Profil Badan Usaha Milik Negara di Bidang Asuransi Sosial Ini

Risiko kecelakaan saat berkendara, baik di transportasi darat, laut, maupun udara, tentu mungkin terjadi pada siapa saja. Memang, tidak ada yang tahu kapan musibah dapat terjadi pada seseorang. Bahkan, pengendara yang taat dengan aturan berlalu-lintas pun tidak terbebas dari kemungkinan mengalami kecelakaan tersebut.

Terlebih lagi di kondisi lalu lintas Indonesia yang dikenal semrawut dan memiliki kuantitas kendaraan yang tinggi. Kemungkinan terjadinya kecelakaan saat berkendara di Indonesia tentu menjadi lebih tinggi saat jalanan dipenuhi dengan lebih banyak kendaraan.

Untuk itu, memiliki asuransi yang bisa memberikan Anda bantuan dana saat mengalami kecelakaan tentu adalah suatu hal yang bijaksana untuk dilakukan. Salah satunya, dengan memanfaatkan layanan yang ditawarkan oleh Badan Usaha Milik Negara, Jasa Raharja. Dengan memfokuskan layanannya pada hal pemberian asuransi kecelakaan.

Sesuai dengan namanya, PT Jasa Raharja adalah perusahaan asuransi kecelakaan yang dimiliki oleh negara. Karenanya, Jasa Raharja menawarkan asuransi kecelakaan yang berlandaskan peraturan yang tertulis di Undang-Undang. 

Jadi, pertanggungan yang diberikan kepada korban kecelakaan pun secara umum lebih menguntungkan ketimbang asuransi kecelakaan yang diberikan oleh perusahaan swasta.

Mengetahui hal tersebut, Anda mungkin merasa tertarik untuk mengajukan asuransi kecelakaan di perusahaan milik negara ini. Namun, sebelum itu, pastikan untuk mengetahui seluk-beluk dari perusahaan Jasa Raharja dan layanan yang diberikan. Untuk itu, simak penjelasannya berikut ini. 

Perjalanan Panjang Perusahaan Jasa Raharja

Awal mula didirikannya Jasa Raharja adalah imbas dari kebijakan pemerintah dalam mengakuisisi atas perusahaan peninggalan masa koloni Belanda. Dasar kebijakan ini diatur pada Undang-Undang Nomor 86 tahun 1958 yang membahas tentang Nasionalisasi Perusahaan Belanda. Undang-Undang tersebut kemudian dapat dijabarkan dalam hal asuransi kerugian.

Dari perusahaan Belanda yang dilakukan proses nasionalisasi, terdapat empat perusahaan yang bergerak di bidang asuransi kerugian. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1960, perusahaan yang sudah diakuisisi tersebut ditetapkan dengan status PNAK atau Perusahaan Negara Asuransi Kerugian. 

Pada tahun 1961, Peraturan Pemerintah No. 15 melebur keempat Perusahaan Negara Asuransi Kerugian tersebut menjadi satu perusahaan utama dan diberi nama PNAK Eka Karya. Hal ini tentu menyebabkan seluruh hak serta kewajiban, termasuk kekayaan, pekerja, dan usaha dari keempat perusahaan awal beralih ke perusahaan Eka Karya.

Hingga di tahun 1965, pemerintah meluncurkan peraturan baru yang merubah PNAK Eka Karya tersebut menjadi sebuah perusahaan baru yang disebut PNAK Djasa Rahardja. Sama halnya dengan proses peleburan perusahaan sebelumnya, seluruh aset yang dimiliki oleh PNAK Eka Karya dialihkan ke Djasa Rahardja, termasuk dengan semua hutang piutangnya.

Sedikit berbeda dengan PNAK Eka Karya yang memberikan layanan asuransi untuk segala jenis asuransi, Jasa Raharja hanya berfokus di bidang asuransi kendaraan bermotor serta kecelakaan penumpang. Layanan Jasa Raharja tersebut juga mencakupi program reasuransi serta perantaraan di bidang asuransi kendaraan bermotor serta kecelakaan penumpang.

Berselang beberapa bulan pasca pendiriannya, PNAK Jasa Raharja berdasarkan SK Menteri Urusan Pendapatan, Pembiayaan, dan Pengawasan melaksanakan pemberian Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Layanan baru tersebut telah mendapatkan penyesuaian dengan UU No. 33 dan juga UU No. 34 tahun 1964.

Pergantian Bentuk Perusahaan Jasa Raharja

Di tahun 1970, Jasa Raharja mengalami perubahan status perusahaan dari PNAK menjadi Perum atau Perusahaan Umum. Pergantian status perusahaan ini tertuang dalam SK Menteri Keuangan RI pada November 1970. 

Dilanjutkan pada 1978, Jasa Raharja memiliki tanggung jawab tambahan dalam hal penerbitan surat jaminan, Surety Bond. Penambahan mandat ini secara tidak langsung membuat Jasa Raharja menjadi pelopor surety bond yang mana perusahaan lain masih menggunakan fronting office atas perusahaan surety luar negeri. Di tahun yang sama pula Jasa Raharja meluncurkan Asuransi Aneka sebagai bentuk peningkatan rasa kepedulian sosial pada masyarakat, khususnya yang belum mendapatkan perlindungan.

Perkembangan layanan Jasa Raharja berlanjut dengan pergantian bentuk perusahaan kembali menjadi Perusahaan Perseroan atau Persero. Akibat dari pengalihan status perusahaan ini pula Jasa Raharja berubah menjadi PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja (Persero). Di tahun selanjutnya, Jasa Raharja diutus untuk menanggulangi Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Hingga pada akhirnya di tahun 1994, layanan Jasa Raharja hanya difokuskan pada program pemberian asuransi sosial, yakni Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. Penghilangan layanan asuransi non wajib serta surety bond sengaja dihilangkan sebagai imbas dari PP No. 73 Tahun 1992 yang melarang perusahaan asuransi sosial untuk menawarkan program asuransi selain asuransi sosial tersebut. 

Program asuransi Jasa Raharja di bidang penanggulangan kerugian dari kecelakaan lalu lintas ini terus berlanjut hingga saat ini. Oleh karenanya, Jasa Raharja dikenal sebagai perusahaan asuransi di bidang kecelakaan lalu lintas darat, laut, serta udara.

Baca Juga: Perkembangan Perusahaan Asuransi di Indonesia

Visi dan Misi Perusahaan Asuransi Kecelakaan, Jasa Raharja

Mengemban tanggung jawab sebagai perusahaan asuransi yang fokus pada pemberian asuransi kecelakaan, Jasa Raharja memiliki cara kerja yang berlandaskan visi dan misi perusahaan. Setiap kebijakan dan program asuransi yang ditawarkan oleh Jasa Raharja tentu menganut pada maksud dan tujuan dari visi dan misi perusahaan tersebut.

Visi dari Jasa Raharja memfokuskan diri menjadi perusahaan asuransi terkemuka dengan menjalankan layanan yang mengedepankan kebutuhan masyarakat. Hal ini tentu membuat Jasa Raharja untuk meluncurkan program asuransi sosial dan wajib dengan melihat aspek yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia secara umum.

Sedangkan untuk misi perusahaan, Jasa Raharja memiliki empat hal yang menjadi acuan. Empat hal tersebut meliputi:

  1. Bakti kepada Masyarakat
  2. Negara
  3. Perusahaan
  4. Lingkungan

Dengan begitu, layanan yang diberikan oleh Jasa Raharja dapat berimbas pada seluruh pihak yang ada di dalam operasi perusahaan.

Lingkup Jaminan yang Diberikan Jasa Raharja

Pada dasarnya, Jasa Raharja memberikan perlindungan untuk masyarakat melalui dua program asuransi sosial. Program asuransi sosial tersebut meliputi Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Umum yang didasarkan UU No. 33 dan asuransi Tanggung Jawab yang diatur berdasarkan UU No. 34 tahun 1964. 

Nominal santunan yang diberikan Jasa Raharja pada kedua program asuransi sosial tersebut juga tidak jauh berbeda. Untuk korban meninggal dunia, Jasa Raharja akan memberikan santunan sebesar 50 juta Rupiah. Nilai yang sama juga diberikan kepada korban yang mengalami cacat permanen.

Sedangkan untuk biaya perawatan, Jasa Raharja wajib memberikan nilai santunan maksimal 20 juta Rupiah untuk kendaraan darat dan laut, dan 25 juta Rupiah untuk angkutan udara. Penggantian biaya pemakaman untuk korban yang tidak memiliki ahli waris juga turut mendapatkan santunan senilai 4 juta Rupiah. 

Asuransi sosial Jasa Raharja juga mencakupi santunan dengan manfaat tambahan seperti biaya P3K dan ambulans yang masing-masing bernilai 1 juta dan 500 ribu Rupiah.

Baca Juga: Pengertian Asuransi Dan Manfaatnya

Usaha Jasa Raharja agar Dapat Memberikan Pelayanan yang Terbaik

  JRKU JASA RAHARJA

Sumber: appagg.com

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Jasa Raharja senantiasa menawarkan inovasi agar layanan yang diberikan dapat memberikan kepuasan kepada para pelanggannya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa fasilitas dan layanan yang terpadu dengan menyesuaikan teknologi yang telah beredar di masyarakat.

JRku

Salah satu inovasi yang diluncurkan oleh Jasa Raharja adalah sebuah aplikasi smartphone yang diberi nama JRku. Melalui aplikasi JRku tersebut, masyarakat dapat mengajukan permohonan santunan secara daring. Beberapa layanan lainnya juga bisa langsung diakses melalui aplikasi tersebut dan dapat meningkatkan kualitas layanan Jasa Raharja.

PT Jasa Raharja juga mempermudah pengguna asuransi untuk melakukan dengan mencanangkan sistem pembayaran secara online. Dengan begitu, pihak masyarakat dapat dengan mudah melakukan pembayaran, dan juga target perusahaan pun menjadi lebih gampang tercapai.

Tumbuhkan Kesadaran Keselamatan saat Berkendara

Di tengah tingginya keperluan mobilitas masyarakat saat ini, kebutuhan akan berkendara memang tidak dapat ditinggalkan. Hal ini tentu menyebabkan risiko terjadi hal buruk saat berkendara di jalan menjadi lebih tinggi. 

Untuk itu, bagi Anda yang sering melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan, baik umum maupun pribadi. Pengajuan asuransi Jasa Raharja tentu menjadi hal yang bijak untuk dilakukan.

Jadi, nilai santunan dari asuransi Jasa Raharja tetap bisa Anda terima jika memang Anda mengalami musibah saat sedang berada di perjalanan. 

Selain itu, perusahaan besar berlogo warna biru ini sering membuka peluang bagi Anda yang ingin berkontribusi di dalamnya melalui Jasa Raharja Karir atau dengan keyword Lowongan Jasa Raharja.

Baca Juga: Lagi Cari Asuransi? Inilah Kriteria Perusahaan Asuransi Berkinerja Baik