Jenuh dengan Pekerjaan? Pikirkan Hal Ini agar Semangat On Fire Lagi

Setiap hari bekerja dari pagi sampai malam, melakukan rutinitas yang sama tak jarang dihinggapi rasa bosan. Jenuh dengan pekerjaan.

Sangat wajar bila kamu mengalami hal seperti itu. Ingin teriak, tapi tak bisa. Ingin lari, tetapi tak mampu. Ya karena kamu butuh pekerjaan tersebut untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

Begitu bosan melanda, yang terlintas di benak adalah resign atau mengundurkan diri. Padahal keputusan tersebut belum tentu tepat. Apalagi diambil dalam keadaan emosi, lelah, dan terburu-buru.

Banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum resign. Toh zaman lagi susah begini, mencari pekerjaan baru pun bukan perkara mudah. Jangan sampai menyesal nantinya.

Pikirkan beberapa hal berikut ini ketika jenuh menghampiri agar motivasi dan semangat bekerja kembali bangkit:

Baca Juga: 7 Tips Belajar Bahasa Inggris Tanpa Les, Dijamin Bisa!

1. Banyak orang ingin berada di posisimu

Saat kamu kehilangan gairah bekerja akibat bosan atau jenuh, coba lihat di sekitarmu. Banyak orang yang menganggur, belum mendapatkan pekerjaan. Atau terkena PHK alias Pemutusan Hubungan Kerja.

Kamu seharusnya bersyukur, masih bekerja dan menerima gaji sampai saat ini. Mau makan, ada uang. Sementara mereka, untuk makan saja sulit karena tidak punya pekerjaan.

Apalagi di tengah pandemi seperti ini. Banyak perusahaan bangkrut, lowongan kerja makin susah, jadi jangan terus mengeluh. Berpikir ingin meninggalkan pekerjaan dan posisimu di kantor yang sudah cukup lumayan.

Bukan tidak mungkin, posisimu saat ini menjadi impian banyak orang di luar sana. Oleh karena itu, singkirkan rasa bosanmu, bekerja dengan baik, ikhlas, dan disertai rasa syukur.

2. Lelah butuh cuti dan liburan

Menjalani aktivitas yang sama setiap hari memang bikin boring. Terutama kalau pekerjaanmu hanya duduk di depan layar komputer dari pagi hingga sore hari.

Tidak ada rolling. Akibatnya kamu bisa didera lelah, stres sehingga jadi malas dan kurang semangat bekerja. Kondisi ini jangan dijadikan alasan untuk mengundurkan diri.

Bila mengalami hal demikian, obatnya adalah mengambil cuti dan liburan. Jalan-jalan ke tempat wisata, baik dalam maupun luar negeri.

Jika masih khawatir corona, kamu bisa istirahat dan melakukan aktivitas menyenangkan di rumah, seperti leyeh-leyeh, nonton film favorit, membaca novel, memasak makanan kesukaan, dan lainnya.

Semua itu akan membuat kamu lebih fresh dan rileks, sehingga dapat kembali bekerja dengan semangat baru.

3. Kalau tidak bekerja, tidak punya penghasilan

Ketika bosan dan jenuh menyapa, hal lain yang bisa kamu lakukan adalah merenungkan seandainya jadi pengangguran. Tidak bekerja, berarti tidak ada penghasilan setiap bulan.

Setiap orang bekerja pada dasarnya adalah untuk memperoleh penghasilan. Supaya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi kalau sudah menikah dan punya anak, biaya hidup pasti lebih besar ketimbang saat berstatus single.

Jika kamu terus ‘memelihara’ rasa bosan dan jenuh terhadap pekerjaan, akan berpengaruh kepada produktivitasmu di kantor. Ujung-ujungnya berakhir dengan PHK, dan kamu bakal kehilangan pekerjaan. Tidak mau kan hal ini sampai terjadi padamu? 

4. Ingat lagi hal positif yang kamu dapat dari pekerjaan

Bekerja tidak hanya memberikanmu penghasilan, tetapi juga pengalaman berharga dan rekan kerja. Dengan bekerja, kamu dapat bertemu dengan klien besar, mengasah kemampuan dan skill, menuangkan ide dan gagasan, serta pengalaman tak ternilai lainnya.

Selain itu, kamu memiliki rekan kerja yang saling membantu dan mendukung dalam setiap pekerjaan atau kariermu. Mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri, yang tak akan pernah kamu dapatkan jika kamu menganggur.

5. Ada waktunya kamu tidak bisa bekerja

Tak perlu banyak alasan untuk tidak bekerja dan mengundurkan diri dari perusahaan, apalagi hanya karena bosan. Pada dasarnya kamu tidak akan selalu dalam kondisi sehat atau prima.

Jadi, jangan sia-siakan waktu dan kesempatan ketika masih sehat, produktif, dan bisa bekerja. Sebab, begitu kamu sakit dan tak mampu lagi bekerja, maka penyesalanmu tidak akan ada artinya lagi.

Baca Juga: 6 Langkah Mudah untuk Memilih Jalur Karir yang Tepat