Jokowi Ringankan Cicilan Motor dan KPR Subsidi Demi Usir Dampak Corona

Pemerintah tengah berjuang keras dalam menghambat penyebaran virus corona (Covid-19) di Tanah Air. Salah satu cara yang telah dilakukan yaitu meminta segenap masyarakat melakukan tindakan nyata seperti mengurangi aktivitas di luar rumah, melakukan social and physical distancing (jaga jarak) dan rutin mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer.

Aksi ini disampaikan tegas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pertengahan Maret lalu seiring dengan berlakunya aturan ‘kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah’. Namun, dalam praktiknya aturan tersebut menimbulkan dampak ekonomi bagi para pekerja informal/harian seperti tukang ojek online, supir taksi online hingga nelayan.

Menyikapi hal ini, Jokowi mengumumkan kebijakan tambahan guna mengatasi dampak dari wabah pandemik virus corona. Kebijakan tersebut diumumkan Jokowi pada Selasa (24/12/2020), isinya yaitu keringanan cicilan kendaraan bermotor dan KPR subsidi.

Lantas seperti apa dan bagaimana aturan kelonggaran cicilan tersebut berlaku? Berikut ulasan dari cermati.com.     

Cicilan Kredit Kendaraan Bisa Ditangguhkan 1 Tahun  

ojol
Ojek Online

Selain menjaga kesehatan dan imun tubuh Anda setiap hari, Anda tak perlu khawatir apabila saat ini Anda punya cicilan kendaraan bermotor (motor/mobil) sebab kelonggaran angsuran dan bunga kredit cicilan Anda bisa ditangguhkan selama 1 tahun.

Dilansir dari siaran pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK), relaksasi kredit motor oleh pemerintah ini juga mengacu pada POJK Stimulus, antara lain:

  • Kebijakan ini akan diprioritaskan untuk debitur yang memiliki itikad baik dan terdampak akibat COVID19.
  • Nantinya, debitur akan diberikan penundaan/penjadwalan pokok dan/atau bunga dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan ataupun asesmen bank/leasing misal 3, 6, 9, atau 12 bulan.
  • Kelonggaran cicilan ini berlaku untuk debitur kecil yang bekerja di sektor informal, usaha mikro, hingga pekerja berpenghasilan harian. Misalnya, para pekerja ojek online yang sepi pelanggan karena efek kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH).
  • Selama masa pencegahan wabah Covid19 ini, OJK sementara waktu melarang bank/nonbank untuk melakukan penarikan kendaraan oleh debt collector.

Baca Juga: Cara Refund Tiket KAI  Karena Pandemik Corona 

Cara dan Syarat Dapatkan Relaksasi Kredit/Leasing?

  • Debitur wajib mengajukan permohonan restrukturisasi secara online.
  • Lengkapi data yang diminta oleh bank/leasing via online (email/website bank/leasing Anda) tanpa harus datang bertatap muka.
  • Bank/Leasing akan melakukan assessment, antara lain pengecekan data seperti apakah debitur termasuk yang terdampak langsung atau tidak langsung, historis pembayaran pokok/bunga, kejelasan penguasaan kendaraan (terutama untuk leasing).
  • Kemudian, Bank/Leasing akan memberikan restrukturisasi kredit berdasarkan profil debitur guna menentukan pola restrukturisasi atau perpanjangan waktu, jumlah yang dapat direstrukturisasi termasuk jika masih ada kemampuan pembayaran cicilan yang nilainya melalui penilaian dan/atau diskusi antara debitur dengan bank/leasing.
  • Setelah proses assessment selesai, Anda akan mendapat informasi persetujuan restrukturisasi dari bank/leasing yang akan disampaikan secara online atau via website bank/leasing terkait.

Baca Juga: 7 Fakta Penting Tentang Rapid Test Covid-19

Keringanan Cicilan KPR Subsidi

Kebijakan pemerintah selanjutnya ialah pemberian subsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang turut terdampak pandemik covid19. Berikut kebijakan pemerintah terkait KPR subsidi:

  • Pemberian subsidi untuk selisih bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) bagi MBR selama 10 tahun. Jadi, untuk bunga KPR di atas 5%, maka selisih bunganya akan dibayarkan oleh pemerintah.
  • Pemberian subsidi bantuan uang muka bagi MBR yang ingin beli rumah melalui KPR subsidi. Pemerintah telah menyiapkan anggaran bantuan DP (down payment) sebesar Rp1,5 triliun.

Namun, detil informasi lanjutan tentang bagaimana cara mendapatkan keringanan KPR subsidi saat ini masih dalam proses. Seperti dilansir dari Bisnis.com, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan adapun kriteria MBR yang bisa menikmati fasilitas keringanan subsidi selisih bunga dan uang muka KPR subsidi akan sepenuhnya diserahkan kepada pihak perbankan.

Stop Pandemik Corona, Patuhi Anjuran Pemerintah

Mari kita dukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona yang telah banyak memakan korban jiwa. Marilah kita semua bersatu dan bergotong-royong melakukan apa yang telah dianjurkan pemerintah dan dunia dalam mengatasi pandemik ini, seperti sebisa mungkin kerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah. Jangan lupa untuk senantiasa mencuri tangan dengan sabun/hand sanitizer, menjaga jarak (social/physical distancing) dan berdoa semoga wabah covid19 ini segera berlalu.

Baca Juga: Cegah Corona? Ini 10 Manfaat Temulawak untuk Kesehatan