Jurnal Umum Perusahaan, Mantapkan Kinerja Bisnis dan Ketahui Cara Membuatnya

Anda sedang berencana untuk mendirikan bidang usaha milik sendiri? Tahukah Anda bahwa ketelitian dalam pencatatan alur keuangan sangat penting untuk dilakukan dan dapat mempengaruhi tingkat kesuksesan jangka panjang sebuah bisnis?

Mengetahui hal tersebut, Anda tentu perlu mencari cara agar alur keuangan bisnis senantiasa tercatat dengan rapi dan dapat dirujuk kapanpun dengan mudah. Nah, jangan khawatir, Anda dapat melakukan pencatatan setiap transaksi yang dilakukan dengan membuat jurnal umum.

Dengan membuat jurnal umum, Anda dapat mencatat alur keuangan sekecil apapun pada bisnis yang dijalankan. Tujuannya tentu agar segala aktivitas finansial yang terjadi, termasuk dana masuk dan keluar, dapat tercatat dengan efektif dan efisien.

Hal ini juga yang membuat setiap perusahaan wajib memiliki jurnal umum agar kinerjanya semakin maksimal dan terjaga. Untuk itu, bagi Anda yang sedang dalam proses rencana atau menjalankan bisnis pribadi, tidak ada salahnya untuk memahami tentang apa itu jurnal umum dan kepentingannya pada kinerja bisnis.

Apa Itu Jurnal Umum?

Jurnal Umum

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jurnal umum berguna untuk mencatat setiap transaksi yang dilakukan di sebuah perusahaan atau badan usaha. Tanpa memiliki jurnal umum atau pencatatan yang terperinci, tingkat kesuksesan sebuah bisnis akan menjadi lebih kecil karena kondisi keuangannya sulit untuk dirujuk.

Secara umum, jurnal umum adalah suatu bentuk pencatatan pada transaksi yang ada pada sebuah bisnis atau perusahaan. Jurnal umum menjadi salah satu jenis jurnal yang paling sering digunakan dalam bidang akuntansi karena penulisannya yang sederhana dan mudah untuk dimengerti bagi orang awam sekalipun.

Dalam proses memasukkan informasi transaksi atau data keuangan jurnal umum mengacu pada tiga hal, yakni efisiensi, efektivitas, serta kebutuhan dari tiap-tiap perusahaan atau bidang usaha. Hal ini bertujuan agar jurnal umum dapat lebih mudah dimengerti dan proses perjurnalan lebih gampang untuk dibuat.

Manfaat dari dibuatnya jurnal umum pada sebuah bisnis adalah agar transaksi dapat tercatat dengan rinci. Jika seluruh transaksi perusahaan atau bisnis telah tercatat dengan lengkap, risiko kesalahan pada sistem akuntansi akan menjadi semakin kecil.

Selain manfaat tersebut, memiliki jurnal umum juga dapat memudahkan kegiatan operasional sebuah bisnis. Alhasil, pemilik usaha dapat melakukan identifikasi masalah, penilaian, serta mengetahui dampak ekonomi dari sebuah transaksi yang telah dilakukan. 

Dengan begitu, laju perkembangan bisnis akan berjalan dengan lebih baik karena pemilik usaha bisa melakukan evaluasi dari data yang tercatat pada jurnal umum.

Format Dasar dalam Membuat Jurnal Umum

Dalam menentukan format jurnal umum, Anda tentu harus mempertimbangkan efisiensi, efektivitas, dan juga kebutuhan dari perusahaan atau bisnis yang sedang dijalankan. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui format dan juga informasi yang perlu ditulis pada jurnal umum tersebut.

Pada dasarnya, jurnal umum harus memiliki empat poin informasi, yakni tanggal, pengaruh, kode referensi, dan juga jumlah transaksi. Akan tetapi, Anda dapat menambahkan poin informasi lainnya yang memiliki fungsi penting dalam membaca alur transaksi yang terjadi pada perusahaan atau bisnis Anda.

Untuk tanggal, poin ini berisi tentang tanggal atau waktu dimana Anda melakukan sebuah transaksi. Poin ini sangat penting untuk Anda miliki agar jurnal umum Anda memiliki alur kronologis yang tertata dan mudah untuk dilacak.

Sedangkan untuk poin pengaruh, Anda mengisinya dengan bidang atau aspek pada bisnis Anda yang terpengaruhi dari terjadinya transaksi tersebut. Hal ini cukup penting untuk dilakukan agar Anda dapat mengetahui aspek mana saja yang mendapatkan pengaruh atas kegiatan transaksi yang dilakukan.

Pada kode referensi, poin ini berisi tanda atau kode unik yang mencerminkan sebuah rujukan atau aspek dari transaksi yang dilakukan. Terakhir, jumlah transaksi berisi tentang total transaksi yang dilakukan baik secara debit ataupun kredit.

Baca Juga: Amazon Indonesia Kini Telah Hadir, Kenali Layanannya Berikut Ini

Contoh Format Jurnal Umum Perusahaan

Setelah mendapatkan gambaran format dan poin informasi yang harus tertulis di jurnal umum, Anda dapat mulai membuat jurnal umum bisnis Anda sendiri. Tentunya, isi dari jurnal umum dipengaruhi dari poin informasi yang Anda perlukan untuk membaca alur keuangan dan transaksi yang terjadi. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat melihat contoh jurnal umum perusahaan berikut ini:

TanggalAkun dan KeteranganReferensiDebitKredit
XX-XX-XXXX XXX  XXX Rp. XXXXX Rp.XXXX

Seperti pada penjelasan format jurnal umum, jurnal umum diatas hanya berisi informasi dasar saja. Tentunya, format jurnal umum Anda bisa memiliki poin informasi lebih banyak daripada contoh diatas. Jadi, pahami dulu informasi penting apa saja yang perlu Anda tulis pada jurnal umum agar pengevaluasian transaksi dapat Anda lakukan dengan rinci.

Prinsip Dasar dalam Membuat Jurnal Umum

Isi informasi dari sebuah jurnal umum memang tergantung dari kebutuhan dari setiap perusahaan atau bisnis. Namun, Anda dapat menentukan informasi apa saja yang perlu dituliskan pada jurnal umum dengan mengetahui prinsip dasar jurnal umum.

Pada dasarnya, terdapat beberapa prinsip yang bisa Anda jadikan acuan dalam membuat jurnal umum.

1. Identifikasi 

Prinsip yang pertama dalam menyusun jurnal umum adalah identifikasi. Dengan membuat jurnal umum, Anda dapat mengidentifikasi bukti dari transaksi keuangan yang telah dilakukan perusahaan atau bisnis Anda. Bukti transaksi ini dapat berupa kuitansi, nota, faktur, dan barang bukti pembayaran lainnya.

2. Pilih Akun

Selain itu, Anda juga dapat memilih akun atau aspek pada bisnis Anda yang mendapatkan pengaruh dari kegiatan transaksi yang dilakukan. Biasanya, dalam satu kegiatan transaksi, sedikitnya berpengaruh pada dua akun. Untuk itu, pastikan Anda meneliti seluruh akun yang mungkin mendapat pengaruh dari kegiatan transaksi yang dilakukan.

3. Penambahan atau Pengurangan

Prinsip dasar selanjutnya dari pembuatan jurnal umum adalah menentukan penambahan maupun pengurangan dari akun yang berhubungan dengan kegiatan transaksi yang telah dilakukan. Hal ini merupakan bentuk evaluasi dari transaksi yang telah terjadi.

4. Tentukan Transaksi

Prinsip dasar yang terakhir adalah menentukan transaksi termasuk sebagai kredit atau debit. Hal ini dapat Anda lakukan dengan melihat akun yang berkaitan kepada transaksi yang terjadi.

Setelah mengetahui prinsip dasar dari membuat jurnal umum, ada satu hal lagi yang perlu Anda pahami. Untuk bisa menuliskan jurnal umum secara benar, Anda perlu memahami persamaan dasar dari akuntansi, serta kelompok akun pada jurnal tersebut.

Persamaan dasar dalam ilmu akuntansi adalah: Aset = Utang + Modal. Persamaan dasar tersebut akan diperluas sebagai: Aset = Utang + Modal + (Pemasukan – Beban). Persamaan dasar akuntansi tersebut juga berhubungan dengan kelompok akun yang ada pada jurnal umum.

Sebagai contoh, piutang usaha dan persediaan termasuk sebagai kelompok aset. Selain itu, Anda juga perlu memahami saldo biasa dari masing-masing akun. Dengan begitu, Anda dapat secara otomatis mengelompokkan setiap akun saat mendapatkan sebuah transaksi.

Baca Juga: Kwitansi: Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara MenggunakannyaContoh dan Pembahasan pada Jurnal Umum

Contoh Jurnal Umum

Pembuatan jurnal umum bagi sebagian orang mungkin akan terlihat sulit. Hal ini disebabkan karena dalam membuat jurnal umum, Anda perlu memiliki sikap disiplin dan ketelitian yang baik. Agar lebih memahami tentang cara membuat jurnal umum, Anda dapat melihat contoh dan pembahasannya di bawah ini. 

  • 1 September 2019: Pemilik bisnis XYZ membuat rekening bank dengan nama XYZ dan menyetorkan dana sebesar 100 juta Rupiah sebagai modal dasar bisnis.
  • 4 September 2019, dana sejumlah 40 juta Rupiah diambil untuk membeli peralatan guna mendukung bisnis dan dibayar dengan cara kredit.
  • 8 September 2019, dana sebesar 20 juta Rupiah diambil untuk membeli perlengkapan bisnis dan dibayar dengan cara tunai.
  • 13 September 2019, bisnis XYZ menerima penghasilan dari penjualan sebesar 50 juta Rupiah.
  • 17 September 2019, bisnis XYZ membayar kredit peralatan pada transaksi pada tanggal 4 September 2019.
  • 27 September 2019, bisnis XYZ melunasi pembayaran listrik dan internet sejumlah Rp4 juta.
  • 30 September 2019, pemilik bisnis XYZ mengambil modal untuk kebutuhan pribadi sejumlah 2 juta Rupiah.

Berdasarkan data diatas, jurnal umum bisnis XYZ akan menjadi:

TanggalAkun dan KeteranganReferensiDebitKredit
1 Sept Kas 101 100.000.000  
  Modal Bisnis XYZ 301   100.000.000
4 Sept Peralatan 151 40.000.000  
  Utang 201   40.000.000
8 Sept Perlengkapan 152 20.000.000  
  Kas 101   20.000.000
13 Sept Kas 101  50.000.000  
  Pendapatan penjualan 401   50.000.000
17 Sept  Utang 201 40.000.000  
  Kas 101   40.000.000
27 Sept Biaya listrik dan internet 512 4.000.000  
  Kas 101   4.000.000
30 Sept Private 312 2.000.000  
  Kas 101   2.000.000
  Jumlah   256.000.000 256.000.000


Pembahasan dari transaksi juga bisa diambil dari jurnal umum diatas. Pada tanggal 1 September 2019, kas bertambah karena mendapatkan setoran modal tunai. Hal ini menyebabkan kas bertambah pada sisi debit dan modal juga bertambah pada sisi kredit.

Pada tanggal 5 September 2019, peralatan atau aset bertambah pada sisi debit. Karena pembelian dilakukan secara kredit, utang bertambah pada sisi kredit. Hal ini terus berlanjut hingga transaksi tanggal 30 September 2019.

Perlu diingat bahwa jurnal umum diatas hanyalah sebuah contoh dasar saja. Jadi, bukan tidak mungkin jurnal umum perusahaan atau bisnis Anda memiliki poin informasi dan jumlah transaksi yang lebih banyak.

Manfaatkan Jurnal Umum untuk Membangun Kinerja Bisnis

Jurnal umum memang memiliki peran yang cukup penting dalam mencatat kegiatan yang terjadi dalam bisnis Anda. Selain dapat memberikan Anda informasi transaksi secara kronologis, jurnal umum juga dapat membantu Anda untuk menganalisa kegiatan keuangan bisnis. Dengan begitu, Anda dapat melakukan evaluasi jikalau memang menemukan hal yang perlu diperbaiki atau disempurnakan.

Baca Juga: Inflasi: Pengertian, Penyebab, Rumus Menghitung, dan Dampaknya ke Ekonomi RI