Kekayaan Bersih : Pengertian Dan Hal Yang Mempengaruhinya

Baik mempelajari keuangan atau tidak, Anda pasti tidak mungkin tidak kenal dengan istilah kekayaan bersih atau net worth. Setiap orang bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, beberapa di antaranya berusaha menyisihkan sebagian pendapatan dari bagian yang dipergunakan untuk pengeluaran rutin sebagai bagian yang ingin disimpan untuk keperluan yang tak terduga dan muncul di kemudian hari.

Nominal simpanan yang dimiliki seseorang terkadang diartikan sebagai status ekonomi oleh masyarakat awam. Semakin tinggi nominal tabungan, semakin seseorang dipandang sebagai orang yang kaya karena dianggap mampu menyisihkan bagian dari pendapatannya untuk disimpan – yang pastilah orang akan berpikir bahwa pengeluarannya mungkin akan jauh lebih besar daripada yang disimpannya.

Secara teoritis keuangan, net worth dirumuskan sebagai jumlah atau total aset dikurangi dengan total kewajiban (atau lebih akrab disebut dengan hutang). Ditelaah lebih mendalam lagi, aset yang dimaksud di sini tidak terbatas pada jumlah uang tunai yang berada dalam genggaman, namun juga aset dalam bentuk lain seperti rumah, tanah, investasi lainnya yang bisa dicairkan menjadi bentuk nominal uang. Pengertian yang sangat teoretis sekali bukan?

Pengertian Kekayaan Bersih Secara Sederhana

Kekayaan Bersih

 Kekayaan Bersih via astrapefinance.wordpress.com

 

Sekarang mari arahkan pikiran dan pengertian Anda menjadi menggunakan sudut pandang yang lain. Net worth bukan hanya mengenai jumlah uang tunai yang dimiliki seseorang maupun asetnya dikurangi dengan hutang yang dimilikinya. Net worth juga bisa berarti cara pengukuran terbaik untuk berbagai macam perkembangan personal finance. Bagaimana pengertian net worth bisa jauh berbeda dari teori yang telah disebutkan dan dipatenkan tadi? Net worth yang dirumuskan sebagai selisih aset dan hutang tadi juga secara implisit menunjukkan kemampuan seseorang untuk mempertahankan – dan syukur bila bisa meningkatkan – kekayaan bersihnya.

Pemahamannya akan dijabarkan sebagai berikut. Net worth yang dikenal sebagai hasil pengurangan aset dan hutang menunjukkan adanya selisih yang bisa bernilai positif dan juga negatif. Nilai positif didapat ketika aset lebih besar daripada hutang dan begitu pula sebaliknya. Kemampuan seseorang mempertahankan nilai positif inilah yang juga dikenal sebagai net worth. Mengapa? Ketika seseorang tidak bisa mempertahankan nilai positif ini, artinya dia memiliki hutang yang lebih besar daripada aset yang dimilikinya. Lantas, apa yang dia punya untuk bertahan hidup? Tidak ada. Inilah ilustrasi yang mendasari bahwa net worth merupakan pengukuran untuk perkembangan personal finance.

Pemahaman yang relatif mudah ini lantas memunculkan pertanyaan: seberapa sulit seseorang mempertahankan nilai positif dari net worth-nya hingga rumus sederhana ini diklaim bisa menjadi tolok ukur dari perkembangan personal finance seseorang? Jawabannya cukup mudah. Sangat sulit! Ya. Mempertahankan kekayaan bersih bukan merupakan tugas yang mudah. Meski seseorang dengan net worth yang tinggi dan positif itu merupakan pribadi yang disiplin dalam menjaga kekayaannya, aspek dan pengaruh dari luar yang berada di luar kendali masing-masing pribadi juga turut ambil andil dalam mempengaruhi cara dan kekuatan masing-masing orang dalam bekerja dan mempertahankan kekayaannya. Apa saja aspek dari luar yang sangat berpengaruh pada kekayaan bersih seseorang? Sekuat apa hingga kuasanya berada di luar kendali setiap orang?

Hal-hal Yang Mempengaruhi Kekayaan Bersih

Beberapa aspek luar yang cukup kuat hingga pengaruhnya berada di luar kendali masing-masing orang antara lain

1. Inflasi

Inflasi

Pengaruh Inflasi Terhadap Kekayaan Bersih via portalsatu.com

 

Inflasi, pengaruh pekerjaan yang berhubungan dengan negara luar, dan tingkat suku bunga. Dampak Inflasi yang terjadi pada suatu negara tidak disebabkan oleh satu orang saja – jelas itu tidak berpengaruh besar. Inflasi terjadi ketika peredaran uang di masyarakat menjadi terlalu banyak hingga semua orang memiliki kesediaan yang lebih tinggi untuk berkorban demi mendapatkan sesuatu. Peredaran uang ini tidak menutup kemungkinan akan diterima pula oleh seseorang dengan net worth yang positif dan tinggi. Kesediaannya untuk berkorban lebih tinggi dan pada saat yang bersamaan penawaran produk dari produsen mengalami peningkatan harga jual. Sebenarnya, bila dilogika, antara pengeluaran dan pendapatan akan menjadi sama saja. Namun yang perlu digaris bawahi di sini adalah nilai dari nominal kekayaan yang dimiliki menjadi lebih rendah.

2. Ekspor dan Impor

Eksport Dan Impor

Ekpor Dan Impor via hsh.co.id

 

Ekspor dan impor merupakan kegiatan bisnis yang sangat terpengaruh oleh inflasi. Bila seseorang dengan net worth yang tinggi tadi seseorang yang memiliki pekerjaan yang mengharuskannya mengekspor produknya, inflasi bisa menjadi hal yang sangat menguntungkan – mungkin karena penjualan produknya dalam dollar AS. Namun bila dia merupakan seorang produsen yang sangat menggantungkan produksinya pada bahan impor, inflasi mungkin bisa membuatnya berhenti produksi karena menaikkan biaya produksi – yang mungkin tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual yang proporsional karena tidak ingin kehilangan konsumen. Dari sini kita bisa mengetahui bahwa kegiatan ini mungkin saja memiliki pengaruh yang buruk terhadap arus aliran uang atau kekayaannya yang menjadi bernilai rendah.

3. Tingkat Suku Bunga

Tingkat Suku Bunga

Tingkat Suku Bunga Mempengaruhi Kekayaan Bersih via tipspedia.web.id

 

Tingkat suku bunga juga memiliki pengaruh dalam penilaian nominal kekayaan bersih seseorang. Rp 1.000.000,00 pada tahun 1980 memiliki nilai yang berbeda bila nominal yang sama dipergunakan untuk bertransaksi tahun 2015. Meski nominalnya sama-sama satu juta, namun manfaat atau nilai yang didapatkan seseorang berbeda. Hal ini juga sama berpengaruh terhadap nilai kekayaan bersih seseorang.

Setelah mengetahui bahwa nilai kekayaan tidak bisa disamakan antara nominal tahun tertentu, maka net worth merupakan salah satu inti perhitungan yang cukup tepat untuk membandingkan kekayaan bersih seseorang dari waktu ke waktu. Namun sebelum langsung menggunakan konsep penghitungan ini, Anda harus menggunakan sebuah rumus yang bertujuan untuk menyamakan nilai mata uang dan setelah itu baru Anda bisa membandingkan kekayaan bersih Anda dengan menggunakan rumus net worth secara teoritis.

Baca Juga : Bunga Kredit: Jenis dan Cara Perhitungannya

Ilustrasi Perhitungan Kekayaan Bersih

Dalam ilmu keuangan, terdapat dua macam rumus untuk menyamakan nilai dari nominal kekayaan. Anda bisa melihatnya dari sudut pandang saat ini atau sudut pandang di masa depan. Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik, maka akan diberikan sebuah ilustrasi sebagai berikut.

Mr. Allen adalah seorang pengusaha pupuk di McAlley. Ia dikenal sebagai pribadi yang cukup berada – kata tetangganya. Setidaknya ia dan istrinya memiliki paling tidak 1 mobil pribadi untuk masing-masing dari mereka. Ia juga diketahui kerap pergi ke luar negeri – yang tidak diketahui apakah ia berlibur atau melakukan penelitian atau sekedar mengikuti seminar mengenai pengembangan bisnis pupuk. Seorang tetangga bahkan mengklaim bahwa Mr. Allen pernah mengatakan kepadanya bahwa kekayaan bersihnya pada tahun 2014 sebesar US$70.000, meningkat US$20.000 daripada 5 tahun sebelumnya. Tetangganya itu sangat kagum atas kinerja Mr. Allen yang begitu baik hingga bisa meningkatkan kekayaan bersihnya.

Posisikan Anda sebagai seorang analis. Bila diketahui tingkat suku bunga sebesar 9%, telaah lebih lanjut apakah benar kekayaan bersih Mr. Allen sungguh-sungguh meningkat!

Dalam ilustrasi tersebut disebutkan secara langsung mengenai kekayaan bersihnya – jadi Anda tidak perlu menghitung net worth dari hasil pengurangan antara aset dan hutang yang dimiliki. Sebelum membandingkan, ketahuilah rumus penting berikut ini.

Present Value (PV) = nilai saat ini

Future Value (FV) = nilai di masa mendatang

r = tingkat suku bunga

n = selisih waktu

Anda bisa memposisikan Anda di 5 tahun sebelum kekayaan Mr. Allen mencapai US$70.000 yakni pada tahun 2009 dimana kekayaannya mencapai US$50.000. Kemudian telaah apakah nilai US$70.000 di tahun 2014 sungguh-sungguh merupakan kekayaan yang meningkat.

Dari perhitungan di atas bisa dilihat bahwa bila nilai nominal US$50.000 pada tahun 2009 diproyeksikan ke tahun 2014, nilainya setara dengan US$76.931,1975. Artinya bila dibandingkan dengan kekayaan Mr. Allen pada tahun 2014 yang nominalnya mencapai US$70.000 sebenarnya itu bukan merupakan sebuah kenaikan dan kinerja Mr. Allen tidak bisa dikatakan sangat baik apalagi diklaim meningkatkan kekayaan bersih yang dimiliki. Bahkan bisa dikatakan bahwa kinerja Mr. Allen sebetulnya buruk sehingga kekayaan bersihnya terbukti menurun sebesar US$6.931,1975.

Baca Juga : Unit Link : Fasilitas, Keunggulan, dan Cara Kerjanya

Pahami Betul Apa Itu Kekayaan Bersih

Dari penjabaran dan ilustrasi yang diberikan, kami yakin bahwa ini merupakan pemahaman yang terbaik yang bisa kami jabarkan kepada Anda dan memberikan pandangan yang secara mudah dapat dipahami bahwa nominal tidak melulu mencerminkan kekayaan bersih seseorang karena perbedaan nilai antara waktu satu dengan waktu lainnya sangat mempengaruhi nilai dari nominal kekayaan seseorang. 

Baca Juga : Potensi Finansial yang Meningkat dan Melemah di 2015