Kenali Beda Deposito di Usia 20 dan 30 Tahun

Salah cara untuk mendapatkan kondisi finansial yang lebih baik di masa depan adalah dengan berinvestasi. Investasi berguna untuk mencegah uang termakan oleh inflasi dan juga melipatgandakan dana yang dimiliki.

Walaupun begitu, masih saja banyak orang yang menyepelekan keuntungan investasi dengan alasan mereka takut akan risiko investasi. Padahal tidak semua investasi akan memiliki risiko yang besar, contohnya adalah deposito.

Deposito adalah suatu fasilitas tabungan berjangka yang ditawarkan oleh perbankan dengan sistem dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu tersebut telah ditentukan pada saat perjanjian.

Ketentuan tersebut adalah uang di dalam deposito tidak boleh dicairkan, dan jika ingin mencairkan uang tersebut sebelum jatuh tempo, Anda diharuskan membayar sejumlah biaya penalti.

Deposito menawarkan bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa, dan deposito akan berbeda manfaat, serta hasilnya sesuai dengan usia. Berikut adalah perbedaan memiliki deposito di usia 20 tahun dengan usia 30 tahun.

1. Jangka Waktu

Jika membuka deposito pada saat berusia 20 tahun, ini berarti Anda mempunyai jangka waktu yang lebih lama. Jangka waktu yang lebih lama ini berguna karena semakin lama Anda menaruh deposito di bank, semakin berkembang pula jumlah deposito itu. Uang yang diinvestasikan akan berbanding lurus dengan jangka waktu penyimpanan.

Di lain sisi, jika memutuskan untuk melakukan investasi dalam bentuk deposito pada usia 30 tahun, jumlah yang Anda kumpulkan akan lebih sedikit karena telah membuang masa tabungan selama 10 tahun, di mana 10 tahun merupakan waktu yang cukup signifikan untuk mengembangkan deposito Anda.

Uang hasil deposito tersebut juga dapat digunakan untuk tabungan dana pensiun. Ini berarti, jika mempunyai deposito pada saat usia 20 tahun, pada saat pensiun nanti (55 atau 60 tahun) maka Anda akan memiliki dana yang lebih banyak dibandingkan jika hanya menabung deposito pada usia 30 tahun.