Kenapa BPJS Ketenagakerjaan Sangat Diperlukan? Ini Faktanya!

Penggunaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi hal sangat penting untuk dilakukan, baik itu bagi para pengusaha atau bagi para karyawan yang bekerja pada mereka. BPJS akan melindungi berbagai macam risiko dan juga kerugian yang mungkin saja terjadi pada kedua belah pihak tersebut, sehingga hak-hak dan juga kewajiban mereka bisa tetap terjaga dengan sangat baik.

Berbeda dengan jenis asuransi lainnya, BPJS Ketenagakerjaan memang secara khusus diperuntukkan untuk melindungi mereka yang bekerja dan juga pemilik lapangan kerja itu sendiri. BPJS Ketenagakerjaan akan menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang bisa saja terjadi di dalam dunia kerja itu sendiri, sebab produk ini memberi banyak jenis perlindungan di dalamnya.

BPJS Kesehatan merupakan perubahan dari Jamsostek, yang sebelumnya telah menaungi dan memberikan jaminan perlindungan asuransi bagi pekerja selama puluhan tahun lamanya layaknya asuransi kesehatan. Perubahan nama Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan terjadi pada 1 Januari 2014 lalu. Namun di dalam kinerja dan layanan yang diberikan, BPJS Ketenagakerjaan masih tetap bergerak di bidang yang sama, yakni memberikan perlindungan kepada para pekerja atas terjadinya berbagai risiko seperti: peristiwa kecelakaan kerja, sakit, persalinan, kehamilan, cacat fisik, hari tua (pensiun), dan bahkan risiko meninggal dunia yang bisa terjadi kapan saja.

Berbagai macam risiko tersebut tentu bisa saja datang dan menimpa para pekerja kapan saja dan di mana saja, mengingat angka kecelakaan kerja di Indonesia terbilang sangat besar, artinya selalu ada risiko kecelakaan bagi pekerja di dalam menjalankan tugasnya. Hal-hal seperti inilah yang akan dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan, di mana hak-hak para pekerja tetap bisa didapatkan dengan layak, sebab berbagai risiko di dalam bekerja bisa saja menimpa dan membuat pekerja mengalami sakit, cacat fisik atau bahkan juga kematian. Pada kejadian seperti ini, maka BPJS Ketenagakerjaan akan menjadi solusi bagi pekerja, sebab bagaimanapun juga pekerja tetap harus melanjutkan hidupnya, termasuk juga keluarga dan anak-anaknya (bagi yang memiliki tanggungan).

Sebagaimana produk asuransi lainnya, maka BPJS Kesehatan juga akan mengenakan sejumlah iuran kepada para penggunanya. Besaran iuran ini terbilang cukup terjangkau, di mana jumlahnya akan disesuaikan dengan besaran gaji yang diterima oleh peserta. Pada dasarnya, jumlah iuran BPJS Ketenagakerjaan berada pada angka yang tidak terlalu besar, sehingga dianggap tidak akan membebani pekerja dan juga pengusaha yang mempekerjakan mereka.

Jika melihat pada manfaat dan juga perlindungan yang akan diterima, maka sejumlah iuran ini tentu tidak akan menjadi sebuah hal yang begitu memberatkan bagi para pekerja. Jumlah iuran yang dikenakan oleh BPJS Kesehatan, akan sangat jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan manfaat yang bisa didapatkan oleh pekerja dari fasilitas pemerintah tersebut. Sebagian besar pekerja akan merasa sangat perlu dan terbantu dengan adanya perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, sebab mereka merasa lebih nyaman saat bekerja karena hak-haknya sebagai pekerja dilindungi oleh pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam perkembangannya, terdapat banyak sekali perubahan yang terjadi di dalam BPJS Ketenagakerjaan, hal ini menunjukkan bahwa animo masyarakat terhadap produk ini begitu tinggi. Simak beberapa fakta mengenai BPJS Ketenagakerjaan berikut ini:

1. Angka Kecelakaan Kerja yang Tinggi

kecelakaan

Kecelakaan di tempat kerja via www.xpats.com

 

Sebagaimana kita ketahui, angka kecelakaan kerja di Indonesia terbilang cukup tinggi, hal ini terlihat dari data tahunan yang bisa mencapai 103.000 orang per tahunnya. Hal tersebut dibarengi dengan angka kematian yang mencapai 2.400 orang per tahun, artinya jika di rata-rata ada 8 orang per harinya yang meninggal akibat kecelakaan kerja. Ini tentu menjadi sebuah angka yang sangat besar dan patut menjadi bahan pertimbangan.

Diperkirakan sebagian dari korban kecelakaan adalah mereka yang belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan, sehingga jika yang bersangkutan memiliki tanggungan (keluarga) maka dikhawatirkan tanggungan tersebut akan kesulitan dalam melanjutkan hidupnya setelah kematian yang bersangkutan. Untuk mengantisipasi hal-hal seperti inilah BPJS Ketenagakerjaan sangat dibutuhkan.

2. Jumlah Peserta BPJS Mengalami Peningkatan

Berdasarkan data yang dirilis oleh pihak BPJS pada tahun 2007, maka diketahui jika pekerja yang aktif mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) berjumlah sekitar 7,7 juta pekerja. Jumlah ini kemudian mengalami peningkatan pada tahun 2010 yang mencapai 9,3 juta pekerja. Angka ini menunjukkan bahwa para pekerja telah memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya perlindungan di dalam kehidupan mereka. Hal ini menjadi sebuah tren yang positif, yang diharapkan bisa menambah jumlah tersebut dari tahun ke tahunnya.

Baca Juga : Cara Bayar BPJS Lewat ATM, Apa Saja Tahapannya?

3. Perlindungan yang Diberikan Oleh BPJS Ketenagakerjaan

perlindungan

Perlindungan via adionfg.com

 

BPJS Ketenagakerjaan merupakan sebuah terobosan yang tepat bagai pera pekerja, di mana mereka bisa mengakses beberapa perlindungan sekaligus dalam satu produk asuransi saja. Berbeda dengan jenis asuransi lainnya, yang pada umumnya hanya akan memberikan satu cakupan perlindungan saja, BPJS memberikan beberapa perlindungan, yang meliputi: kecelakaan kerja, persalinan, kehamilan, cacat fisik, pensiun, dan bahkan kematian.

4. Bisa Diikuti Oleh Non Pekerja

BPJS ketenagakerjaan juga dimungkinkan untuk bisa diikuti oleh mereka yang bukan berstatus sebagai seorang pekerja / karyawan dalam sebuah perusahaan. Saat ini program BPJS juga bisa diikuti oleh para pengusaha, pebisnis, wira swasta, dan berbagai profesi lainnya. Besaran iuran yang akan dibayarkan akan disesuaikan dengan upah minimum provinsi atau upah minimum kabupaten.

Baca Juga : Pencairan Jamsostek - BPJS Ketenagakerjaan 100%, Apa Syaratnya?

5. Dana JHT

jaminan hari tua

Jaminan Hari Tua via media.licdn.com

 

Bagi semua peserta yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, akan berhak untuk mendapatkan dana JHT yang jumlahnya merupakan hasil dari pengumpulan iuran selama menjadi peserta, ditambah dengan hasil pengembangannya selama dipegang oleh pihak BPJS. Sejumlah dana tersebut bisa didapatkan jika peserta telah berusia 55 tahun, meninggal dunia, mengalami cacat total, atau terkena PHK sebelum berusia 55 tahun (dengan masa menjadi peserta minimal 5 tahun).

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Bekerja Dengan Nyaman di bawah Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan merupakan sebuah lembaga pemerintah yang memberikan perlindungan terhadap para pekerja. Berbeda dengan asuransi lainnya, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan yang beragam dan mencakup hal-hal yang sangat penting bagi para pekerja. Jadilah peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga bekerja menjadi lebih menyenangkan dan nyaman, sebab hak-hak sebagai seorang pekerja akan terlindungi dengan baik dan maksimal.

Baca Juga : 6 Hal yang Sering Ditanyakan Soal BPJS Ketenagakerjaan