Kenapa ORI Menarik sebagai Pilihan Investasi?

Kegiatan investasi menjadi salah satu cara menjadikan fondasi keuangan kokoh dan stabil. Nilai uang yang disimpan dalam bentuk tabungan sering tergerus inflasi dengan mudah. Anda tentu paham bagaimana inflasi memengaruhi nilai uang, termasuk uang simpanan.

Investasi berperan sebagai solusi bagi Anda untuk bisa mengatasi penggerusan inflasi yang terjadi. Namun, bukan berarti semua instrumen investasi dapat mengatasi hal ini. Pemilihan instrumen investasi yang tepat sungguh akan memberikan dampak positif bagi keuangan.

Hal ini bahkan akan sangat memengaruhi keberhasilan dalam mengelola keuangan secara keseluruhan. Sebab semakin besar hasil investasi yang didapatkan, semakin besar pula kemungkinan Anda bisa mengatasi besaran inflasi setiap tahunnya.

Baca Juga: Apa Itu Obligasi? Inilah Penjelasan Lengkapnya

Obligasi Ritel Indonesia (ORI): Di Atas Inflasi, Lebih Untung dari Deposito

ORI 2017 Obligasi Ritel Negara
Menjual ORI adalah Cara Negara Mengajak Masyarakat Membangun Negeri

Obligasi Ritel Indonesia (ORI) mungkin menjadi salah satu instrumen investasi yang masih kalah populer ketimbang emas atau deposito. Padahal, investasi yang satu ini dapat memberikan return yang signifikan dibandingkan instrumen investasi lainnya. Bagaimana tidak? ORI menawarkan bunga yang nilainya di atas besaran nilai inflasi, bahkan di atas bunga deposito saat ini.

ORI adalah obligasi atau surat pernyataan utang yang diterbitkan negara sebagai pihak yang berutang untuk mendapatkan dana pinjaman dari masyarakat sebagai pihak peminjam. Sejumlah dana ini kemudian akan digunakan Pemerintah sebagai modal pembangunan terkait hajat hidup orang banyak.

ORI memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi. Mengingat investasi yang satu ini memang diselenggarakan langsung oleh negara/Pemerintah.

Cara Membeli ORI

  Cara Membeli ORI
Mekanisme Membeli ORI via kemenkeu.go.id

Menurut mekanisme yang berlaku, untuk mendapatkan ORI, masyarakat bisa mendatangi agen penjual yang ditunjuk Pemerintah, baik lembaga keuangan perbankan maupun lembaga sekuritas. Di lembaga-lembaga tersebut masyarakat yang ingin membeli ORI akan diminta mengisi data-data di formulir yang disediakan.

Sementara proses jual beli antara satu investor dan investor lainnya bisa dilakukan di pasar sekunder (secondary market). Jika menilik proses jual beli yang dilakukan dalam investasi ORI, jelas terlihat perbedaannya antara ORI dan jenis investasi lainnya, seperti deposito dan reksa dana, yang pada dasarnya lebih mudah untuk diakses investor.

Baca Juga: Mau Berinvestasi Obligasi? Ketahui Ini Terlebih Dahulu

Risiko Investasi ORI

Risiko ORI Obligasi Ritel Negara
Tak Ada Investasi yang Tak Berisiko, termasuk Juga ORI

Sebagaimana jenis investasi lainnya, ORI juga memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami sejak awal. Meskipun terbilang sangat kecil, beberapa risiko dalam investasi ORI berikut ini tetap perlu diwaspadai.

  • Risiko Pasar

Meski terbilang memiliki risiko yang kecil, investasi ORI tetap memiliki risiko kerugian akibat adanya penurunan harga di pasar sekunder. Sejumlah kerugian ini bisa saja muncul ketika investor melakukan penjualan ORI di pasar sekunder sebelum masa jatuh tempo tiba. Harga jual yang didapatkan bisa lebih rendah daripada harga belinya.

Namun, risiko ini bisa saja dihindari investor jika yang bersangkutan tidak menjual ORI tersebut hingga masa jatuh temponya tiba. Atau kalau investor menjualnya pada saat harga jualnya lebih tinggi dari harga beli sehingga penjualan tersebut menguntungkan.

  • Risiko Likuiditas

Hampir sama dengan kasus di atas, risiko likuiditas juga bisa saja terjadi akibat penjualan ORI sebelum masa jatuh tempo tiba. Investor mengalami kesulitan untuk menjual ORI tersebut pada pasar sekunder dengan harga jual yang wajar (layak).

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Keuntungan yang Ditawarkan ORI

Keuntungan ORI Obligasi Ritel Negara
Membeli ORI adalah Salah Satu Cara Berinvestasi

Ketika berinvestasi, Anda tentu akan mengharapkan sejumlah keuntungan dari investasi yang dilakukan. Hal seperti ini wajib untuk Anda pahami sejak awal agar kegiatan investasi bisa memberikan hasil yang baik. Dalam investasi ORI, instrumen ini dapat memberikan beberapa keuntungan, seperti:

  • Kupon ORI

Investor ORI akan mendapatkan kupon yang dibagikan setiap bulannya dengan nilai yang tetap. Nilai tersebut tidak akan terpengaruh oleh fluktuasi harga pasar yang sedang terjadi. Jika melihat pada waktu pembagian kupon, hal ini akan terlihat seperti gajian bulanan bagi mereka yang menerimanya.

  • Capital gain

ORI merupakan instrumen investasi yang dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses ini bisa dilakukan jika investor ingin menjual ORI yang dimilikinya sebelum masa jatuh tempo tiba. Jika nilai jual ini lebih tinggi daripada nilai beli, investor akan mendapatkan sejumlah keuntungan (capital gain) atas penjualan tersebut.

Sesuaikan dengan Tujuan Keuangan

ORI merupakan instrumen investasi yang cukup layak untuk dipertimbangkan sebagai pilihan. Mengingat risiko yang terdapat di dalamnya terbilang sangat kecil, sedangkan keuntungannya cukup menjanjikan.

Meskipun demikian, penting bagi Anda untuk menyesuaikan tujuan keuangan dengan jenis investasi yang satu ini. Sebab ORI memiliki masa jatuh tempo yang terbilang lama, yakni minimal 5 tahun. Pertimbangkan risiko, manfaat, dan tujuan keuangan sejak awal supaya investasi Anda berhasil dengan maksimal.

Baca Juga: Pilihan Investasi Menguntungkan yang Bisa Kamu Mulai Lakukan