Kerja Kerasnya Demi Keluarga, Bikin Ririn Ekawati jadi Pesinetron Terkenal. Ini Kisah Suksesnya!

Ririn Ekawati dikenal publik sebagai pemain sinetron Tanah Air. Wanita cantik kelahiran Tarakan, 11 November 1981 ini juga merupakan kakak dari Rini Yulianti. Sama-sama bermain sinetron dengan sang adik, Ririn diketahui memulai karirnya di industri entertainment sejak 2008.

Sepanjang karirnya, ia dikenal sebagai pemain sinetron, presenter dan juga model. Salah satu sinetron Ririn yang melambungkan namanya ialah Muslimah yang ditayangkan di Indosiar. Ririn yang berdarah Bugis ini juga tak hanya membintangi sinetron dan film, ia juga menjadi model dari berbagai iklan.

Selain itu, Ririn juga kerap menjadi presenter dalam beberapa program acara. Bagaimana perjalanan karirnya sampai bisa sesukses sekarang?

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Sinetron dan FTV

View this post on Instagram

A post shared by RE (@ririnekawati) on

Sejumlah judul sinetron dan film televisi juga telah dibintangi Ririn. Mulai dari sinetron Muslimah yang tayang dari tahun 2008-2009, Dibalik Jilbab Zaskia (2009) hingga Baghdad di tahun 2010.

Belasan FTV juga telah dilakoni Ririn seperti Ustadz Juga Manusia, Kamu Tetap Suci, Suami Selingkuh, Istri Menderita, Istriku Cantik Tapi Anakku Jelek, Apa Salahku, Aku Hamil Suami Punya Pacar dan Aku Menikahi Suami Pembohong.

Selain itu, ia juga turut berpartisipasi dalam FTV Istriku bukan Istriku, Kurampas Kebahagiaan Saudara Kembarku, Jangan Menangis Anakku hingga Aku Dibuang Suamiku Seperti Tissue Bekas.

Ririn juga ikut membintangi sejumlah program acara seperti Opera Van Java, Obrolan Santai (Obras), Selebrita yang tayang di Trans7, hingga Obsesi di Global TV.

Akting dan Seni Peran Layar Lebar

View this post on Instagram

A post shared by RE (@ririnekawati) on

Sekian film telah dibintangi Ririn sejak debutnya dalam berkarir di industri hiburan. Tahun 2010, Ririn memerankan Widya dalam film Roman Picisan

Tahun 2011, ia membintangi film Rindu Purnama dan berperan sebagai Sarah. Masih di tahun yang sama, ia juga melakoni film berjudul Serdadu Kumbang. Memasuki 2012, Ririn kembali membintangi Di Timur Matahari.

Tahun 2013, ia terlibat dalam film Kisah 3 Titik. Aktingnya di film ini membuat nama Ririn masuk dalam Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik di Piala Maya 2013.

Ririn lalu kembali membintangi film Di Balik 98 pada tahun 2015. Perannya dalam film ini juga membuat nama Ririn kembali masuk dalam Nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di Indonesian Movie Awards 2015.

Masih di tahun 2015, Dejavu: Ajian Puter Giling juga ikut dibintangi Ririn. Sedangkan di tahun 2018, ia kembali melakoni film berjudul Bodyguard Ugal-ugalan.

Tak Melanjutkan Kuliah Demi Biayai Keluarga

View this post on Instagram

A post shared by RE (@ririnekawati) on

Keakraban Ririn dan sang adik tercinta selalu menginspirasi publik. Selain terlihat kompak, keduanya tampak saling mendukung penuh kasih sayang terhadap satu sama lain. Sehingga tak jarang jika netizen kerap mengelu-elukan mereka sebagai sister goals.

Namun tak banyak yang tahu jika sebelum sukses seperti sekarang, Ririn rela tidak melanjutkan kuliahnya demi membiayai keluarganya. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ririn juga rela berkorban menghabiskan waktu remajanya dengan bekerja keras untuk membiayai sekolah adiknya

Saat itu Ririn harus rela menjadi pegawai bank dan SPG di saat teman-teman seangkatannya menyelesaikan kuliah. Menurut Ririn, jika dia dan adik tak dapat menjadi sarjana, minimal setidaknya ada salah satu dari mereka yang berhasil mengenyam bangku kuliah.

Bagi Ririn, ia akan berupaya keras menanggung beberapa pekerjaan sekaligus selama itu halal dan tidak menyusahkan orang. Kemandirian dan keteguhannya itu dilakukannya demi untuk keluarga tercinta.

Dan nyatanya, kerja keras Ririn berbuah manis. Rini sang adik berhasil lulus menjadi Sarjana. Tak hanya itu, mereka kini sukses berkarir di industri hiburan.

Baca Juga: ‘Alamat Palsu’ Jadikan Ayu Ting Ting Artis Sukses, Ini Kisah Perjalanannya

Menjanda Dua Kali

View this post on Instagram

A post shared by RE (@ririnekawati) on

Di tahun 2001, Ririn menikah dengan Edwin Abeng yang merupakan anak pengusaha kenamaan, Tanri Abeng. Dari pernikahannya, mereka dikaruniai seorang putri bernama Jasmine Salsabila Abeng yang lahir di tahun 2003. Namun sayang, pernikahan ini kandas pada tahun 2008.

Di tahun 2015, Ririn menikah lagi dengan Ferry Wijaya yang merupakan seorang pengusaha sukses yang juga hobi mengoleksi jam tangan dan mobil mewah. Keduanya dikaruniai seorang putri bernama Abigail Cattleya Putri pada Desember 2016. Namun malang, Ferry Wijaya yang sebelumnya duda beranak tiga itu jatuh sakit dan meninggal di tahun 2017.

Alhasil Ririn yang merupakan putri dari Badarudin dan Syamsidar ini harus menjanda untuk yang kedua kalinya.

Ingin Putrinya Jadi Pebisnis

View this post on Instagram

A post shared by RE (@ririnekawati) on

Sudah berpikir jauh ke depan, Ririn juga mengatakan dirinya lebih nyaman jika putri sulungnya diarahkan untuk menjadi pebisnis alih-alih artis. Seperti diketahui, putri sulungnya dari pernikahan pertamanya, Jasmine, memang sudah mulai beranjak dewasa. 

Dan Ririn sudah mempersiapkan dengan matang terkait rencananya untuk menguliahkan Jasmine ke luar negeri. Tak ingin putrinya mengikuti jejak dirinya yang menjadi artis, Ririn ingin putrinya sukses dalam berbisnis agar kelak seperti kakeknya, yang merupakan business man.

Baca Juga: Agnes Monica Punya Harta Kekayaan Segini, Dari Nyanyi sampai Ngerintis Bisnis

Mengatur Keuangan dengan Hemat Belanja

View this post on Instagram

A post shared by RE (@ririnekawati) on

Kendati Ririn sudah terhitung berpenghasilan sangat mapan, namun ia tetap mengatur keuangannya sebaik mungkin dengan hemat berbelanja. Selain memilih dengan sangat selektif, ia juga hanya membeli apa yang dibutuhkan—bukan apa yang diinginkan.

Seperti diketahui, sebagai public figure penampilan Ririn selalu disorot publik. Namun menurutnya, ia tak mesti menggunakan barang serba baru jika ingin tampil stylish dan fashionable. Yang penting cukup dengan pintar-pintar memadupadankan busana dan aksesoris yang ada. 

Ia bahkan mengaku tak ragu mengenakan kaus oversized buatan dalam negeri seharga Rp 75 ribu yang dibelinya di toko online shop lokal. Ia berpendapat, dirinya bisa mix and match barang murah dengan yang sedikit lebih mahal agar terlihat lebih oke.

Meski begitu, Ririn yang kerap terlihat berlibur ke luar negeri itu juga berterus terang, ada pula busana mahal yang dibelinya seperti gaun penuh manik-manik seharga Rp 75 juta. 

Sebagai single parents dan dua anak, Ririn tentu harus pintar-pintar mengatur keuangan karena sejumlah perusahaan peninggalan mendiang suaminya diurus oleh keluarga. 

Fokus ke Beberapa Sumber Penghasilan

View this post on Instagram

A post shared by RE (@ririnekawati) on

Dalam dua tahun terakhir Rini mengaku sudah tak terlalu berfokus lagi mengambil sinetron. Sebaliknya, ia mengambil acara off air, endorsement di media sosial hingga berakting di film. Menurutnya, penghasilan dari endorsement patut diperhitungkan.

Ririn menerima endorsement untuk produk makanan, fashion hingga tawaran produk lainnya yang bertema keluarga. Hal ini memudahkannya untuk menyesuaikan dengan tema konten yang kerap diunggahnya di akun media sosial pribadi Ririn.

Selain itu, Ririn juga mematok harga yang berbeda untuk endorsement produk di stories, konten video dan unggahan foto. Meski tak mengungkapkan secara gamblang berapa nominalnya, namun Ririn menuturkan bahwa nilainya kurang lebih setara dengan honornya bermain sinetron seharian.

Menurutnya, mengambil job endorsement ini lebih memungkinkan dirinya untuk tetap di rumah sambil mengurus anak. Karena tak begitu menyita waktu, syuting produk masih bisa dilakukan di kediamannya dan tak memakan waktu lama.

Di samping itu, ia menyebutkan bahwa tarifnya sudah diatur mengikuti peraturan pajak yang berlaku. Alhasil dirinya pun lebih merasa nyaman.

Bekerja Keras Demi Keluarga Tersayang

Kisah Ririn yang rela berkorban kerja keras demi orang-orang yang disayanginya bisa dijadikan inspirasi bagi kamu yang juga membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Yang menjadi motivasi dari perjuangan adalah cinta kasih terhadap keluarga yang bisa membuat diri selalu terpacu untuk terus bekerja keras hingga akhirnya sukses sampai detik ini. Bahkan, tak hanya dirinya saja, adik atau anggota keluarga yang lain juga bisa ikut sukses. Jika terus gigih berjuang, bukan tak mungkin impian akan terkabul lebih manis dari yang diharapkan. Terpenting terus berupaya dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga: Muda, Cantik, Bertalenta, dan Kaya Raya, Ini Perjalanan Karier Dian Sastrowardoyo