Keuangan Sekarat, tapi Kudu Bayar Tagihan Kartu Kredit? Begini Caranya

Kartu kredit dapat membuat seseorang kecanduan dan ketergantungan, sebab penggunaannya yang sangat mudah, yaitu hanya dengan satu kali gesek, maka transaksi selesai. Kebiasaan menggesek kartu kredit lama-kelamaan menyebabkan tagihan membengkak. Saat tagihan sudah bengkak baru pusing sendiri memikirkan cara membayar semuanya di akhir bulan.

Kalau memang kondisi keuangan aman, tentunya tagihan kartu kredit bisa dilunasi. Namun, bagaimana bila kondisi keuangan sekarat pasti akan menimbulkan stres. Jangan khawatir, berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan para pengguna kartu kredit yang sedang mengalami kesulitan dalam membayar tagihan kartu kredit disaat kondisi keuangan sekarat yang telah Cermati.com lansir dari berbagai sumber

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Cara Bayar Tagihan Kartu Kredit Disaat Keuangan Sekarat

1. Pangkas Kebutuhan Bulanan

belanja
Pangkas kebutuhan bulanan

Cara termudah adalah memangkas kebutuhan bulanan. Misal, jika biasanya kamu menghabiskan 3 liter minyak goreng dalam 1 bulan, maka bisa menguranginya menjadi 2 liter saja. Hal yang sama juga berlaku untuk kebutuhan yang lain. Pemangkasan ini bukan pertanda kalau kamu pelit, tapi hanya untuk mengurangi pengeluaran per bulan sehingga uangnya bisa dialihkan untuk membayar utang kartu kredit.

Agar pemangkasan kebutuhan lebih jelas, coba catatkan ke dalam buku catatan khusus. Pertama-tama, catat semua kebutuhanmu selama satu bulan lengkap dengan kuantitas dan harganya. Setelah itu, baru dikurangkan untuk mengetahui total pengeluaranmu yang baru. Semoga dengan pemangkasan kebutuhan seperti ini, tagihan kartu kredit bisa lunas secara perlahan.

2. Tingkatkan pemakaian uang tunai

Jika selama ini kamu selalu mengandalkan kartu kredit untuk bertransaksi, sekarang andalkan uang tunai untuk membayar semua pengeluaran, termasuk pengeluaran rutin setiap bulan. Tenang, kamu masih bisa menggunakan kartu kredit kok. Hanya saja, intensitas penggunaannya tidak sesering sebelumnya. Untuk saat ini, kamu hanya boleh menggunakannya untuk membeli barang yang mendapat diskon bila dibayarkan menggunakan kartu kredit, selebihnya tidak.

Mengurangi pemakaian kartu kredit secara perlahan akan mengurangi tingkat ketergantunganmu pada kartu sakti ini. Selain itu, tingkat belanja konsumtif pun akan berkurang karena kamu takut kehilangan uang yang ada di tanganmu saat berbelanja.

3. ‘Minimum payment’ bisa jadi alternatif

kartu kredit
Minimum payment bisa jadi alternatif

Apapun kondisi keuanganmu, tetap upayakan untuk membayar tagihan minimumnya yang totalnya cuma 10% dari total tagihan secara keseluruhan. Misalnya, tagihan kartu kredit sebesar Rp 10 juta setiap bulan, kamu bisa membayar Rp 1 juta saja untuk bulan ini, dan seterusnya apabila kondisi keuanganmu belum juga pulih. 

Akan tetapi, pembayaran minimum tidak disarankan untuk jangka panjang. Hal ini dapat menyebabkan tagihan semakin menumpuk karena uang pokok pinjaman, beban bunga, dan denda keterlambatan akan meningkat secara otomatis setiap bulan.

Baca Juga: Mau Untung dan Ringan Bayar Tagihan Kartu Kredit? Ini Triknya

4. Cairkan tabungan atau investasi

Punya tabungan atau investasi, kan? Nah, kamu bisa menggunakan uang yang selama ini kamu tabung atau investasikan untuk membayar sebagian tagihan. Kalau tabungan dan investasimu cukup untuk membayar semua tagihan, apa salahnya kalau kamu menggunakan semuanya sehingga hidupmu bisa terbebas dari jeratan hutang kartu kredit. 

Untuk mengembalikan tabungan dan investasi yang sempat terpakai, kamu bisa mulai menabung dan berinvestasi lagi seperti biasa. Tapi kali ini menggunakan rencana keuangan yang lebih ketat dan terperinci. Dengan demikian, uangnya bisa segera tergantikan. Kamu juga punya simpanan untuk membiayai hal-hal penting di kemudian hari.

5. Ajukan pinjaman kepada pihak ketiga

pinjaman online
Ajukan pinjaman kepada pihak ke tiga

Jika kamu merasa tidak sanggup lagi membayar tagihan kartu kredit, segera cari bala bantuan kepada pihak ketiga. Caranya tak lain dengan mengajukan pinjaman cepat kepada pinjaman online atau bank, teman, keluarga, atau kepada siapapun yang bisa memberikan pinjaman untuk sementara waktu. Cukup riskan memang karena tagihan yang perlu dibayar pada bulan depan akan semakin bertambah, tapi cara ini jauh lebih baik daripada tagihan kartu kredit sama sekali tidak dibayarkan. 

Apabila situasinya sudah seperti ini, kamu benar-benar harus menghemat. Jika kamu tidak mau mengubah gaya hidup yang lama, maka tak akan ada lagi harapan untuk memulihkan kondisi finansial. Yang ada justru sebaliknya, kondisi finansialmu akan semakin hancur dari hari ke hari.

6. Negosiasikan kepada bank

Cara selanjutnya adalah menegosiasikan kartu kredit dengan pihak bank. Kamu bisa mengajukan permohonan untuk mengubah ketentuan pembayaran tagihan setiap bulan. Misalnya dengan cara mengurangi tingkat suku bunga, memperpanjang jangka waktu pelunasan, atau membuat perjanjian penyelesaian lain yang bisa diterima oleh pihak bank. 

Kamu bisa mendatangi kantor bank tempatmu membuat kartu kredit, lalu ajukan pertemuan khusus. Agar negosiasi diterima, coba sertakan bukti yang bisa meyakinkan pihak bank kalau kamu dapat melunasi tagihan tersebut. Bisa saja dengan menunjukkan surat kepemilikan harta benda atau barang-barang berharga yang memiliki nilai jual yang tinggi. 

Baca Juga: Jangan Ajukan Kartu Kredit Lagi Jika Kamu Masih Memiliki Sifat Berikut Ini

7. Ajukan pemotongan kartu kredit

potong kartu kredit
Ajukan pemotongan kartu kredit kepada bank

Jika penyebab utama berubahnya gaya hidup dan bobroknya finansialmu adalah kartu kredit, jangan ragu untuk segera memotong kartu kredit milikmu. Pemotongan kartu kredit di sini bukan dengan cara menggunting, tapi dengan cara menghentikan pemakaian kartu kredit untuk sementara waktu. Ajukan pemotongan kartu kredit kepada pihak bank dan sertakan alasan kenapa kamu melakukannya. 

Meski kartu kredit sudah dipotong, kamu tetap harus membayar tagihan sampai lunas. Pemotongan ini semata-mata hanya untuk menghindari bertambahnya utang saja sebagai akibat dari pemakaian kartu kredit.

Jangan Lakukan Kesalahan yang Sama

Jika diterapkan dengan serius dan penuh komitmen, cara di atas bisa membantumu keluar dari jebakan finansial karena pemakaian kartu kredit. Satu hal yang perlu kamu ingat, yaitu jangan ulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya agar kondisi finansial tidak kembali bobrok dan hancur. Usahakan lah untuk membuat perencanaan keuangan baru, yang dapat membuat finansialmu sehat dalam jangka panjang. Jika memang masih menginginkan kartu kredit, maka kamu harus komitmen untuk menggunakannya dengan bijak dan membayar tagihannya dengan tepat waktu.

Baca Juga: Tips Berhasil Membuat Kartu Kredit Pertama Bagi Milenial